TEKNO

Terobosan Peneliti China: Alat Pacu Jantung Mikro Berdaya Mandiri Seumur Hidup

3
×

Terobosan Peneliti China: Alat Pacu Jantung Mikro Berdaya Mandiri Seumur Hidup

Sebarkan artikel ini
Terobosan Medis! Ilmuwan China Kembangkan Pacu Jantung Tanpa Baterai
Terobosan Medis! Ilmuwan China Kembangkan Pacu Jantung Tanpa Baterai

Media90 – Sebuah lompatan besar dalam teknologi kesehatan baru saja diumumkan oleh tim peneliti gabungan dari China. Mereka berhasil mengembangkan alat pacu jantung mikro berdaya mandiri (self-powered pacemaker) dengan ukuran hanya sebesar kapsul obat. Inovasi ini diprediksi menjadi solusi permanen bagi pasien jantung karena mampu beroperasi tanpa batas waktu, mengikuti usia alami jantung penggunanya.

Kehadiran teknologi ini sekaligus menjawab tantangan medis global terkait prosedur penggantian baterai alat pacu jantung konvensional, yang selama ini menjadi beban fisik, psikologis, dan finansial bagi para pasien.

Pencapaian revolusioner tersebut merupakan hasil riset kolaboratif hampir tujuh tahun yang melibatkan sejumlah institusi elite, seperti Universitas Akademi Ilmu Pengetahuan China, Universitas Tsinghua, Universitas Peking, serta beberapa rumah sakit ternama. Studi lengkap mengenai perangkat ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi Nature Biomedical Engineering.

Dengan dimensi yang sangat ringkas, alat pacu jantung ini membuka babak baru bagi era perangkat elektronik implan yang dapat bekerja seumur hidup tanpa perawatan tambahan.

Baca Juga:  Inovasi Hebat! Oppo A77s Hadir dengan RAM 8GB, Kamera 50MP, dan Snapdragon 680 untuk Pengalaman Lebih Terjangkau!

Mekanisme Induksi Elektromagnetik dan Sistem Daya Mandiri

Keunggulan utama alat pacu jantung mikro ini terletak pada modul regenerasi energi terpadu yang tertanam di dalam perangkat. Berbeda dengan alat pacu jantung konvensional yang bergantung pada baterai kimia, inovasi ini mampu menghasilkan energi secara mandiri.

Perangkat tersebut memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik untuk menangkap energi kinetik langsung dari gerakan dan denyut jantung pasien. Energi kinetik ini kemudian diubah secara instan menjadi energi listrik yang stabil untuk menopang kebutuhan sirkuit pemacu jantung.

Ouyang Han, lektor kepala di Universitas Akademi Ilmu Pengetahuan China sekaligus penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa terobosan tersebut berhasil mengatasi hambatan utama dalam pengembangan bioelektronik, yakni pasokan energi jangka panjang.

Serangkaian pengujian menunjukkan bahwa daya keluaran sistem ini telah melampaui ambang batas minimum yang dibutuhkan untuk pemakaian jangka panjang. Hasilnya, perangkat mampu mengatur ritme jantung secara presisi dan andal tanpa risiko kehabisan daya di tengah masa pemakaian.

Baca Juga:  5 Alasan Mengapa e-Reader Lebih Unggul daripada Buku Konvensional: Koleksi Ribuan Buku dalam Satu Perangkat

Levitasi Magnetik untuk Efisiensi Maksimal

Selain sistem energinya, tim peneliti juga memperkenalkan struktur penyangga energi berbasis levitasi magnetik (magnetic levitation) yang telah disederhanakan. Desain inovatif ini berfungsi untuk meminimalkan gesekan mekanis serta mengurangi kehilangan energi selama perangkat beroperasi.

Dengan ambang aktivasi yang hampir nol, sistem ini mampu mencapai efisiensi konversi energi yang sangat tinggi sekaligus menjaga stabilitas operasional di dalam jantung dalam jangka waktu yang sangat lama.

Prosedur Minim Invasif dan Biokompatibilitas Tinggi

Dari sisi desain fisik, alat pacu jantung ini mengusung konsep miniaturisasi dengan standar biokompatibilitas dan hemokompatibilitas yang sangat baik. Material yang digunakan aman bagi jaringan tubuh dan aliran darah, sehingga menurunkan risiko penolakan oleh sistem imun.

Ukurannya yang mungil memungkinkan implantasi dilakukan melalui metode transkateter yang bersifat minim invasif. Dibandingkan bedah terbuka tradisional, metode ini secara signifikan mengurangi trauma bedah dan mempercepat proses pemulihan pasien.

Baca Juga:  iQOO 12 Resmi Hadir di Indonesia: Memperkenalkan Teknologi Monster di Dalamnya!

Hal ini menjadi krusial mengingat penggunaan implan bioelektronik saat ini tidak hanya terbatas pada pengaturan ritme jantung, tetapi juga mulai berkembang untuk pemulihan fungsi penglihatan, pendengaran, serta penanganan nyeri kronis melalui intervensi dini.

Potensi Implementasi Klinis yang Luas

Keunggulan teknologi ini telah dibuktikan melalui pengujian pada hewan laboratorium selama satu bulan penuh. Dalam periode tersebut, alat pacu jantung mikro berdaya mandiri ini mampu beroperasi secara otonom dan konsisten tanpa kendala teknis.

Keberhasilan uji coba ini membuka jalan menuju tahapan uji klinis pada manusia. Jika berhasil, teknologi ini berpotensi menghapus siklus operasi bedah berulang yang selama ini harus dijalani pasien setiap kali baterai alat pacu jantung habis.

Dengan sistem yang dirancang untuk bertahan seumur hidup, risiko medis dan biaya perawatan jangka panjang dapat ditekan secara drastis. Inovasi ini menjadi tonggak penting menuju masa depan teknologi medis yang mampu bersimbiosis secara sempurna dengan tubuh manusia—bekerja senyap, mandiri, dan tanpa memerlukan pemeliharaan manual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *