Media90 – Meta resmi mengumumkan penghentian fitur end-to-end encryption (E2EE) pada pesan langsung (DM) di Instagram. Berdasarkan pembaruan di halaman dukungan resminya, fitur ini tidak lagi tersedia mulai 8 Mei 2026, sehingga percakapan DM Instagram tidak lagi dilindungi enkripsi tingkat tinggi seperti sebelumnya.
Sejak Awal Hanya untuk Sebagian Pengguna
Sejak diperkenalkan, enkripsi end-to-end di Instagram DM memang tidak tersedia untuk semua pengguna. Opsi ini hanya dapat diaktifkan secara manual dan terbatas pada wilayah tertentu. Hal ini berbeda jauh dengan WhatsApp, yang menjadikan enkripsi end-to-end sebagai fitur default untuk semua pesan penggunanya.
Meta menyebut alasan utama penghentian ini adalah tingkat penggunaan yang rendah. Hanya sedikit pengguna yang benar-benar mengaktifkan E2EE di DM Instagram. Untuk pengguna yang tetap ingin menggunakan enkripsi, Meta menyarankan agar beralih ke WhatsApp.
Masa Depan Enkripsi di Platform Meta Lainnya
Sementara itu, Meta belum menjelaskan secara rinci mengenai masa depan enkripsi di Facebook Messenger. Saat ini, Messenger justru sedang dalam proses menjadikan enkripsi sebagai pengaturan bawaan untuk pesan pribadi. Dengan kata lain, keamanan pesan di tiap platform Meta ditangani secara berbeda.
Kontroversi dan Privasi
Perdebatan soal enkripsi memang sudah lama berlangsung di industri teknologi. Beberapa lembaga penegak hukum dan organisasi perlindungan anak berargumen bahwa enkripsi dapat menyulitkan pelacakan aktivitas kriminal. Sementara itu, banyak pihak menekankan bahwa teknologi ini krusial untuk melindungi privasi komunikasi pengguna.
End-to-end encryption memastikan pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima, tanpa ada pihak ketiga, termasuk Meta, yang dapat mengaksesnya. Dengan dihapusnya E2EE mulai 9 Mei, Meta akan bisa melihat isi pesan Instagram, termasuk ketika diminta pemerintah untuk memberikan data pengguna.














