TEKNO

Bos Google DeepMind Hidup di Jam 1 Pagi, Pola Tidur Unik Demi Inovasi AI

2
×

Bos Google DeepMind Hidup di Jam 1 Pagi, Pola Tidur Unik Demi Inovasi AI

Sebarkan artikel ini
Bos Google DeepMind Mulai Aktivitas Jam 1 Pagi, Ini Pola Tidurnya yang Unik
Bos Google DeepMind Mulai Aktivitas Jam 1 Pagi, Ini Pola Tidurnya yang Unik

Media90 – Persaingan dalam pengembangan artificial intelligence (AI) yang kian sengit menuntut pemimpin teknologi untuk memiliki strategi produktivitas yang unik. Jika mayoritas CEO seperti Sundar Pichai (Google), Tim Cook (Apple), dan Mark Zuckerberg (Meta) dikenal menjaga rutinitas tidur malam yang teratur, CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, justru punya kebiasaan berbeda. Hassabis menerapkan sistem dua waktu kerja yang memisahkan aktivitas operasional dan riset kreatif.

Hassabis mengaku tidur sekitar enam jam per hari, tetapi waktunya tidak pada malam hari, melainkan dimulai setelah subuh. “Saya mencoba tidur enam jam, tetapi kebiasaan tidur saya tidak biasa. Saya mengaturnya di siang hari,” ujarnya dalam wawancara dengan Fortune. Pola ini memungkinkannya tetap memimpin perusahaan besar sekaligus melakukan riset mendalam di bidang sains.

Siklus Kerja Ganda: Manajemen dan Riset

Sehari-hari, Hassabis menghabiskan sesi kerja pertama di kantor untuk urusan operasional dan rapat tanpa jeda. Siang hari menjadi waktu untuk manajemen tim dan koordinasi proyek. Setelah itu, ia pulang untuk makan malam dan bersantai dengan keluarga demi menjaga keseimbangan hidup.

Baca Juga:  Memanfaatkan ChatGPT untuk Membuat Surat Lamaran Pekerjaan yang Efektif

Alih-alih langsung tidur, Hassabis memulai “hari kerja kedua” sekitar pukul 22.00 hingga 04.00 dini hari. Pada waktu ini, ia fokus berpikir, melakukan riset, dan mengerjakan pekerjaan kreatif yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Hassabis mengaku baru benar-benar merasa “hidup” untuk berkreasi sekitar pukul 01.00 pagi, sebelum tidur pukul 04.00 hingga 10.00 pagi dan kembali beraktivitas di kantor.

Rutinitas ini bukan kebiasaan sesaat, melainkan metode yang telah ia asah selama lebih dari satu dekade memimpin DeepMind. Sejak didirikan pada 2010 sebagai laboratorium AI dan diakuisisi Google pada 2014, DeepMind menjadi pusat inovasi AI, termasuk pengembangan LLM (Large Language Models) Gemini. Hassabis juga memimpin Isomorphic Labs, startup yang memanfaatkan AI untuk menyelesaikan masalah penyakit melalui pemodelan protein.

Baca Juga:  PHK Massal di Pabrik Tesla California: 601 Karyawan Kembali Terkena Dampak

Evolusi DeepMind dan Tekanan Inovasi AI

Pada 2023, DeepMind digabung dengan Google Brain menjadi Google DeepMind, divisi yang menjadi tulang punggung produk AI Google. Meski memimpin unit AI raksasa ini, Hassabis tetap aktif berkontribusi dalam riset ilmiah. Prestasinya terbukti dengan perolehan Penghargaan Nobel Kimia pada 2024. Waktu kerja dini hari yang sunyi dari gangguan operasional menjadi laboratorium terbaiknya untuk inovasi.

Antara Performa dan Kesehatan

Hassabis menyadari bahwa pola tidurnya tidak ideal menurut standar kesehatan, yang merekomendasikan 7–9 jam per hari. Namun, keheningan dini hari menjadi momen terbaik untuk merancang masa depan AI. Pendekatan non-konvensional terhadap waktu tidur ini bukan hal baru di dunia teknologi. CEO Tesla, Elon Musk, misalnya, pernah tidur enam jam dan bahkan di lantai pabrik saat periode produksi penting demi menjaga produktivitas.

Baca Juga:  Elon Musk Gugat OpenAI dan Microsoft Rp2,27 Kuadriliun, Perseteruan AI Memanas

Bagi para pemimpin teknologi dunia, pola tidur unik seolah menjadi strategi wajib untuk tetap unggul di tengah persaingan yang kian kompetitif dan cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *