Media90 – Pernahkah Anda membayangkan sebuah nama domain di internet bisa bernilai setara ribuan rumah mewah?
Kisah luar biasa ini benar-benar terjadi. Dunia teknologi baru-baru ini dihebohkan oleh seorang pengusaha asal Malaysia yang berhasil mengubah modal ratusan ribu rupiah menjadi triliunan rupiah—hanya dari sebuah domain.
Investasi Digital Senilai Rp1,17 Triliun
Dikutip dari laporan Kompas, pengusaha teknologi asal Malaysia bernama Arsyan Ismail menjadi sorotan setelah berhasil menjual domain AI.com dengan harga fantastis: US$ 70 juta atau sekitar Rp1,17 triliun.
Transaksi ini disebut-sebut sebagai salah satu penjualan domain termahal yang pernah dipublikasikan.
Yang lebih mengejutkan, Arsyan membeli domain tersebut pada 4 Mei 1993 saat masih berusia 10 tahun. Dengan modal hanya US$ 100 (sekitar Rp200 ribu saat itu), ia nekat menggunakan kartu kredit ibunya tanpa izin.
“Dia marah besar karena saya membebani kartunya dengan pembelian domain,” kenang Arsyan.
Alasannya membeli domain tersebut sangat sederhana—”A.I.” adalah inisial namanya, Arsyan Ismail. Namun siapa sangka, puluhan tahun kemudian, singkatan itu menjadi simbol teknologi paling bernilai di dunia: Artificial Intelligence.
Sebelum akhirnya dibeli oleh Kris Marszalek, CEO Crypto.com, pada April 2025, domain ini sempat diperebutkan oleh perusahaan teknologi besar seperti OpenAI dan xAI milik Elon Musk.
Kini, AI.com direncanakan menjadi pusat layanan AI Agent personal yang revolusioner.
Kenapa Domain Bisa Semahal Itu?
Fenomena membeli domain murah lalu menjualnya kembali dengan harga tinggi dikenal sebagai domain flipping. Tapi apa yang membuat sebuah domain bisa dihargai hingga triliunan rupiah?
Menurut penyedia layanan domain dan hosting seperti Qwords, domain premium memiliki nilai tinggi karena:
- Kredibilitas instan
- Kekuatan SEO yang kuat
- Mudah diingat oleh pengguna
Berikut ciri-ciri domain yang bernilai tinggi:
- Pendek & Mudah Diingat
Biasanya hanya terdiri dari 2–4 huruf atau 1–2 kata (contoh: ai.com, go.com) - Mengandung Keyword Populer
Memiliki kata kunci yang sering dicari di mesin pencari - Brandable
Mudah diucapkan, profesional, dan cocok untuk brand global - Ekstensi TLD Populer
Ekstensi seperti .com masih menjadi primadona, disusul ekstensi niche seperti .ai
Cara Mulai Bisnis Domain untuk Pemula
Anda tidak perlu menunggu puluhan tahun untuk mendapatkan keuntungan dari domain. Dengan strategi yang tepat, siapa saja bisa mulai dari sekarang.
Berikut beberapa tips yang bisa Anda coba:
1. Pilih Nama yang Singkat dan “Clean”
Hindari penggunaan angka, tanda hubung (-), atau nama yang sulit dibaca. Semakin sederhana, semakin tinggi potensi nilainya.
2. Gunakan Domain Name Generator
Jangan terpaku pada satu ide. Gunakan tools generator untuk menemukan nama unik yang belum terdaftar.
3. Manfaatkan Momentum Promo
Investasi domain tidak harus mahal. Banyak penyedia domain menawarkan harga promo pada waktu tertentu.
Misalnya, Anda bisa memanfaatkan promo musiman seperti diskon Ramadan untuk membeli domain dalam jumlah banyak (bulk). Siapa tahu, salah satunya menjadi aset bernilai tinggi di masa depan.
4. Pilih Registrar yang Terpercaya
Keamanan adalah hal penting. Pastikan Anda membeli domain melalui registrar resmi seperti Qwords.
Registrar terpercaya akan memberikan harga transparan dan menghindari biaya tersembunyi saat perpanjangan.
5. Lindungi Data dengan WHOIS Protection
Data pemilik domain seperti nama, email, dan nomor telepon bisa diakses publik melalui WHOIS.
Untuk menghindari penyalahgunaan data, gunakan fitur WHOIS Protection. Banyak registrar yang bahkan menyediakan fitur ini secara gratis.
Peluang Besar di Era Digital
Kisah Arsyan Ismail membuktikan bahwa aset digital seperti domain bisa menjadi investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan.
Di era digital saat ini, nama domain bukan sekadar alamat website—melainkan aset strategis yang bisa bernilai miliaran bahkan triliunan rupiah.
Dengan riset yang tepat, keberanian mengambil peluang, dan sedikit keberuntungan, bukan tidak mungkin domain yang Anda beli hari ini akan menjadi “harta karun” di masa depan.














