Media90 – Pasar smartphone di Afrika menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat sepanjang tahun 2025. Dalam laporan terbaru, Omdia mencatat bahwa Transsion berhasil menjadi pemimpin pasar dengan pangsa mencapai 48%, mengungguli merek-merek global seperti Samsung dan Xiaomi.
Melansir Gizmochina, pertumbuhan pasar smartphone di Afrika mencapai 13% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total pengiriman mencapai 84,4 juta unit. Angka ini menunjukkan pemulihan yang signifikan sejak penurunan yang terjadi pada 2021, sekaligus memperlihatkan potensi besar kawasan ini sebagai pasar berkembang.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah faktor, mulai dari semakin luasnya program pembiayaan perangkat, peningkatan stabilitas mata uang di beberapa pasar utama, hingga pemerataan jaringan 4G dan mulai diperkenalkannya teknologi 5G di sejumlah negara. Beberapa negara seperti Afrika Selatan dan Mesir bahkan sudah lebih awal mengadopsi jaringan 5G. Selain itu, promosi di musim liburan serta strategi harga yang agresif turut menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar.
Dominasi Transsion tidak lepas dari kekuatan portofolio produknya melalui brand seperti TECNO, Infinix, dan Itel. Ketiga brand ini berhasil mempertahankan pangsa pasar besar sepanjang tahun, meskipun pada kuartal keempat sempat mengalami penurunan akibat persaingan yang semakin ketat di segmen entry-level.
Di posisi kedua, Samsung mencatat pangsa pasar sebesar 27%. Pertumbuhan perusahaan asal Korea Selatan ini didukung oleh penjualan lini Galaxy A Series yang semakin luas. Sementara itu, vendor lain seperti Honor dan OPPO juga menunjukkan peningkatan signifikan, terutama melalui produk kelas menengah serta ponsel 4G yang masih diminati.
Meski pertumbuhan pasar cukup menjanjikan, vendor smartphone masih menghadapi tantangan dalam menaikkan harga jual. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan terhadap perangkat kelas bawah dengan harga di bawah 200 dolar AS, yang menyumbang sekitar 81% dari total pengiriman pada 2025. Di sisi lain, harga jual rata-rata justru meningkat sekitar 11% pada kuartal keempat, seiring dengan mulai beralihnya konsumen ke perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi.
Ke depan, Omdia memproyeksikan adanya penurunan pasar hingga 26% pada 2026. Penurunan ini diperkirakan dipicu oleh tekanan inflasi serta manajemen inventaris yang lebih ketat di sepanjang rantai distribusi, yang dapat memengaruhi dinamika pasar smartphone di Afrika.














