TEKNO

Apple Cetak Rekor Sejarah, Penjualan iPhone Melonjak 23 Persen pada Awal 2026

5
×

Apple Cetak Rekor Sejarah, Penjualan iPhone Melonjak 23 Persen pada Awal 2026

Sebarkan artikel ini
Apple Catat Kenaikan Penjualan 23%, Ini Faktor Pendorongnya
Apple Catat Kenaikan Penjualan 23%, Ini Faktor Pendorongnya

Media90 – Apple resmi mencatatkan pencapaian bersejarah dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2026. Perusahaan teknologi raksasa yang bermarkas di Cupertino, Amerika Serikat, ini berhasil memecahkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa dari penjualan lini iPhone.

Pada periode Oktober hingga Desember 2025, pendapatan iPhone tercatat mencapai 85,2 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp1.430 triliun. Angka tersebut melonjak signifikan sebesar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus melampaui rekor lama yang tercipta pada awal 2022 sebesar 71,6 miliar dolar AS.

Capaian ini menjadi titik balik penting bagi Apple setelah sempat mengalami tren penjualan yang relatif stagnan dalam empat tahun terakhir. Secara keseluruhan, total pendapatan Apple pada kuartal ini meningkat 16 persen menjadi 143,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.412 triliun.

iPhone kembali membuktikan posisinya sebagai tulang punggung utama bisnis Apple dengan kontribusi pendapatan terbesar. Sektor layanan (Services) juga mencatatkan performa impresif dengan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Dominasi iPhone 17 Series dan Fenomena “Supply Chase Mode”

CEO Apple, Tim Cook, mengungkapkan bahwa lonjakan pendapatan ini didorong oleh tingginya minat konsumen terhadap keluarga iPhone 17 Series. Permintaan pasar terhadap lini terbaru tersebut disebut jauh melampaui ekspektasi awal perusahaan.

Baca Juga:  3 Tips Instal Aplikasi dari App Store di iPhone Lama dengan Mudah!

Salah satu faktor kunci di balik tingginya minat konsumen adalah strategi Apple dalam “meratakan” fitur-fitur premium ke model standar. Kini, iPhone 17 versi non-Pro telah dibekali fitur yang sebelumnya hanya tersedia di varian Pro, seperti always-on display dan layar dengan refresh rate tinggi. Strategi ini dinilai berhasil meningkatkan daya tarik iPhone bagi segmen pasar yang lebih luas.

Besarnya antusiasme pasar bahkan membuat Apple berada dalam kondisi yang disebut Tim Cook sebagai “supply chase mode”, yakni situasi di mana perusahaan harus bekerja ekstra untuk mengejar pasokan komponen dan stok perangkat demi memenuhi permintaan global.

Cook mengakui adanya keterbatasan suplai, khususnya terkait teknologi proses chip paling canggih yang digunakan pada iPhone terbaru. Menariknya, meskipun fitur AI generatif tingkat lanjut yang dijanjikan belum sepenuhnya hadir di tahap awal peluncuran, hal tersebut tidak menyurutkan minat konsumen untuk segera membeli iPhone 17 Series.

Baca Juga:  Rumor: Apple Segera Hadirkan MacBook Pro, iPhone, dan Apple Watch Super Tipis

Rekor Global dan Pertumbuhan Layanan

Pertumbuhan penjualan iPhone dilaporkan terjadi secara merata di berbagai wilayah dunia, mulai dari China, Eropa, Amerika Serikat, hingga Jepang. Namun, India menjadi sorotan khusus setelah mencatatkan rekor penjualan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah Apple di negara tersebut.

Selain perangkat keras, Apple juga mengumumkan bahwa jumlah perangkat aktif di seluruh dunia kini telah melampaui 2,5 miliar unit. Basis pengguna yang besar dan loyal ini turut mendorong pertumbuhan sektor layanan sebesar 14 persen secara tahunan, dengan pendapatan mencapai 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp503 triliun.

Sementara itu, lini bisnis Apple lainnya juga mencatatkan kontribusi signifikan. Segmen Wearables, Home, and Accessories menghasilkan pendapatan sebesar 11,5 miliar dolar AS, disusul iPad dengan 8,6 miliar dolar AS. Lini Mac mencatatkan pendapatan terendah sebesar 8,3 miliar dolar AS.

Baca Juga:  Apple Music Replay 2025 Resmi Hadir: Inovasi Statistik dan Playlist All Time

Meski beberapa kategori produk pendukung mengalami penurunan tipis, performa iPhone yang sangat kuat dinilai lebih dari cukup untuk menjaga kondisi finansial Apple tetap solid.

Masa Depan Inovasi dan Ekspansi Ekosistem Apple

Keberhasilan Apple mencetak rekor pendapatan di awal tahun 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa loyalitas pengguna terhadap ekosistem iOS masih sangat tinggi, meskipun persaingan industri teknologi semakin ketat dan kondisi ekonomi global penuh tantangan.

Dengan basis perangkat aktif yang telah menembus 2,5 miliar unit, Apple kini memiliki fondasi yang sangat kokoh untuk terus memperluas dominasinya. Fokus perusahaan ke depan diarahkan pada upaya mengatasi keterbatasan pasokan komponen serta mempersiapkan integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih mendalam, khususnya pada asisten virtual Siri.

Kesuksesan iPhone 17 Series juga menegaskan bahwa strategi pemerataan fitur premium ke model standar menjadi kunci utama dalam menarik minat pasar yang lebih luas. Tantangan selanjutnya bagi Apple adalah mempertahankan kepercayaan investor dan kepuasan pelanggan melalui pembaruan perangkat lunak yang konsisten.

Jika implementasi AI generatif yang dijanjikan berjalan mulus, Apple berpeluang kembali melampaui rekor finansialnya sendiri sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai standar emas inovasi teknologi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *