TEKNO

Larangan Penggunaan Power Bank di Pesawat dan Cara Aman Membawanya

4
×

Larangan Penggunaan Power Bank di Pesawat dan Cara Aman Membawanya

Sebarkan artikel ini
Jangan Keliru! Ini Aturan Terbaru dan Cara Aman Membawa Power Bank di Pesawat
Jangan Keliru! Ini Aturan Terbaru dan Cara Aman Membawa Power Bank di Pesawat

Media90 – Power bank telah menjadi perangkat penting bagi banyak orang yang sering bepergian. Kepraktisannya membuat pengguna tidak perlu bergantung pada sumber listrik konvensional, terutama saat mobilitas tinggi. Meski demikian, sejumlah maskapai penerbangan di Korea Selatan kini melarang penggunaan power bank di dalam pesawat. Kebijakan ini memunculkan pertanyaan seputar alasan keselamatan di balik larangan tersebut, sekaligus bagaimana penumpang tetap dapat membawa power bank dengan aman selama penerbangan.

Mengapa Power Bank Dilarang Digunakan di Pesawat

Larangan ini diberlakukan menyusul insiden kebakaran di pesawat Air Busan pada Januari tahun lalu yang dipicu korsleting baterai portabel. Kejadian tersebut menyoroti risiko serius baterai lithium-ion yang umum digunakan pada power bank. Dalam kondisi tertentu—terutama saat terjadi korsleting atau panas berlebih—baterai jenis ini berpotensi memicu kebakaran. Demi meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan penerbangan, maskapai menilai pembatasan penggunaan power bank sebagai langkah yang tidak terhindarkan.

Maskapai yang Menerapkan Kebijakan Baru

Sejumlah maskapai di bawah Grup Hanjin—yakni Korean Air, Asiana Airlines, Jin Air, Air Busan, dan Air Seoul—telah menerapkan larangan penggunaan power bank di kabin. Maskapai lain seperti Eastar Jet dan Jeju Air juga mengikuti kebijakan serupa. Sementara itu, T’way Air dan Aero K diperkirakan akan segera memberlakukan aturan yang sama. Tren ini menunjukkan bahwa hampir seluruh maskapai penerbangan di Korea Selatan kini menutup ruang penggunaan power bank selama penerbangan.

Baca Juga:  Final WRO 2025 di Singapura: Ribuan Pelajar Dunia Unjuk Inovasi Robot Masa Depan

Penumpang Masih Bisa Membawa Power Bank

Meski penggunaannya dilarang, penumpang tetap diperbolehkan membawa power bank ke dalam pesawat dengan syarat tertentu. Kapasitas dan jumlah perangkat harus sesuai ketentuan bagasi kabin. Selain itu, penumpang diwajibkan melakukan langkah pencegahan untuk mencegah korsleting, seperti menutup terminal baterai dengan isolasi listrik atau menyimpannya dalam kantong pelindung. Bahkan, Korean Air menyediakan selotip di konter check-in dan gerbang keberangkatan untuk membantu penumpang mematuhi aturan ini.

Cara Aman Menyimpan Power Bank di Pesawat

Agar perjalanan tetap aman, berikut rekomendasi penyimpanan power bank dari maskapai:

  1. Lindungi terminal baterai
    Tempelkan isolasi listrik pada terminal atau simpan dalam kantong pelindung untuk mencegah korsleting.
  2. Simpan di tempat yang mudah dijangkau
    Letakkan power bank di tangan penumpang, saku kursi, atau di bawah kursi depan. Hindari menyimpannya di kompartemen atas karena potensi keterlambatan deteksi jika terjadi masalah.
  3. Gunakan tas tahan api bila diperlukan
    Pesawat kini dilengkapi tas penyimpanan tahan api khusus untuk mengamankan power bank jika muncul tanda bahaya.
  4. Perhatikan indikator suhu
    Stiker sensitif suhu ditempelkan di area tertentu di kabin. Jika suhu melebihi 40°C, stiker akan berubah warna menjadi merah sehingga kru dapat segera bertindak.
Baca Juga:  Apple Dikabarkan Tak Rilis iPhone 18 Reguler di 2026, Ini Strategi Besarnya

Mengapa Power Bank Menjadi Isu Keselamatan Penerbangan

Larangan ini memicu diskusi luas antara kenyamanan dan keselamatan. Di satu sisi, power bank sangat membantu penumpang mengisi daya perangkat elektronik. Di sisi lain, risiko kebakaran baterai lithium-ion tidak bisa diabaikan—terutama di lingkungan dengan standar keselamatan tinggi seperti penerbangan. Teknologi baterai portabel masih menghadapi tantangan besar dalam hal keamanan, sehingga pengelolaannya perlu ekstra ketat.

Dampak bagi Penumpang dan Industri Penerbangan

Bagi penumpang, kebijakan ini menuntut persiapan lebih matang: mengisi penuh perangkat sebelum terbang atau memanfaatkan fasilitas pengisian daya di bandara. Meski membatasi aktivitas digital selama penerbangan, aturan ini menegaskan bahwa keselamatan tidak bisa dikompromikan.

Baca Juga:  6 Trik Menjadikan Ponsel Android Lama Serasa Baru Lagi

Bagi industri penerbangan, kebijakan tersebut menjadi strategi menjaga reputasi keselamatan dan mengurangi potensi kerugian akibat insiden. Pengalaman menunjukkan bahwa perangkat kecil seperti power bank dapat menimbulkan ancaman serius. Regulasi yang ketat mencerminkan adaptasi industri terhadap teknologi baru agar standar keselamatan tetap relevan di era digital.

Keselamatan Tetap Prioritas Utama

Pada akhirnya, keselamatan penerbangan adalah prioritas utama. Larangan penggunaan power bank menegaskan komitmen maskapai terhadap perlindungan penumpang. Meski efisien, baterai lithium-ion berisiko tinggi jika terjadi korsleting, sehingga pengawasan dan pengaturan ketat menjadi keharusan.

Kebijakan ini bukan sekadar aturan teknis, melainkan tanggung jawab bersama antara penumpang dan operator penerbangan. Dengan kepatuhan dan kerja sama, perjalanan udara tetap menjadi moda transportasi yang aman, efisien, dan tepercaya di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *