Media90 – Terobosan baru di dunia medis datang dari Universitas Granada dan lembaga riset biomedis ibs.GRANADA di Spanyol. Tim peneliti dari kedua institusi tersebut berhasil mengembangkan kornea buatan berbahan dasar sisik ikan, yang digadang-gadang menjadi solusi alternatif dengan biaya lebih rendah dibanding transplantasi kornea dari donor manusia.
Secara medis, kornea merupakan lapisan transparan di bagian depan mata yang berperan penting dalam proses penglihatan. Ketika mengalami kerusakan, kornea sangat sulit diperbaiki karena tidak memiliki pembuluh darah serta memiliki kemampuan regenerasi jaringan yang terbatas.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, para peneliti memanfaatkan sisik dari beberapa spesies ikan yang umum dijual di pasar. Profesor Histologi dari Universitas Granada, Ingrid Garzon, menjelaskan bahwa implan kornea dari sisik ikan ini memiliki sejumlah keunggulan penting.
“Produk ini bersifat biokompatibel dengan tubuh, transparan, serta memiliki ketahanan yang baik,” ujar Garzon. Ia juga menambahkan bahwa bahan bakunya mudah diperoleh dan relatif murah, sehingga berpotensi menjadi solusi medis yang lebih terjangkau secara luas.
Selain manfaat di bidang kesehatan, inovasi ini juga dinilai dapat memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi, khususnya industri perikanan lokal. Pemanfaatan sisik ikan yang selama ini kurang bernilai bisa menjadi bahan baku penting dalam teknologi medis masa depan.
Meski hasil awal penelitian cukup menjanjikan, pengembangan kornea buatan ini masih berada pada tahap awal. Saat ini, pengujian baru dilakukan di laboratorium serta melalui uji coba pada hewan. Namun demikian, para peneliti menyebutkan bahwa hasil uji coba tersebut menunjukkan fungsi yang baik pada subjek penelitian.
Peneliti lain yang terlibat, Miguel Alaminos, menekankan pentingnya inovasi ini sebagai alternatif di masa depan. Menurutnya, meskipun transplantasi kornea dari donor manusia selama ini memberikan hasil yang baik, ketergantungan pada donor tetap menjadi tantangan besar.
“Kita perlu mengembangkan metode regenerasi baru yang efektif dan tidak sepenuhnya bergantung pada donasi organ,” jelasnya.
Keberhasilan awal tim ilmuwan Spanyol ini juga sejalan dengan penelitian sebelumnya. Pada tahun 2016, Universitas Antwerp telah lebih dulu menemukan bahwa material dari sisik ikan memiliki sifat biokompatibel, sehingga berpotensi digunakan dalam pengembangan kornea buatan.
Dengan terus berkembangnya riset ini, kornea dari sisik ikan diharapkan dapat menjadi solusi inovatif yang tidak hanya efektif secara medis, tetapi juga lebih mudah diakses oleh masyarakat luas di masa depan.














