TEKNO

Canggih! “Tim AI” Jadi Otak di Balik Produksi Microdrama China

2
×

Canggih! “Tim AI” Jadi Otak di Balik Produksi Microdrama China

Sebarkan artikel ini
Hebat! 'Tim AI' Jadi Otak Produksi Microdrama di China
Hebat! 'Tim AI' Jadi Otak Produksi Microdrama di China

Media90 – Pernah ketagihan menonton drama vertikal Cina (dracin) di media sosial? Potongan-potongan microdrama berdurasi singkat ini menampilkan emosi kuat dan akhir menggantung yang sulit dilewatkan. Namun, di balik layar, teknologi tinggi telah mengambil alih: kecerdasan buatan (AI) kini menggantikan hampir seluruh lini produksi.

Di Cina, industri microdrama berada di titik di mana AI mengelola semua aspek produksi, mulai dari menulis skenario hingga membuat musik latar. Perubahan ini didorong kebutuhan akan produksi cepat dan berskala besar, di pasar yang bernilai $8,4 miliar (sekitar Rp142 triliun).

“Strange Mirror of Mountains and Seas”: Microdrama Viral Hasil AI

Salah satu contoh sukses adalah serial viral Strange Mirror of Mountains and Seas karya Chen Kun. Drama fantasi ultra-short ini telah ditonton lebih dari 50 juta kali, dengan hampir setiap elemen visual dan narasinya dibuat oleh AI.

Baca Juga:  Cina Kerahkan Robot Humanoid Walker S2 Jaga Perbatasan Vietnam

Chen Kun mengungkapkan bahwa rekan utamanya dalam proses kreatif adalah AI. Ia tidak memiliki kru film konvensional, melainkan mengelola “Tim AI” di mana setiap software memiliki peran spesifik.

  • ChatGPT digunakan untuk menulis skenario, membuat percakapan, dan menyusun episode 30 detik.
  • Midjourney menjadi lead artist, menghasilkan gambar statis karakter, monster, dan pemandangan fantasi berkualitas tinggi.
  • Kling AI mengubah gambar statis menjadi video bergerak realistis.
  • Suno AI menciptakan soundtrack orisinal yang sesuai dengan tiap adegan.

Campur tangan manusia hanya sebatas edit final dan voice-over, menjadikan proses produksi lebih cepat dan efisien.

Microdrama, Format Tepat untuk AI

Menurut Chen, microdrama ideal untuk AI karena durasi singkat dan layar HP kecil membuat penonton jarang menyadari glitch visual kecil. Kecepatan menjadi kunci dalam industri di mana ratusan judul baru dirilis setiap minggu. Tugas yang biasanya memakan hari-hari, seperti efek tentara digital atau adegan fantasi kompleks, kini bisa selesai dalam dua menit. Bahkan perusahaan besar seperti Huace Group menciptakan AI yang menilai novel jutaan kata hanya dalam dua jam, dibanding sebelumnya dua minggu dengan tim manusia.

Baca Juga:  8 Alasan Mendesak Mengapa Kamu Wajib Memasang Pelindung Layar di Ponselmu

Hilangnya Lapangan Pekerjaan vs Kesempatan Baru

Pengambilalihan AI menimbulkan kekhawatiran soal masa depan penulis, aktor, dan desainer konsep. Meski begitu, kreator seperti Chen Kun tetap optimis. Profesi baru seperti “Prompt Engineers”, yang merancang perintah kreatif untuk memandu AI, diprediksi akan muncul. Meskipun AI menghasilkan visual, ide di balik prompt tetap berasal dari manusia.

Manusia Masih Dibutuhkan

Para ahli industri menekankan bahwa manusia belum akan tergantikan sepenuhnya. AI berperan sebagai alat untuk mempercepat proses, bukan menggantikan inti storytelling. Elemen seperti nuansa emosional, vibe akhir cerita, dan pemahaman artistik tetap berada di tangan manusia. Banyak sekolah film pun tetap mendorong siswa untuk merekam video dengan aktor dan peralatan nyata.

Baca Juga:  Indosat Raih Pujian Bergengsi di World Communications Award 2023

Meski begitu, satu hal pasti: dalam dunia microdrama Cina yang cepat, AI telah resmi menjadi bintang utama baru di balik layar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *