OTOMOTIF

Mengupas Platform e3 dan e4 BYD: Mobil Listrik Makin Sempurna di IIMS 2026

10
×

Mengupas Platform e3 dan e4 BYD: Mobil Listrik Makin Sempurna di IIMS 2026

Sebarkan artikel ini
Mengenal Platform e3 dan e4 BYD, Kunci Mobil Listrik Makin Sempurna
Mengenal Platform e3 dan e4 BYD, Kunci Mobil Listrik Makin Sempurna

Media90 – Di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, PT BYD Motor Indonesia menampilkan keunggulan platform e3 dan e4, menegaskan dominasi teknologi yang mampu mengubah wajah kendaraan listrik modern.

Lewat sesi “BYD Tech Auto Talk”, BYD menunjukkan bahwa mobil listrik kini lebih dari sekadar kendaraan ramah lingkungan. Dengan platform e3 dan e4, EV kini berani bermain di wilayah hypercar, segmen yang sebelumnya didominasi merek Eropa, sambil tetap menawarkan performa tinggi, handling presisi, dan sensasi berkendara yang unik.

Platform e3: Luxury Performance dengan Tiga Motor Independen

Bobby Bharata, Head of Product BYD Motor Indonesia, menjelaskan bahwa perjalanan teknologi BYD saat ini masih berada di fase e3, dengan arah perlahan menuju e4.

Platform e3 menggunakan tiga motor independen:

  • Satu motor depan
  • Dua motor belakang
Baca Juga:  VinFast VF MPV 7 Resmi Meluncur di IIMS 2026, Harga Mulai Rp329 Juta

Skema ini memungkinkan pengaturan torsi tiap roda secara individual, meningkatkan kontrol dan kelincahan dibandingkan EV konvensional. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan melalui Denza Z9 GT, etalase resmi platform e3 di pasar global.

Empat Pilar Utama e3

  1. 3 Independent Motor – distribusi tenaga presisi
  2. Cell to Body (CTB) – baterai menyatu dengan struktur kendaraan
  3. Rear Wheel Steering 20° – kelincahan ekstra
  4. Vehicle Motion Control (VMC) – kontrol torsi dan gerak kendaraan secara real-time

Spesifikasi platform e3:

  • Motor depan: 230 kW
  • Motor belakang: 2 × 210 kW
  • Total tenaga: 710 kW
  • Torsi: 1.150 Nm

CTB: Baterai Menjadi Rangka

Dengan Cell to Body (CTB), baterai bukan sekadar modul terpisah, tapi bagian rangka kendaraan. Dampaknya:

  • Torsional rigidity meningkat 32%
  • Frontal impact intrusion berkurang 15%
  • Tabrakan samping berkurang 35%

CTB menjadi tulang punggung filosofi Xuanji Architecture, menjadikan mobil lebih solid dan aman.

Sensor dan Vehicle Motion Control

Platform e3 dan e4 dilengkapi 33 sensor berkendara dan 2 sensor LiDAR. Data diproses oleh VMC untuk mengatur torsi tiap roda secara milidetik, menciptakan efek torque vectoring kelas balap yang meningkatkan stabilitas saat menikung cepat.

Platform e4: Hypercar Listrik dengan Empat Motor Independen

Jika e3 fokus pada luxury performance, platform e4 dirancang untuk performa ekstrem. Perbedaan utama e4:

Baca Juga:  Penawaran Menggiurkan! Suzuki Swift Bekas Kini Tersedia dengan Harga Mulai dari Rp70 Jutaan!
  • Empat motor independen (quad motor)
  • CTB generasi terbaru
  • High performance chassis

Platform ini digunakan pada Yangwang U9, hypercar listrik dengan:

  • Tenaga: 1.300 PS
  • Torsi: 1.680 Nm
  • 0–100 km/jam: 2,36 detik
  • Top speed: 496,2 km/jam

Material bodi memadukan carbon fiber, carbon steel, dan aluminium, membawa teknologi ala mobil Formula 1 ke jalan raya.

Disus-X: Suspensi Aktif

Sistem Disus-X memungkinkan kontrol gerak bodi secara aktif, bahkan membuat mobil “meloncat” kecil untuk menghindari benturan ekstrem, menekankan fokus BYD pada pengalaman berkendara total, bukan sekadar efisiensi.

Rasa Berkendara di Jalan

  • Rear wheel steering 20° pada e3 memudahkan manuver di kecepatan rendah dan menambah stabilitas di kecepatan tinggi
  • Platform e4 memungkinkan respons akselerasi nyaris instan, seolah tiap roda memiliki “otak sendiri”

Relevansi untuk Pasar Indonesia

Konsumen EV di Indonesia kini menuntut lebih dari sekadar jarak tempuh:

  • Keamanan struktur
  • Kontrol saat hujan
  • Kesenangan berkendara

Platform e3 dan e4 menjawab kebutuhan tersebut, menegaskan BYD sebagai pelopor teknologi EV berperforma tinggi di Tanah Air.

Prediksi dan Arah Pengembangan BYD

  • Fase saat ini masih e3, perlahan menuju e4
  • Teknologi e3 dan e4 kemungkinan akan turun ke model lebih terjangkau di masa depan
  • Market share BYD melonjak hingga 60% dari total penjualan EV di Indonesia pada Januari 2026
Baca Juga:  Yamaha Fazzio 2023: Apa yang Ditawarkan dengan Harga Rp22,4 Juta?

Kesimpulan

Platform e3 dan e4 BYD membuktikan mobil listrik kini mampu menyajikan performa ekstrem, keselamatan tinggi, dan pengalaman berkendara menyenangkan.

  • e3: Tiga motor independen, CTB, rear wheel steering, VMC → karakter lincah dan stabil
  • e4: Quad motor, CTB terbaru, high-performance chassis → hypercar dengan akselerasi 0–100 km/jam 2,36 detik

Bagi pasar Indonesia, platform ini bukan sekadar pamer teknologi, tapi sinyal bahwa EV aman, menyenangkan, dan punya karakter kuat.

FAQ BYD Platform e3 & e4

  • Apa perbedaan utama platform e3 dan e4?
    e3: tiga motor independen, luxury performance; e4: empat motor, hypercar, performa ekstrem
  • Mobil apa yang menggunakan platform ini?
    e3 → Denza Z9 GT, e4 → Yangwang U9
  • Keunggulan CTB?
    Baterai menyatu dengan rangka → torsional rigidity +32%, frontal impact -15%, tabrakan samping -35%
  • Fungsi rear wheel steering 20°?
    Memperbesar kelincahan di kecepatan rendah dan stabilitas tinggi
  • Seberapa canggih sensor?
    33 sensor berkendara + 2 LiDAR, dikontrol oleh VMC secara real-time
  • Platform e4 hanya untuk balap?
    Tidak, tetap aman dan legal untuk jalan raya
  • Relevansi untuk Indonesia?
    Menjawab kebutuhan EV yang aman, stabil, dan fun to drive
  • Arah pengembangan BYD selanjutnya?
    Masih di fase e3, perlahan menuju e4, kemungkinan turun ke model lebih terjangkau di masa depan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *