TEKNO

Samsung Uji Baterai HP 20.000 mAh Berbasis Silicon-Carbon, Daya Tahan Jadi Sorotan

117
×

Samsung Uji Baterai HP 20.000 mAh Berbasis Silicon-Carbon, Daya Tahan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Baterai 20.000 mAh Silicon Carbon Diuji Samsung, Fokus pada Daya Tahan
Baterai 20.000 mAh Silicon Carbon Diuji Samsung, Fokus pada Daya Tahan

Media90 – Daya tahan baterai kini menjadi salah satu faktor penentu dalam memilih smartphone. Ketergantungan pengguna terhadap ponsel untuk bekerja, hiburan, hingga navigasi membuat kebutuhan akan baterai berkapasitas besar semakin mendesak. Tak heran, inovasi baterai pun menjadi arena persaingan baru di industri smartphone global.

Dalam beberapa tahun terakhir, produsen asal China agresif menghadirkan ponsel dengan daya tahan panjang tanpa harus mengorbankan desain yang ramping. Nama-nama seperti Honor, Vivo, dan Xiaomi sudah lebih dulu memanfaatkan material baterai generasi baru untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi. Di sisi lain, Samsung kerap dinilai tertinggal karena kapasitas baterai lini Galaxy terkesan stagnan di kisaran 5.000–6.000 mAh.

Ads
close ads

Samsung Dinilai Tertinggal, Kini Mulai Bergerak

Situasi tersebut tampaknya mulai berubah. Bocoran terbaru mengindikasikan Samsung tengah menyiapkan langkah besar untuk mengejar ketertinggalan di sektor baterai. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu dikabarkan sedang menguji baterai smartphone dengan kapasitas ekstrem, mencapai 20.000 mAh—angka yang jauh melampaui standar ponsel flagship saat ini.

Informasi ini beredar di media sosial X dan langsung menarik perhatian pengamat teknologi. Disebutkan bahwa Samsung kini mulai bereksperimen dengan baterai berbasis Silicon-Carbon (Si/C), material yang dikenal memiliki kepadatan energi lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion konvensional. Dengan teknologi ini, kapasitas besar dapat dicapai tanpa harus memperbesar ukuran fisik baterai secara drastis.

Meski terdengar futuristis, teknologi Silicon-Carbon sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah produsen Android lain telah menggunakannya untuk meningkatkan daya tahan secara bertahap sambil mempertahankan desain ponsel yang tipis. Namun, pendekatan Samsung disebut berbeda. Perusahaan ini dikabarkan mendorong teknologi tersebut hingga batas maksimal, dengan target menciptakan lompatan besar dalam kapasitas daya, bukan sekadar peningkatan kecil.

Hasil Uji Awal dan Tantangan Teknis

Menurut bocoran dari akun X @phonefuturist, Samsung menguji baterai ini menggunakan konfigurasi dua sel yang disusun bertumpuk.

  • Sel pertama memiliki kapasitas 12.000 mAh dengan ketebalan sekitar 6,3 mm.
  • Sel kedua menyumbang 8.000 mAh dengan ketebalan awal 4 mm.

Kedua sel tersebut memiliki dimensi fisik yang sama, sekitar 10 cm x 6,8 cm. Jika digabungkan, total kapasitas baterai mencapai 20.000 mAh.

Hasil pengujian awal disebut cukup mengesankan. Prototipe ini diklaim mampu mencatat waktu layar menyala (screen-on time) hingga 27 jam, jauh di atas rata-rata ponsel flagship saat ini. Selain itu, baterai tersebut dikabarkan sanggup bertahan hingga sekitar 960 siklus pengisian daya dalam satu tahun, menandakan perhatian Samsung terhadap aspek usia pakai.

Namun, pengujian juga mengungkap tantangan serius. Dalam uji ketahanan jangka panjang, sel kedua berkapasitas 8.000 mAh dilaporkan mengalami pembengkakan. Ketebalannya meningkat dari 4 mm menjadi sekitar 7,2 mm setelah digunakan secara intensif. Masalah ini menunjukkan masih adanya kendala dalam menjaga stabilitas material Silicon-Carbon pada kapasitas yang sangat besar.

Arah Baru Strategi Samsung

Meski belum sempurna, langkah Samsung ini dinilai signifikan. Selama ini, perusahaan dikenal cenderung konservatif dalam mengadopsi teknologi baru, terutama yang berpotensi memengaruhi keamanan dan keawetan perangkat. Keputusan untuk menguji baterai Silicon-Carbon berkapasitas ekstrem bisa dibaca sebagai sinyal perubahan strategi.

Alih-alih mengejar desain paling tipis, Samsung tampaknya mulai mempertimbangkan nilai jual lain: daya tahan luar biasa. Jika produsen lain menggunakan teknologi baru untuk peningkatan bertahap, Samsung justru terlihat ingin langsung menciptakan terobosan besar.

Apakah baterai 20.000 mAh ini akan benar-benar hadir di ponsel komersial masih menjadi tanda tanya. Namun satu hal yang jelas, Samsung kini mulai menunjukkan keseriusannya agar tidak terus tertinggal dalam evolusi teknologi baterai smartphone.

Riset Anthropic Profesi Guru Lebih Sulit Digantikan AI Dibanding Programmer
TEKNO

Media90 – Kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) generatif terus memicu perdebatan mengenai masa depan berbagai profesi di dunia kerja. Banyak pihak sebelumnya beranggapan sektor pendidikan dan pengajaran akan menjadi salah satu bidang yang paling cepat terdampak otomatisasi AI. Namun, riset terbaru dari perusahaan laboratorium AI Anthropic justru menunjukkan hasil yang berbeda. Dalam studi tersebut, profesi guru dinilai memiliki ketahanan jauh lebih tinggi terhadap disrupsi AI dibanding profesi teknis seperti programmer atau penulis kode. Ads close ads Temuan ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa pekerjaan berbasis komunikasi interpersonal lebih mudah ditiru oleh model bahasa besar atau large language model (LLM)….

ChatGPT Personal Finance Resmi Hadir AI Kini Bisa Bantu Analisis Keuangan Pengguna
TEKNO

Media90 – OpenAI kembali memperluas kemampuan platform kecerdasan buatannya dengan memperkenalkan ChatGPT Personal Finance. Fitur baru ini memungkinkan ChatGPT memahami kondisi finansial pengguna melalui integrasi langsung dengan akun perbankan pribadi. Saat ini, ChatGPT Personal Finance masih berada dalam tahap pratinjau atau preview. OpenAI memprioritaskan akses awal untuk pelanggan ChatGPT Pro di Amerika Serikat yang berlangganan dengan biaya 200 dolar AS per bulan. Ads close ads Setelah fase uji coba dan pengumpulan masukan pengguna selesai, perusahaan berencana memperluas ketersediaan fitur tersebut ke pelanggan ChatGPT Plus. Untuk mendukung integrasi data keuangan, OpenAI bekerja sama dengan Plaid, perusahaan teknologi finansial yang menjadi penghubung…

Xiaomi Resmi Luncurkan Mijia Electric Toothbrush Pro Dibanderol Rp1 Jutaan
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali memperluas ekosistem perangkat rumah pintarnya dengan meluncurkan Mijia Electric Toothbrush Pro untuk pasar Tiongkok. Sikat gigi elektrik terbaru ini hadir membawa material bodi premium serta sejumlah fitur pintar yang dirancang untuk memantau sekaligus mengoptimalkan rutinitas kebersihan gigi pengguna. Berbeda dari sikat gigi elektrik biasa yang hanya mengandalkan putaran standar, Xiaomi merancang perangkat ini untuk meniru teknik menyikat gigi yang direkomendasikan secara medis melalui kombinasi teknologi motor dan sensor internal. Ads close ads Mijia Electric Toothbrush Pro dibekali motor dual-degree-of-freedom yang mampu meniru metode Bass, yakni teknik menyikat gigi dengan posisi sikat pada sudut tertentu di area…

MacBook Neo Resmi Hadir di Indonesia Dibanderol Mulai Rp10 Jutaan
TEKNO

Media90 – Apple resmi membuka pemesanan awal atau pre-order laptop terbarunya, MacBook Neo, di Indonesia mulai 15 Mei 2026. Kehadiran perangkat ini langsung mencuri perhatian publik karena menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan lini MacBook lainnya. Sejumlah Apple Authorized Reseller (AAR) di Indonesia seperti iBox, Digimap, Blibli, hingga Hello Store sudah mulai membuka halaman pemesanan MacBook Neo melalui situs resmi masing-masing. Laptop ini diposisikan sebagai perangkat entry-level bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar. Ads close ads Di pasar Indonesia, MacBook Neo dibanderol mulai Rp10.749.000 untuk varian RAM 8 GB dengan penyimpanan…

Penelitian Sebut Chip AI Nvidia A100 Mengandung 32 Jenis Logam Termasuk Zat Berbahaya
TEKNO

Media90 – Selama ini, perbincangan mengenai dampak negatif kecerdasan buatan (AI) terhadap lingkungan lebih banyak berfokus pada tingginya konsumsi listrik dan jejak karbon pusat data. Namun, sebuah studi terbaru dari Universitas Bonn, Jerman, mengungkap sisi lain yang jarang dibahas, yakni jejak material serta kandungan logam beracun di dalam perangkat keras penopang AI. Penelitian yang dilakukan Sustainable AI Lab Bonn tersebut membedah salah satu chip AI paling populer di dunia, Nvidia A100. GPU ini dikenal sebagai komponen utama yang menjadi tulang punggung ledakan awal popularitas chatbot generatif secara global. Ads close ads Dalam eksperimen tersebut, para peneliti melakukan analisis kimia untuk…

Xiaomi 17T Muncul di Geekbench Database, Gunakan Dimensity 8500
TEKNO

Media90 – Xiaomi kembali menjadi sorotan setelah salah satu model terbaru dari lini Xiaomi 17 Series, yaitu Xiaomi 17T, muncul di database benchmark Geekbench. Kehadiran perangkat ini menandai potensi ekspansi baru dari seri flagship mereka yang sebelumnya telah dirilis global pada Februari 2026 dengan model Xiaomi 17 dan Xiaomi 17 Ultra. Hasil Geekbench AI Xiaomi 17T Perangkat dengan nomor model 2602DPT53G terpantau muncul di Geekbench AI, platform pengujian performa kecerdasan buatan. Nomor model tersebut diyakini kuat merupakan milik Xiaomi 17T berdasarkan sejumlah sertifikasi yang beredar sebelumnya. Ads close ads Dari hasil pengujian, Xiaomi 17T mencatat skor 777 untuk single-precision, 858…

Industri Smartphone India Tumbuh, Ekspor Meningkat hingga 28% Versi Counterpoint
TEKNO

Media90 – Pasar manufaktur smartphone di India menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Counterpoint Research, ekspor smartphone buatan India tercatat melonjak hingga 28%, dan kini menyumbang hampir sepertiga dari total unit produksi di negara tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa India semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat manufaktur smartphone global, tidak hanya untuk pasar domestik tetapi juga untuk ekspor internasional. Ads close ads Dixon dan Samsung Pimpin Pasar EMS Dalam sektor Electronics Manufacturing Services (EMS), perusahaan lokal Dixon Technologies menjadi pemimpin dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan tahunan mencapai 89%. Lonjakan ini didorong oleh meningkatnya pesanan dari berbagai…