Media90 – Masyarakat Indonesia bersiap menyambut bulan suci Ramadan 2026, yang diperkirakan dimulai pada pertengahan Maret. Lebih dari sekadar momen spiritual, Ramadan kini menjadi penggerak ekonomi besar di Tanah Air, ditopang oleh eskalasi konsumsi rumah tangga, mulai dari kebutuhan harian puasa hingga persiapan Idulfitri.
Fenomena ini menjadikan Ramadan periode strategis bagi para pelaku usaha. Untuk membantu brand merumuskan strategi penjualan daring yang tepat, SIRCLO membagikan data fundamental terkait pola belanja konsumen.
Proyeksi Lonjakan Transaksi dan Anggaran Belanja
Riset InMobi mencatat 74 persen konsumen berencana meningkatkan anggaran belanja selama Ramadan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat.
Dalam ekosistem belanja online, tren pertumbuhan pun terlihat jelas. Danang Cahyono, COO SIRCLO, menyampaikan bahwa berdasarkan data internal, jumlah transaksi melonjak hingga 115 persen selama dua minggu sebelum Ramadan hingga dua minggu setelah Idulfitri 2025 dibanding satu bulan sebelumnya.
“Temuan ini menegaskan bahwa Ramadan membuka peluang bagi brand untuk membangun nilai dan loyalitas jangka panjang melalui strategi penjualan online yang tepat,” ujar Danang.
Pergeseran Pola Konsumsi: Kategori Dominan dan Nilai Belanja
Analisis SIRCLO pada Ramadan 2025 menunjukkan lima kategori utama mendominasi transaksi:
- Perawatan Kecantikan & Pribadi (Beauty & Personal Care)
- Barang Konsumsi Cepat Habis (FMCG)
- Kebutuhan Ibu & Bayi (Mom & Baby)
- Kesehatan (Healthcare)
- Fesyen (Fashion)
Selain volume pesanan, rata-rata nilai keranjang belanja meningkat signifikan. FMCG naik 27,5%, diikuti Perjalanan (14%) dan Fesyen (13,5%). Kategori Fesyen bahkan meningkat hingga 4 kali lipat, dan kategori Perjalanan hampir 3 kali lipat dibanding periode sebelum Ramadan.
Ritme Aktivitas Harian Penentu Waktu Belanja
Data konsisten menunjukkan jam makan siang (12.00) sebagai puncak transaksi, meningkat hingga 2 kali lipat. Telkomsel Enterprise mengidentifikasi tiga rentang waktu puncak aktivitas digital selama Ramadan:
- Sahur: 03.00 – 05.00
- Istirahat siang: 11.00 – 14.00
- Ngabuburit hingga berbuka: 16.00 – 19.00
Empat Strategi Utama Menguasai Pasar Ramadan 2026
Berdasarkan dinamika ini, SIRCLO merekomendasikan empat strategi untuk brand:
- Mulai Kampanye Lebih Awal
Konsumen merencanakan pembelian 2–4 minggu sebelum Ramadan. Brand disarankan memulai kampanye awareness minimal dua minggu sebelum puasa, kemudian meningkatkan promosi saat pencairan THR. - Rancang Promosi Tematik Melampaui Diskon
Promosi harus tematik: kolaborasi eksklusif, koleksi Ramadan, bundling, Buy More Save More, atau Gift With Purchase. Waktu penawaran penting:- Sahur (03.00–04.00) untuk kebutuhan harian.
- Ngabuburit (16.00–18.00) untuk flash sale.
- Dua minggu sebelum Idulfitri untuk paket keluarga.
- Optimalisasi Konten Live Streaming
Live streaming tematik seperti “Ramadan Essentials” atau “Last Minute Lebaran Preparation” membantu audiens menemukan solusi, bukan sekadar produk. Penjadwalan harus menyesuaikan ritme harian konsumen. - Dorong Konversi Melalui Content Creator
Kolaborasi dengan kreator konten meningkatkan jangkauan pasar sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap produk.
“Ramadan bukan hanya tentang lonjakan penjualan, tetapi bagaimana brand memahami dan memenuhi kebutuhan konsumen secara tepat. Kesiapan operasional menyeluruh menjadi kunci menjaga konsistensi pengalaman belanja,” pungkas Danang.














