Media90 – Industri elektronik global resmi bergeser di awal 2026. Sony Corporation, produsen elektronik legendaris asal Jepang, mengumumkan langkah strategis besar dengan menjalin kemitraan joint venture bersama TCL Electronics Holdings Limited, raksasa manufaktur asal China. Kesepakatan ini menandai berakhirnya era Sony sebagai produsen televisi mandiri, di mana TCL mengambil kendali operasional global dengan kepemilikan 51%, sementara Sony tetap menjadi pemegang saham minoritas 49%.
Perombakan Total Operasional Bisnis TV
Joint venture ini tidak sekadar kerja sama pemasaran, tetapi mencakup pengambilalihan seluruh rantai bisnis secara global. Entitas baru ini akan menangani proses mulai dari:
- Riset dan pengembangan (R&D)
- Desain produk
- Produksi di pabrik
- Logistik dan distribusi
- Layanan aftersales
Bisnis yang terdampak termasuk TV merek Sony dan Bravia, serta perangkat home entertainment seperti soundbar. Langkah ini merupakan strategi Sony untuk tetap bertahan di tengah persaingan ketat dari merek Korea Selatan dan China, seperti Samsung, LG, Hisense, dan TCL, yang memiliki keunggulan efisiensi produksi.
Identitas Merek Tetap Terjaga
Bagi penggemar Sony, pertanyaan muncul mengenai masa depan merek Bravia. Kedua perusahaan menegaskan bahwa produk akan tetap dipasarkan dengan merek Sony dan Bravia, sehingga logo ikonik tetap menghiasi ruang keluarga konsumen.
Secara teknis, produk masa depan akan menggabungkan keunggulan teknologi image processor dan audio Sony dengan teknologi layar mutakhir serta efisiensi produksi TCL. TCL CSOT, anak usaha TCL, sudah lama menjadi pemasok panel LCD untuk seri premium Sony, sehingga integrasi ini dianggap sebagai kelanjutan alami dari hubungan bisnis yang ada.
CEO Sony, Kimio Maki, menyatakan optimisme:
“Kami senang mencapai kesepakatan strategis dengan TCL. Dengan menggabungkan keahlian kedua perusahaan, kami bertujuan menciptakan nilai baru di bidang home entertainment dan menghadirkan pengalaman audio-visual lebih memikat bagi pelanggan di seluruh dunia.”
Target Operasi dan Dampak Pasar
Saat ini, kerja sama ini masih berada pada tahap nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan perjanjian final yang mengikat secara hukum direncanakan rampung pada akhir Maret 2026, dengan target operasional global efektif mulai April 2027.
Bagi TCL, kesepakatan ini memperkuat posisi di segmen TV premium dunia, memanfaatkan brand value Sony. Sementara bagi konsumen, kerja sama ini berpotensi menghadirkan TV Bravia dengan harga lebih kompetitif, tanpa mengorbankan kualitas visual khas Sony.
Chairperson TCL Electronics, Du Juan, menambahkan:
“Kemitraan ini adalah peluang unik untuk membangun pertumbuhan berkelanjutan. Dengan integrasi operasional, berbagi teknologi, dan strategi bisnis yang saling melengkapi, kami berharap meningkatkan brand value, memperbesar skala bisnis, dan menghadirkan produk dan layanan unggul bagi pelanggan.”
Transformasi Industri Elektronik Jepang
Langkah ini mencerminkan bagaimana produsen elektronik Jepang mulai menyesuaikan diri dengan realitas pasar global, yang menuntut efisiensi rantai pasok tanpa mengorbankan inovasi teknologi. Bersama TCL, Sony siap menghadapi dominasi pasar layar besar yang terus berkembang seiring meningkatnya tren layanan streaming dan resolusi tinggi di seluruh dunia.














