TEKNO

Hujan Jadi Listrik: Inovasi Baru Energi Terbarukan dari Tetesan Air

171
×

Hujan Jadi Listrik: Inovasi Baru Energi Terbarukan dari Tetesan Air

Sebarkan artikel ini
Dari Langit ke Energi: Ilmuwan Temukan Cara Menghasilkan Listrik dari Hujan
Dari Langit ke Energi: Ilmuwan Temukan Cara Menghasilkan Listrik dari Hujan

Media90 – Hujan selama ini identik dengan langit mendung, jalanan basah, dan genangan air. Namun di tangan para ilmuwan, tetesan hujan ternyata menyimpan potensi energi yang luar biasa. Sebuah penelitian terbaru mengungkap teknologi yang mampu mengubah tetesan hujan menjadi sumber listrik ramah lingkungan.

Tim peneliti dari University of Connecticut tengah mengembangkan sistem yang dapat menangkap energi kinetik dari tetesan air hujan saat jatuh ke permukaan tertentu. Energi gerak yang selama ini terbuang begitu saja kini coba dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik berskala kecil, membuka peluang baru dalam pengembangan energi terbarukan.

Ads
close ads

Mengubah Gerak Tetesan Air Menjadi Energi

Ketika hujan turun, setiap tetes air memiliki energi kinetik—energi yang dihasilkan karena gerakan. Meski energi dari satu tetes air sangat kecil, jumlahnya menjadi signifikan saat hujan deras berlangsung selama berjam-jam.

Para peneliti memanfaatkan fenomena yang disebut efek triboelektrik, yaitu efek fisika di mana gesekan antara dua permukaan dapat menghasilkan muatan listrik. Dalam teknologi ini, permukaan material dirancang sedemikian rupa sehingga saat tetesan hujan menyentuhnya, terjadi pemisahan muatan listrik secara spontan.

Profesor Chun-Long Chen dari Department of Materials Science & Engineering menjelaskan bahwa pendekatan ini membuka potensi sumber energi yang sebelumnya tidak pernah dimanfaatkan. Menurutnya, hujan bisa menjadi sumber listrik bersih, terutama di wilayah tropis dengan curah hujan tinggi.

Permukaan material yang digunakan dalam eksperimen telah dimodifikasi agar memiliki daya triboelektrik yang tinggi. Ketika air hujan menyentuhnya, tercipta perbedaan potensial listrik antara permukaan dan udara di sekitarnya. Energi ini kemudian dialirkan melalui sirkuit kecil untuk menghasilkan listrik yang nyata, yang dapat langsung digunakan atau disimpan.

Ramah Lingkungan Tanpa Turbin

Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah kesederhanaannya. Tidak seperti pembangkit listrik tenaga air atau angin yang memerlukan turbin, magnet besar, atau struktur mekanis kompleks, sistem ini hanya membutuhkan permukaan khusus dan tetesan hujan.

Tanpa pembakaran bahan bakar fosil dan tanpa emisi karbon, teknologi ini dinilai sangat ramah lingkungan. Selama hujan turun, listrik dapat dihasilkan secara alami tanpa menghasilkan limbah atau polusi.

Konsep ini juga selaras dengan upaya global dalam mencari sumber energi alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan. Di tengah krisis iklim dan meningkatnya kebutuhan energi, memanfaatkan fenomena alam sehari-hari seperti hujan menjadi langkah inovatif yang menjanjikan.

Tantangan Efisiensi Masih Dihadapi

Meski terdengar menjanjikan, teknologi ini masih berada dalam tahap pengembangan awal. Salah satu tantangan terbesar adalah efisiensi konversi energi yang relatif rendah. Energi kinetik dari tetesan hujan jauh lebih kecil dibandingkan energi dari angin kencang atau aliran air deras seperti di bendungan.

Namun, para ilmuwan optimistis bahwa efisiensi dapat ditingkatkan. Dengan optimalisasi bentuk permukaan, struktur mikro material, dan pemilihan bahan yang lebih responsif terhadap efek triboelektrik, produksi listrik bisa menjadi lebih maksimal.

Penelitian lanjutan juga diarahkan untuk meningkatkan stabilitas dan daya tahan material terhadap paparan cuaca ekstrem dalam jangka panjang.

Potensi untuk Bangunan Pintar

Jika terus berkembang, teknologi ini berpotensi menjadi bagian dari arsitektur bangunan masa depan. Atap atau fasad gedung bisa dirancang dengan lapisan khusus yang mampu menghasilkan listrik setiap kali hujan turun.

Dalam uji coba awal, hujan deras yang berlangsung beberapa jam terbukti mampu menghasilkan energi yang cukup untuk mengoperasikan beberapa perangkat. Ini menunjukkan bahwa, meskipun skalanya masih terbatas, potensi aplikasinya nyata.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sumber energi terbarukan tidak selalu harus berasal dari matahari atau angin. Bahkan hujan—fenomena yang sering dianggap biasa—dapat menjadi sumber daya berharga jika dikelola dengan teknologi yang tepat.

Dengan pengembangan lebih lanjut, bukan tidak mungkin suatu hari nanti kita memiliki bangunan yang secara otomatis menghasilkan listrik setiap kali hujan turun. Teknologi ini mungkin tidak akan menggantikan pembangkit listrik besar, tetapi bisa menjadi pelengkap yang signifikan dalam ekosistem energi bersih.

Riset Anthropic Profesi Guru Lebih Sulit Digantikan AI Dibanding Programmer
TEKNO

Media90 – Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif terus memicu perdebatan mengenai masa depan berbagai profesi di dunia kerja. Banyak pihak sebelumnya beranggapan sektor pendidikan dan pengajaran akan menjadi salah satu bidang yang paling cepat terdampak otomatisasi AI. Namun, riset terbaru dari perusahaan laboratorium AI Anthropic justru menunjukkan hasil yang berbeda. Dalam studi tersebut, profesi guru dinilai memiliki ketahanan jauh lebih tinggi terhadap disrupsi AI dibanding profesi teknis seperti programmer atau penulis kode. Ads close ads Temuan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa pekerjaan berbasis komunikasi interpersonal lebih mudah ditiru oleh model bahasa besar atau large language model (LLM)….

ChatGPT Personal Finance Resmi Hadir AI Kini Bisa Bantu Analisis Keuangan Pengguna
TEKNO

Media90 – OpenAI kembali memperluas kemampuan platform kecerdasan buatannya dengan memperkenalkan ChatGPT Personal Finance. Fitur baru ini memungkinkan ChatGPT memahami kondisi finansial pengguna melalui integrasi langsung dengan akun perbankan pribadi. Saat ini, ChatGPT Personal Finance masih berada dalam tahap pratinjau atau preview. OpenAI memprioritaskan akses awal untuk pelanggan ChatGPT Pro di Amerika Serikat yang berlangganan dengan biaya 200 dolar AS per bulan. Ads close ads Setelah fase uji coba dan pengumpulan masukan pengguna selesai, perusahaan berencana memperluas ketersediaan fitur tersebut ke pelanggan ChatGPT Plus. Untuk mendukung integrasi data keuangan, OpenAI bekerja sama dengan Plaid, perusahaan teknologi finansial yang menjadi penghubung…

Xiaomi Resmi Luncurkan Mijia Electric Toothbrush Pro Dibanderol Rp1 Jutaan
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali memperluas ekosistem perangkat rumah pintarnya dengan meluncurkan Mijia Electric Toothbrush Pro untuk pasar Tiongkok. Sikat gigi elektrik terbaru ini hadir membawa material bodi premium serta sejumlah fitur pintar yang dirancang untuk memantau sekaligus mengoptimalkan rutinitas kebersihan gigi pengguna. Berbeda dari sikat gigi elektrik biasa yang hanya mengandalkan putaran standar, Xiaomi merancang perangkat ini untuk meniru teknik menyikat gigi yang direkomendasikan secara medis melalui kombinasi teknologi motor dan sensor internal. Ads close ads Mijia Electric Toothbrush Pro dibekali motor dual-degree-of-freedom yang mampu meniru metode Bass, yakni teknik menyikat gigi dengan posisi sikat pada sudut tertentu di area…

MacBook Neo Resmi Hadir di Indonesia Dibanderol Mulai Rp10 Jutaan
TEKNO

Media90 – Apple resmi membuka pemesanan awal atau pre-order laptop terbarunya, MacBook Neo, di Indonesia mulai 15 Mei 2026. Kehadiran perangkat ini langsung mencuri perhatian publik karena menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan lini MacBook lainnya. Sejumlah Apple Authorized Reseller (AAR) di Indonesia seperti iBox, Digimap, Blibli, hingga Hello Store sudah mulai membuka halaman pemesanan MacBook Neo melalui situs resmi masing-masing. Laptop ini diposisikan sebagai perangkat entry-level bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar. Ads close ads Di pasar Indonesia, MacBook Neo dibanderol mulai Rp10.749.000 untuk varian RAM 8 GB dengan penyimpanan…

Penelitian Sebut Chip AI Nvidia A100 Mengandung 32 Jenis Logam Termasuk Zat Berbahaya
TEKNO

Media90 – Selama ini, perbincangan mengenai dampak negatif kecerdasan buatan (AI) terhadap lingkungan lebih banyak berfokus pada tingginya konsumsi listrik dan jejak karbon pusat data. Namun, sebuah studi terbaru dari Universitas Bonn, Jerman, mengungkap sisi lain yang jarang dibahas, yakni jejak material serta kandungan logam beracun di dalam perangkat keras penopang AI. Penelitian yang dilakukan Sustainable AI Lab Bonn tersebut membedah salah satu chip AI paling populer di dunia, Nvidia A100. GPU ini dikenal sebagai komponen utama yang menjadi tulang punggung ledakan awal popularitas chatbot generatif secara global. Ads close ads Dalam eksperimen tersebut, para peneliti melakukan analisis kimia untuk…

Xiaomi 17T Muncul di Geekbench Database, Gunakan Dimensity 8500
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah salah satu model terbaru dari lini Xiaomi 17 Series, yaitu Xiaomi 17T, muncul di database benchmark Geekbench. Kehadiran perangkat ini menandai potensi ekspansi baru dari seri flagship mereka yang sebelumnya telah dirilis global pada Februari 2026 dengan model Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Hasil Geekbench AI Xiaomi 17T Perangkat dengan nomor model 2602DPT53G terpantau muncul di Geekbench AI, platform pengujian performa kecerdasan buatan. Nomor model tersebut diyakini kuat merupakan milik Xiaomi 17T berdasarkan sejumlah sertifikasi yang beredar sebelumnya. Ads close ads Dari hasil pengujian, Xiaomi 17T mencatat skor 777 untuk single-precision, 858…

Industri Smartphone India Tumbuh, Ekspor Meningkat hingga 28% Versi Counterpoint
TEKNO

Media90 – Pasar manufaktur smartphone di India menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, ekspor smartphone buatan India tercatat melonjak hingga 28%, dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total unit produksi di negara tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa India semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur smartphone global, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk ekspor internasional. Ads close ads Dixon dan Samsung Pimpin Pasar EMS Dalam sektor Electronics Manufacturing Services (EMS), perusahaan lokal Dixon Technologies menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan tahunan mencapai 89%. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya pesanan dari berbagai…