Media90 – Samsung tampaknya terus mencari cara agar smartphone lipat bisa dijangkau oleh lebih banyak pengguna. Selain menyiapkan varian Fold dengan harga lebih terjangkau, perusahaan asal Korea Selatan ini juga disebut sedang mengeksplor desain flip phone yang lebih murah.
Petunjuk terbaru datang dari sebuah dokumen paten yang ditemukan oleh 91Mobiles. Paten tersebut diajukan oleh Samsung pada 20 Mei 2024 dan baru terdaftar secara resmi pada 3 Maret 2026.
Dalam dokumen tersebut terlihat konsep smartphone lipat model clamshell yang sekilas mirip dengan seri Samsung Galaxy Z Flip series. Namun, ada satu detail desain yang cukup berbeda pada bagian layar luar atau cover display.
Cover Display Berbentuk Bulat
Pada ilustrasi paten terlihat sebuah layar kecil berbentuk bulat yang ditempatkan di samping modul kamera belakang. Desain ini berbeda dengan generasi terbaru Galaxy Z Flip yang biasanya menggunakan cover display besar yang hampir memenuhi bagian depan perangkat saat dilipat.
Jika melihat gambar patennya, layar bulat tersebut tampak menjadi satu-satunya cover display pada perangkat. Ukurannya yang lebih kecil kemungkinan dipilih untuk menekan biaya produksi.
Panel yang lebih kecil tentu membutuhkan komponen yang lebih sederhana dibanding layar cover besar seperti yang digunakan pada model terbaru Galaxy Z Flip. Hal inilah yang berpotensi membuat harga perangkat bisa ditekan lebih rendah.
Saat perangkat dibuka, tampilannya terlihat seperti smartphone flip pada umumnya dengan layar utama memanjang di bagian dalam, mirip dengan desain seri Galaxy Z Flip yang sudah ada saat ini.
Potensi Harga Lebih Murah
Saat ini Samsung sudah memiliki opsi flip phone yang lebih terjangkau melalui Samsung Galaxy Z Flip 7 FE. Perangkat tersebut dijual dengan harga sekitar 900 dolar AS, atau sekitar Rp14 jutaan.
Namun jika Samsung benar-benar mengembangkan model dengan cover display kecil seperti yang terlihat dalam paten ini, harganya berpotensi turun lebih jauh.
Beberapa perkiraan awal menyebutkan bahwa perangkat seperti ini bisa berada di kisaran 600–700 dolar AS, atau sekitar Rp9,3 juta hingga Rp10,9 juta.
Masih Sebatas Eksplorasi Desain
Meski begitu, perlu diingat bahwa paten tidak selalu berujung menjadi produk komersial. Banyak konsep yang dipatenkan oleh perusahaan teknologi hanya sebagai bagian dari eksplorasi desain atau pengembangan teknologi.
Meski demikian, dokumen paten seperti ini biasanya memberikan gambaran mengenai arah eksperimen yang sedang dipertimbangkan oleh produsen.
Menarik untuk melihat apakah Samsung benar-benar akan menghadirkan flip phone dengan harga lebih terjangkau ini ke pasar dalam waktu dekat, atau apakah konsep tersebut masih akan tetap menjadi sekadar eksperimen desain untuk saat ini.














