TEKNO

CEO JETE Jhonny Thio Doran Masuk Daftar Fortune 40 Under 40, Bukti Kejayaan Brand Lokal di Kancah Global

7
×

CEO JETE Jhonny Thio Doran Masuk Daftar Fortune 40 Under 40, Bukti Kejayaan Brand Lokal di Kancah Global

Sebarkan artikel ini
CEO JETE Raih Penghargaan Fortune 40 Under 40, Tunjukkan Kejayaan Brand Lokal di Kancah Internasional
CEO JETE Raih Penghargaan Fortune 40 Under 40, Tunjukkan Kejayaan Brand Lokal di Kancah Internasional

Media90 – Nama Jhonny Thio Doran, CEO JETE dan Doran Group, resmi tercatat dalam daftar bergengsi 40 Under 40 Fortune Indonesia 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas pertumbuhan bisnis yang masif sekaligus dampak nyata Jhonny dalam menggerakkan ekonomi lokal, tercermin dari terciptanya lebih dari 1.000 lapangan kerja baru di berbagai daerah di Indonesia.

Di tengah lanskap teknologi yang terus berubah, Jhonny membuktikan bahwa brand lokal mampu bersaing dengan raksasa global tanpa mengabaikan tanggung jawab sosial. Bagi Jhonny, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari laba, tetapi juga dari sejauh mana taraf hidup karyawan dan masyarakat meningkat seiring ekspansi bisnisnya.

Mimpi Besar dari Kamar Kost Sempit

Perjalanan Jhonny menuju puncak tidak instan. Pada 2008, ia memulai bisnisnya dari kamar kost kecil yang sekaligus dijadikan gudang. Berjualan jam tangan dan aksesori ponsel dari toko ke toko, ia mengelola seluruh operasional seorang diri, mulai dari pengadaan barang hingga pengiriman.

Baca Juga:  Pemerintah Matangkan Aturan AI Nasional: Jaga Inovasi, Lindungi Keamanan Digital

Dengan memanfaatkan platform komunitas seperti Kaskus, Jhonny menemukan peluang untuk mengembangkan bisnisnya. Kenaikan volume penjualan memaksa ia mengajak rekan satu kostnya untuk bergabung. Langkah kecil ini menjadi cikal bakal organisasi bisnis yang kini menaungi ratusan karyawan.

Evolusi Bisnis: Dari Ruko Hingga JETE Tower

Pada 2011, Jhonny harus menyewa satu lantai penuh di rumah kostnya untuk menampung stok barang. Titik balik terjadi ketika operasional dipindahkan ke ruko untuk menjalankan strategi bisnis lebih matang. Struktur organisasi formal mulai dibentuk dengan pembagian divisi gudang, administrasi, dan penjualan.

Tahun 2014 menjadi fase penting ketika Jhonny meluncurkan brand JETE. Meski awalnya bersaing dengan produk gadget impor, ia tetap konsisten membangun ekosistem bisnis berkelanjutan, fokus pada produk, layanan purna jual, dan distribusi luas. Pertumbuhan ini memuncak dengan pindahnya kantor pusat ke JETE Tower Surabaya pada 2017, menandai ekspansi karyawan hingga ratusan orang.

Baca Juga:  Dari Rp200 Ribu Jadi Rp1,17 Triliun: Kisah Penjualan Domain AI.com yang Menghebohkan Dunia

Ketangguhan di Masa Krisis dan Ekspansi Global 2026

Pandemi Covid-19 pada 2019 menjadi ujian sekaligus pembuktian visi Jhonny. Saat banyak perusahaan melakukan efisiensi dan PHK, JETE justru membuka official store pertamanya di WTC Surabaya untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Memasuki 2026, Doran Group mengelola lebih dari 150 gerai ritel di kota besar seperti Jakarta, Medan, dan Makassar, dengan target ekspansi:

  • Menembus lebih dari 200 gerai ritel.
  • Fokus pada kota tier-2 dan lokasi strategis (bandara, stasiun, rumah sakit).
  • Memperkuat entitas bisnis di Shenzhen, Tiongkok, sebagai langkah go-global.

Mendukung Gaya Hidup Sehat dan Nilai Jangka Panjang

Selain perangkat teknologi, Jhonny memperluas ekosistem JETE ke gaya hidup sehat melalui lini smartwatch, perangkat audio olahraga, dan penyelenggaraan ajang lari nasional seperti JETE RUN. Inisiatif ini juga menggerakkan sektor UMKM lokal dan ekonomi kreatif.

Baca Juga:  Pasar Smartphone Indonesia Langsung Panas di Awal 2026, AI dan Baterai Jumbo Jadi Standar Baru

Sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN), Jhonny menekankan prinsip “For Better Day”. Baginya, kesuksesan sejati adalah menciptakan value jangka panjang bagi masyarakat luas.

“Ini bukan tentang saya, tapi tentang ribuan orang yang bekerja bersama membangun sebuah mimpi besar,” ujar Jhonny, menegaskan filosofi bisnisnya yang berbasis pemberdayaan dan keberlanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *