Media90 – Operator seluler XLSmart menetapkan target agresif dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi pada tahun ini. Perusahaan menargetkan jaringan generasi kelima (5G) miliknya dapat menjangkau lebih dari 50 persen populasi Indonesia melalui ekspansi ke 88 kota hingga akhir 2026.
Perluasan Jangkauan Secara Menyeluruh
Director & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, menjelaskan bahwa saat ini layanan 5G perusahaan telah beroperasi di 33 kota di seluruh Indonesia. Namun, ekspansi akan terus dilakukan secara signifikan.
Menurutnya, strategi XLSmart berbeda dibandingkan operator lain. Jaringan 5G tidak hanya dibangun di titik-titik tertentu, tetapi dirancang untuk mencakup wilayah yang lebih luas dalam skala kota atau kabupaten.
“Setelah 33 kota, kita akan menargetkan 88 kota selesai di tahun ini. Jika tercapai, coverage populasi sudah lebih dari 50 persen penduduk Indonesia,” ujar Merza.
Maksimalkan Infrastruktur 4G
Untuk mencapai target tersebut, XLSmart mengadopsi strategi efisiensi dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Jaringan 5G dibangun dengan menumpang pada jaringan 4G, di mana Base Transceiver Station (BTS) yang ada akan ditingkatkan kemampuannya agar mendukung teknologi 5G.
Dengan metode ini, cakupan jaringan 5G dapat berkembang lebih cepat dan efisien, mengikuti luas jangkauan jaringan 4G yang sudah lebih dulu tersebar.
Pengelolaan Spektrum Lebih Efisien
Dalam hal spektrum frekuensi, XLSmart menggunakan alokasi khusus untuk jaringan 5G yang tidak digabung dengan layanan 4G. Hal ini membuat pengelolaan jaringan menjadi lebih optimal.
Saat ini, XLSmart mengoperasikan total spektrum sebesar 152 MHz untuk melayani sekitar 79,6 juta pelanggan. Khusus untuk layanan 5G, perusahaan memanfaatkan pita frekuensi 2300 MHz dengan lebar pita mencapai 40 MHz.
“5G kita menggunakan spektrum sendiri, tidak dipakai barengan dengan 4G. Ini membuat pengelolaan jaringan lebih efisien,” jelas Merza.
Dorong Industri dan Pertumbuhan Ekonomi
Ekspansi jaringan 5G tidak hanya menyasar pengguna individu, tetapi juga sektor industri dan bisnis. Konektivitas berkecepatan tinggi ini diharapkan dapat mendukung operasional berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga layanan digital.
Merza menilai bahwa kehadiran 5G di berbagai daerah akan mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
“Tidak hanya untuk smartphone, tetapi juga untuk industri, bisnis, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya,” katanya.
Tantangan Adopsi dan Ketersediaan Perangkat
Meski infrastruktur terus dikembangkan, tantangan tetap ada, terutama terkait adopsi pengguna. Salah satu faktor utama adalah ketersediaan perangkat yang mendukung 5G.
“Pertumbuhan pelanggan 5G sangat tergantung pada ketersediaan handphone yang sudah support,” ujar Merza.
Karena itu, XLSmart berharap harga perangkat 5G semakin terjangkau agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan teknologi ini.
Komitmen Tarif Tetap Terjangkau
Sebagai penutup, XLSmart menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga harga layanan agar tidak memberatkan pengguna. Fokus utama saat ini adalah memperkuat infrastruktur, sementara strategi harga akan disesuaikan agar tetap kompetitif.
“Ketika jaringan sudah siap, kami akan melayani dengan harga yang tetap terjangkau,” pungkas Merza.
Dengan ekspansi besar-besaran ini, XLSmart optimistis dapat mempercepat pemerataan akses internet berkecepatan tinggi sekaligus mendorong transformasi digital di Indonesia.














