Media90 – Platform dompet digital OVO mencatat pergeseran signifikan dalam pola aktivitas transaksi masyarakat selama bulan suci Ramadan. Berdasarkan analisis data transaksi pengguna, ritme ekonomi digital masyarakat kini menunjukkan konsentrasi tinggi pada dini hari, tepatnya menjelang hingga selesai waktu sahur.
Lonjakan Transaksi Dini Hari
Secara spesifik, volume transaksi pada pukul 03.00–05.00 pagi mengalami lonjakan drastis hingga 79 persen dibandingkan rata-rata transaksi pada periode yang sama di hari biasa di luar Ramadan. Kenaikan ini menunjukkan perubahan kebiasaan digital masyarakat: dini hari tidak lagi hanya untuk sahur, tetapi juga menjadi periode paling aktif bagi pengguna menuntaskan berbagai kebutuhan transaksi daring.
Dominasi Transaksi Daring saat Sahur
Dari sisi jenis transaksi, aktivitas daring saat sahur mengalami pertumbuhan kumulatif 76 persen, terutama didorong oleh belanja ritel di platform e-commerce. Transaksi e-commerce pada waktu sahur tercatat dua kali lipat lebih tinggi dibanding hari biasa.
Selain belanja, pengguna memanfaatkan waktu sahur untuk membayar berbagai tagihan digital dan membeli pulsa prabayar. Aktivitas ini juga meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding bulan-bulan biasa. Tidak hanya itu, hiburan digital pun turut naik: pembelian voucher game meningkat 58 persen, sementara layanan hiburan digital lainnya naik 36 persen.
Dari segi demografi, lonjakan transaksi sahur didominasi pengguna laki-laki berusia 25–34 tahun, dengan jumlah transaksi hampir dua kali lipat dibanding kelompok perempuan.
Pergeseran Transaksi Menjelang Berbuka
Selain dini hari, pergeseran transaksi juga terlihat saat menjelang berbuka puasa (16.00–18.00). Namun, karakter transaksinya berbeda: aktivitas lebih didominasi oleh kategori Food & Beverage (F&B), yang mencapai 42 persen dari total transaksi. Mayoritas transaksi berbuka dilakukan secara luring (offline), dengan jumlah tatap muka 3,5 kali lebih tinggi dibanding pemesanan daring.
Menu berbuka yang paling banyak diburu pengguna OVO meliputi gorengan, dimsum, martabak, serta minuman seperti kopi dan teh. Meski transaksi luring dominan, aktivitas daring tetap terjadi, dengan 29 persen transaksi online berasal dari belanja e-commerce dan 20 persen dari pembelian voucher game.
Kesimpulan
Data ini menunjukkan bahwa Ramadan mendorong perubahan pola konsumsi digital masyarakat: dini hari menjadi waktu utama transaksi daring, sementara sore hari didominasi tradisi berbuka secara luring. Fenomena ini menegaskan peran penting OVO sebagai platform pembayaran fleksibel yang mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, baik daring maupun luring, di bulan suci.














