Media90 – XPeng dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menghadirkan mobil hybrid di Indonesia. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan dengan teknologi elektrifikasi yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.
Vice President of Marketing XPeng Indonesia, Hari Arifianto, menyampaikan bahwa pihaknya melihat potensi pasar mobil hybrid di Tanah Air cukup besar. Meski demikian, perusahaan masih melakukan berbagai pertimbangan sebelum benar-benar membawa teknologi tersebut ke Indonesia.
Menurut Hari, faktor harga menjadi salah satu aspek utama yang harus diperhitungkan. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin menghadirkan teknologi canggih jika pada akhirnya membuat konsumen harus membayar terlalu mahal.
“Hybrid ada, cuma memang ujung-ujungnya kami harus mempertimbangkan berapa harga yang harus dibayar oleh konsumen kami. Itu yang utama, jangan sampai teknologi tinggi tapi konsumen bayar mahal,” ujar Hari saat ditemui di sela peresmian diler XPeng Pluit di Jakarta Utara, Selasa (10/3/2026).
Selain harga, kesiapan layanan purna jual juga menjadi perhatian serius. XPeng ingin memastikan ketersediaan suku cadang untuk jangka panjang sebelum meluncurkan model baru di pasar Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan ketersediaan komponen kendaraan setidaknya hingga 10 tahun setelah mobil dipasarkan. Hal ini dianggap penting untuk memberikan rasa aman bagi konsumen yang membeli kendaraan mereka.
“Kami tidak ingin serta-merta ikut-ikutan membawa mobil hybrid ke sini hanya karena tren. Harus benar-benar dipastikan kesiapan infrastrukturnya, termasuk layanan purna jual, sebelum mobil itu dijual di pasar Indonesia,” jelasnya.
Dua Mobil Listrik XPeng yang Sudah Dijual di Indonesia
Saat ini XPeng baru memasarkan dua model mobil listrik di Indonesia, yaitu XPeng X9 dan XPeng G6.
XPeng X9 merupakan kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) yang hadir dengan desain futuristik, interior premium, serta dukungan teknologi penggerak otonom yang menjadi salah satu ciri khas merek tersebut.
Sementara itu, XPeng G6 adalah Sport Utility Vehicle (SUV) listrik yang dirancang untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.
Harga Mobil XPeng Naik Usai Insentif Berakhir
Harga kedua mobil tersebut diketahui mengalami kenaikan setelah berakhirnya insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kendaraan listrik dari pemerintah.
Menurut Hari, kenaikan harga rata-rata mencapai sekitar 10 persen.
Harga XPeng G6 yang sebelumnya berada di kisaran Rp619 juta kini naik menjadi sekitar Rp679 juta. Sementara itu, harga XPeng X9 yang sebelumnya Rp1,059 miliar kini meningkat menjadi sekitar Rp1,169 miliar.
Kenaikan ini terjadi karena perubahan tarif PPN yang sebelumnya hanya dua persen menjadi 12 persen setelah insentif tidak lagi berlaku.
Hari mengakui bahwa berakhirnya insentif tersebut menjadi tantangan bagi pelaku industri otomotif, termasuk XPeng.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagaimana setiap pemain di industri otomotif dapat memberikan nilai tambah kepada konsumen,” ujarnya.
XPeng Siapkan Mobil Baru untuk Pasar Indonesia
Meski menghadapi tantangan dari sisi pajak, XPeng tetap berencana memperluas lini produknya di Indonesia. Perusahaan bahkan telah menyiapkan model baru untuk diperkenalkan ke pasar domestik.
Hari menyebut bahwa perusahaan ingin menghadirkan lebih banyak pilihan kendaraan agar tidak hanya bergantung pada dua model yang saat ini dipasarkan.
“Kami ingin membawa excitement baru ke pasar Indonesia, salah satunya dengan memperkenalkan teknologi baru atau varian baru,” katanya.
Namun, ia belum mengungkapkan secara rinci model kendaraan yang akan dibawa ke Indonesia. Meski begitu, ia memberi sinyal bahwa peluncuran tersebut kemungkinan tidak akan lama lagi.
“Penginnya dekat-dekat (waktu peluncuran). Teman-teman nanti pasti diundang,” pungkasnya.














