TEKNO

Samsung Pamerkan Teknologi “Crease-Free OLED” di CES 2026, Babak Baru Ponsel Lipat Dimulai

1
×

Samsung Pamerkan Teknologi “Crease-Free OLED” di CES 2026, Babak Baru Ponsel Lipat Dimulai

Sebarkan artikel ini
Samsung Debut OLED “Crease-Free” di CES 2026, Inovasi Baru untuk Ponsel Lipat
Samsung Debut OLED “Crease-Free” di CES 2026, Inovasi Baru untuk Ponsel Lipat

Media90 – Di tengah gemerlap pameran teknologi terbesar dunia, Consumer Electronics Show (CES) 2026, raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung, kembali menegaskan dominasinya sebagai pemimpin pasar display global. Menariknya, inovasi yang paling menyita perhatian tahun ini bukan televisi raksasa atau perangkat AI untuk rumah pintar, melainkan sebuah panel kecil yang terpajang di sudut booth Samsung Display.

Di area bertajuk “Crease Test”, Samsung memamerkan teknologi “Crease-Free OLED”, yaitu layar lipat yang benar-benar bersih dari garis lipatan—sebuah pencapaian yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai “Holy Grail” dalam dunia ponsel lipat.

Area pameran ini langsung menjadi magnet bagi para jurnalis, termasuk tim detikInet yang hadir di lokasi. Selama bertahun-tahun, garis lipatan di area tengah layar selalu menjadi keluhan utama pengguna foldable device—mulai dari gangguan estetika, distorsi konten, hingga rasa tidak nyaman ketika layar disentuh. Dengan hadirnya teknologi terbaru ini, Samsung tampak siap mengakhiri era ‘layar berkerut’ dan membuka babak baru ponsel lipat yang mulus seperti layar konvensional.

Mengintip Masa Depan: Galaxy Z Fold8 dan iPhone Fold

Di lantai pameran, spekulasi beredar kencang bahwa teknologi layar tanpa lipatan ini sudah siap masuk produksi massal. Para analis industri memperkirakan bahwa Samsung Galaxy Z Fold8, yang diprediksi meluncur pada paruh kedua 2026, akan menjadi perangkat pertama di dunia yang mengadopsi panel revolusioner ini.

Baca Juga:  Trik Memanfaatkan FaceTime Apple pada Komputer Windows

Kehadiran layar mulus pada Fold8 diprediksi dapat mendongkrak kembali angka penjualan Samsung yang kini menghadapi persaingan ketat dari produsen asal China.

Menariknya lagi, inovasi ini juga mengait ke proyek iPhone Fold milik Apple. Di industri sudah menjadi rahasia umum bahwa Apple menunda rilis ponsel lipat karena belum puas dengan kualitas layar yang tersedia, terutama soal lipatan. Dengan keberhasilan Samsung Display memamerkan teknologi ini, banyak pihak menilai hambatan terbesar Apple kini tersingkir.

Bukan tidak mungkin 2026 menjadi tahun kelahiran iPhone Fold pertama, yang—ironisnya—menggunakan panel buatan Samsung Display.

Keajaiban Teknik di Balik Layar “Crease-Free”

Apa yang membuat layar ini bisa benar-benar mulus?

Menurut laporan teknis dari Sammobile dan pengamatan lapangan, Samsung Display menggunakan struktur pelat pendukung metal ultra-tipis di bawah panel OLED. Namun pelat ini bukan solid, melainkan memiliki ribuan lubang mikro yang dibentuk menggunakan teknologi laser presisi tinggi.

Baca Juga:  5 Alasan Mengapa Galaxy A55 5G adalah Pilihan Utama Sebagai Daily Driver: Performa Tangguh Dukungan Baterai Luar Biasa

Fungsinya adalah memberikan tingkat fleksibilitas berbeda di area lipatan. Ketika perangkat ditutup, pelat metal tersebut akan mendistribusikan tegangan fisik secara merata, bukan fokus pada satu titik yang menyebabkan terbentuknya garis.

Hasilnya: tidak ada pembentukan lipatan permanen, bahkan setelah ribuan siklus lipat.

Pelat metal ini disebut berasal dari Fine M-Tec, perusahaan yang juga tercatat masuk dalam rantai pasok Apple. Sinergi antara rekayasa layar Samsung dan material Fine M-Tec menciptakan sistem display yang lebih indah, lebih kuat, dan lebih presisi dibanding generasi foldable sebelumnya.

Pengalaman Visual yang Berubah Total

Saat mencoba langsung panel ini, tim detikInet mencatat bahwa transisi gambar pada area lipatan terasa mulus, tanpa distorsi bentuk maupun perubahan warna. Teks yang melewati bagian tengah layar tidak tampak patah atau melengkung, sesuatu yang sebelumnya sulit dihindari pada ponsel lipat generasi lama.

Samsung menggambarkan pengalaman ini sebagai “seamless text across the fold”. Dengan hilangnya gangguan visual, batas antara layar lipat dan layar datar semakin memudar—pengguna kini bisa menikmati layar besar tanpa kompromi.

Baca Juga:  Valve Siap Bangkitkan Steam Machine Generasi Baru, Tantang PS5 dan Xbox Series X

Strategi Samsung Hadapi Persaingan Global

Keputusan Samsung memamerkan teknologi ini di awal 2026 jelas bukan kebetulan. Pasar ponsel lipat saat ini sudah memasuki fase jenuh inovasi, di mana produsen seperti Huawei dan Honor berfokus pada ketipisan dan bobot, namun belum menuntaskan masalah lipatan dan durability.

Samsung memilih menyerang sisi terlemah perangkat foldable saat ini: bekas lipatan.

Selain itu, peran Samsung Display sebagai pemasok panel bagi Apple membuat posisinya semakin kuat. Terlepas dari persaingan Galaxy vs iPhone, unit display milik Samsung tetap menjadi pemasok inti bagi kompetitornya sendiri—sebuah strategi bisnis yang cerdas, stabil, dan sangat menguntungkan.

Menuju Normalitas Baru

Pameran “Crease-Free OLED” di CES 2026 menjadi pertanda bahwa masa transisi ponsel lipat akan segera berakhir. Jika selama lima tahun terakhir perangkat lipat dianggap sebagai teknologi futuristik yang sarat kompromi, tahun 2026 menjadi momen di mana perangkat ini benar-benar matang.

Dengan hilangnya garis lipatan, Samsung Galaxy Z Fold8 dan iPhone Fold berpotensi menjadi standar baru ponsel flagship dunia, menggantikan dominasi smartphone layar statis yang telah bertahan hampir dua dekade.

Era ponsel lipat kini bukan lagi sekadar eksperimen—melainkan reality tanpa kompromi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *