Media90 – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kembali menghadirkan fenomena baru yang tak biasa. Sebuah startup memperkenalkan konsep unik di mana tubuh manusia bisa “disewa” oleh AI untuk menjalankan tugas di dunia nyata. Inovasi ini langsung menarik perhatian publik karena menggabungkan teknologi, ekonomi digital, dan konsep kerja masa depan dalam satu platform.
Startup di Balik Konsep “Sewa Manusia”
Startup bernama RentAHuman.ai ini didirikan oleh Alexander Liteplo. Platform tersebut memungkinkan agen AI untuk mencari, memesan, dan membayar manusia guna melakukan aktivitas fisik yang tidak bisa dilakukan secara virtual.
Ide ini muncul dari kebutuhan AI yang semakin canggih, namun tetap memiliki keterbatasan dalam berinteraksi langsung dengan dunia nyata. Dengan konsep ini, AI dapat “memanfaatkan” manusia sebagai perpanjangan tangan untuk mengeksekusi berbagai tugas di dunia fisik.
Pendaftar Membludak dalam Waktu Singkat
Menurut laporan dari Futurism, saat pertama kali diluncurkan pada awal Februari 2026, platform ini langsung menarik minat besar. Liteplo mengungkapkan bahwa dalam waktu singkat, lebih dari 130 orang telah mendaftar untuk “disewa” oleh AI.
Menariknya, latar belakang para pendaftar sangat beragam, mulai dari kreator konten hingga eksekutif startup. Tak butuh waktu lama, jumlah pendaftar melonjak drastis. Dalam dua hari saja, angka tersebut mencapai sekitar 73.000 orang.
Namun, hanya sebagian kecil profil yang benar-benar ditampilkan di platform, menunjukkan adanya proses seleksi atau kurasi tertentu yang dilakukan oleh pihak penyedia layanan.
Sistem Kerja yang Praktis dan Fleksibel
Cara kerja platform ini tergolong sederhana. Orang yang ingin bergabung cukup membuat profil berisi:
- Informasi lokasi
- Keterampilan
- Tarif per jam
Setelah itu, agen AI dapat memilih individu yang sesuai dengan kebutuhan tugas mereka. Instruksi kemudian diberikan oleh AI, dan manusia yang disewa harus menyelesaikan tugas tersebut serta memberikan bukti sebagai verifikasi.
Konsep ini membuat hubungan kerja menjadi lebih fleksibel, tanpa batasan geografis maupun jam kerja konvensional.
Dibayar Kripto, Tarif Bervariasi
Salah satu hal yang membuat platform ini unik adalah sistem pembayaran yang menggunakan aset kripto. Dengan metode ini, transaksi dapat dilakukan secara cepat, global, dan tanpa bergantung pada sistem keuangan tradisional.
Tarif yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari sekitar 1 dolar AS untuk tugas sederhana seperti berlangganan akun media sosial, hingga 100 dolar AS untuk tugas yang lebih spesifik seperti membuat konten foto tertentu.
Liteplo melihat peluang besar dalam konsep ini. Ia meyakini bahwa masa depan akan melibatkan kolaborasi erat antara manusia dan AI. Dalam pandangannya, robot masih membutuhkan “tubuh” manusia untuk menjembatani keterbatasan fisik teknologi saat ini.
Konsep ini juga terinspirasi dari model ekonomi gig yang telah populer lebih dulu melalui platform seperti Uber, serta di Indonesia melalui Gojek dan Grab. Bedanya, jika sebelumnya manusia melayani manusia lain, kini manusia justru melayani AI sebagai “klien”.
Peluang Besar, Tantangan Baru
Fenomena ini membuka diskusi baru tentang masa depan pekerjaan. Di satu sisi, peluang kerja menjadi semakin luas dan fleksibel. Siapa pun bisa menawarkan jasa mereka kepada AI dari berbagai belahan dunia.
Namun di sisi lain, muncul pula berbagai pertanyaan etis dan sosial. Mulai dari bagaimana regulasi akan diterapkan, perlindungan pekerja, hingga bagaimana posisi manusia dalam ekosistem kerja yang semakin didominasi oleh AI.
Meski masih dalam tahap awal, konsep “manusia disewa AI” menunjukkan arah baru dalam evolusi teknologi dan ekonomi digital. Jika terus berkembang, bukan tidak mungkin model kerja ini akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di masa depan.














