Media90 – Sejak pertama kali hadir di pasar skutik Indonesia, Honda Beat Street menempati posisi yang cukup unik di segmen motor matik entry level. Bahkan hingga kini, unit generasi lama masih memiliki daya tarik kuat meskipun berbagai model baru dengan fitur lebih modern terus bermunculan.
Salah satu keunikan utama motor ini adalah upaya Honda menghadirkan tampilan bergaya street fighter pada skutik. Konsep tersebut terlihat jelas dari penggunaan setang telanjang (naked handlebar) yang lebar serta panel instrumen digital yang terpisah dari bodi utama.
Menariknya, hingga Maret 2026, unit lama dengan kode mesin K81 masih menunjukkan permintaan yang stabil di pasar motor bekas. Bagi sebagian penggemar otomotif, Beat Street lama tidak hanya dikenal sebagai motor komuter yang irit, tetapi juga dianggap sebagai “kanvas” terbaik untuk modifikasi karena struktur kabel dan posisi setangnya yang ramah komponen aftermarket.
Pesona Street Fighter pada Skutik Entry Level
Saat pertama kali diperkenalkan, Honda Beat Street generasi lama memang dirancang untuk menghadirkan desain skutik yang berbeda dari biasanya.
Motor ini menggunakan setang terbuka tanpa cover plastik, sehingga posisi berkendara terasa lebih tegak dan sigap, mirip motor sport tipe naked. Karakter street fighter tersebut semakin kuat dengan grafis bodi yang lebih ekspresif dibandingkan varian Beat reguler.
Dari sisi performa, motor ini dibekali mesin 110 cc eSP yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 8,5 hp pada 7.500 rpm dengan torsi puncak 9,01 Nm pada 6.500 rpm.
Meski angkanya tidak terlalu besar, karakter tenaga motor ini dikenal responsif di putaran bawah, sangat cocok untuk penggunaan stop-and-go di kemacetan kota. Dengan bobot kosong sekitar 94 kg, motor ini mampu berakselerasi cukup lincah untuk kebutuhan harian.
Perbandingan Beat Street Lama dan Baru
Seiring waktu, Astra Honda Motor melakukan berbagai pembaruan pada model Beat Street. Perbedaan antara versi lama dan baru tidak hanya terlihat pada desain, tetapi juga pada struktur rangka dan mesin.
1. Rangka Pipa Besi vs Rangka eSAF
Salah satu perbedaan paling mencolok adalah pada rangkanya.
Beat Street generasi lama masih menggunakan rangka pipa besi konvensional yang sudah lama dikenal tangguh di berbagai kondisi jalan di Indonesia.
Sementara itu, model terbaru menggunakan rangka eSAF (enhanced Smart Architecture Frame) yang lebih ringan dan dirancang untuk meningkatkan kelincahan serta efisiensi.
Walau eSAF menawarkan handling lebih tajam, banyak pembeli di pasar motor bekas yang tetap mencari model lama. Alasan utamanya adalah kepercayaan terhadap daya tahan rangka pipa serta kemudahan memeriksa kondisi rangka secara langsung.
2. Performa Mesin: Konsistensi vs Efisiensi
Model terbaru dari Honda Beat Street dibekali mesin generasi baru yang menghasilkan tenaga sekitar 8,8 hp dan torsi 9,3 Nm.
Secara angka, versi terbaru memang sedikit lebih unggul. Namun banyak pengguna lama merasa mesin generasi sebelumnya memiliki karakter tenaga yang lebih padat di putaran bawah.
Sebaliknya, mesin baru lebih fokus pada efisiensi bahan bakar. Dalam kondisi ideal, konsumsi BBM motor ini bahkan diklaim bisa mencapai lebih dari 60 km per liter.
3. Ergonomi dan Kenyamanan Berkendara
Perbedaan lain terletak pada posisi setang.
Pada versi lama, setang terasa lebih rendah dan lebar, sehingga memberikan kontrol yang lebih responsif saat bermanuver di antara kendaraan.
Sedangkan versi terbaru memiliki posisi setang yang sedikit lebih tinggi, sehingga memberikan posisi tangan yang lebih rileks saat digunakan untuk perjalanan yang lebih lama.
Mengapa Beat Street Lama Lebih Disukai untuk Modifikasi?
Salah satu alasan utama motor ini tetap populer adalah kemudahan modifikasi.
Area setang yang terbuka tanpa banyak kabel tertutup membuat pemasangan aksesori aftermarket menjadi jauh lebih mudah.
Beberapa modifikasi yang sering dilakukan antara lain:
- Handguard dan spion custom untuk memperkuat tampilan street fighter
- Riser atau peninggi setang untuk menyesuaikan posisi berkendara
- Speedometer aftermarket yang lebih futuristik karena panel instrumen mudah diganti
Struktur yang sederhana membuat proses modifikasi tidak terlalu rumit dibandingkan motor generasi terbaru.
Tips Membeli Beat Street Lama
Bagi yang ingin membeli unit bekas Honda Beat Street generasi lama, ada beberapa hal penting yang perlu diperiksa.
1. Periksa kaki-kaki motor
Pastikan sokbreker depan tidak bocor dan pelek tidak peyang.
2. Cek kondisi CVT
Pastikan tidak ada suara kasar saat mesin stasioner dan akselerasi terasa halus.
3. Perhatikan kabel bodi
Karena posisi setang terbuka, kabel lebih sering terkena panas dan hujan.
4. Cek panel speedometer digital
Pastikan layar masih jelas dan tidak menghitam akibat paparan sinar matahari.
Kesimpulan
Memilih antara Honda Beat Street lama atau baru pada tahun 2026 sebenarnya tergantung pada kebutuhan pengguna.
Jika mencari motor yang lebih irit, modern, dan nyaman, maka model terbaru adalah pilihan yang logis.
Namun bagi pengendara yang menginginkan tampilan unik, rangka pipa yang sudah teruji, serta potensi modifikasi yang luas, Beat Street generasi lama masih menjadi pilihan menarik.
Motor ini bahkan bisa dianggap sebagai salah satu skutik yang berhasil membawa konsep street fighter ke segmen entry level yang bisa dinikmati oleh banyak orang.
FAQ
Apakah Beat Street lama cocok untuk touring?
Motor ini cukup nyaman untuk perjalanan jarak menengah. Posisi setangnya yang lebar membantu mengurangi kelelahan tangan, namun sebaiknya mengganti jok dengan busa yang lebih empuk.
Apa perbedaan rangka pipa lama dengan eSAF?
Rangka pipa menggunakan material besi bulat yang tebal dan terlihat jelas, sedangkan eSAF menggunakan pelat baja yang dibentuk dengan teknologi laser sehingga lebih ringan.
Apakah suku cadang Beat Street lama masih tersedia?
Masih sangat mudah ditemukan. Mesin K81 juga digunakan pada beberapa model Beat dan Scoopy generasi tertentu sehingga ketersediaan suku cadang masih melimpah.














