Media90 – Perusahaan teknologi asal China, Xiaomi, mulai mengadopsi robot humanoid—mesin yang meniru bentuk dan gerak manusia—di pabrik kendaraan listrik mereka. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing, saat menghadiri Mobile World Congress (MWC) 2026 di Barcelona.
Saat ini, Xiaomi menurunkan dua unit robot humanoid di lini produksi. Kedua robot ini diberi tanggung jawab untuk tugas mekanis fisik, seperti memasang mur pada komponen mobil hingga memindahkan barang.
Mampu Mengimbangi Laju Produksi 76 Detik per Mobil
Dalam uji coba, Xiaomi mengklaim bahwa robot humanoid mampu menyelesaikan 90% tugas perakitan dalam tiga jam. Tantangan utama adalah menyelaraskan kecepatan robot dengan ritme produksi manusia.
Data perusahaan menyebutkan bahwa pabrik mobil Xiaomi memproduksi satu unit kendaraan setiap 76 detik. Kedua robot diuji mampu mengimbangi ritme lini produksi yang padat ini.
Meski performanya menjanjikan, operasional robot ini masih bersifat uji coba. Lu Weibing menekankan, “Robot di lini produksi kami tidak melakukan pekerjaan resmi, lebih seperti pekerja magang saja.”
Proyeksi Pasar dan Latar Belakang Robotika China
Langkah Xiaomi mencerminkan masifnya investasi perusahaan China di sektor robotika. Salah satunya, Deep Robotics, baru saja melakukan IPO.
Menurut RBC Capital Market, pasar robot humanoid global diperkirakan mencapai 9 triliun dolar AS pada 2050, dengan 60% pangsa pasar dipegang oleh China. Lu Weibing menyatakan optimisme terhadap bisnis ini, meski ia menilai proyeksi masih terlalu dini untuk dipastikan.
Xiaomi sendiri telah memperkenalkan robot humanoid CyberOne pada 2022, namun unit tersebut belum dijual secara komersial.
Demonstrasi Keluwesan Robot Humanoid di China
Selain industri, robot humanoid China juga diperlihatkan di ruang publik. Contohnya, program CCTV Spring Festival Gala saat Tahun Baru Imlek menampilkan aksi robot humanoid dari Unitree Robotics, Galbot, Noetix, dan MagicLab.
- Robot Unitree menampilkan gerakan kungfu, mengayunkan tongkat, dan melakukan lompatan salto dengan stabil, bahkan meniru tari pedang tradisional.
- Robot Noetix dan MagicLab tampil di segmen komedi dan tarian sinkron.
Demonstrasi ini menunjukkan kemajuan sistem kontrol gerak dan koordinasi banyak robot, fondasi penting untuk penerapan di pabrik dan logistik. Namun, implementasi komersial nyata masih terbatas pada proyek percontohan berskala khusus.
Xiaomi menjadi salah satu pelopor robot humanoid di industri manufaktur, membuktikan bahwa integrasi teknologi AI dan robotik kini bukan lagi sekadar konsep, tetapi mulai diuji langsung di lini produksi kendaraan listrik.














