TEKNO

Investasi Bersejarah: Nvidia Suntik Intel $5 Miliar, Kolaborasi AI Jadi Fokus Utama

36
×

Investasi Bersejarah: Nvidia Suntik Intel $5 Miliar, Kolaborasi AI Jadi Fokus Utama

Sebarkan artikel ini
Nvidia Gelontorkan $5 Miliar ke Intel Lewat Akuisisi Saham, Kesepakatan Besar Tercapai
Nvidia Gelontorkan $5 Miliar ke Intel Lewat Akuisisi Saham, Kesepakatan Besar Tercapai

Media90 – Industri teknologi global kembali mencatat momen penting. Nvidia, raksasa pembuat chip, resmi menanamkan modal sebesar $5 miliar atau sekitar Rp83 triliun ke Intel, rival yang telah lama bersaing dengannya. Kesepakatan ini pertama kali diumumkan pada September 2025 dan rampung pada 29 Desember setelah mendapatkan lampu hijau dari Federal Trade Commission (FTC) Amerika Serikat.

Para analis melihat langkah ini sebagai titik balik finansial bagi Intel, yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar terkait ekspansi produksi dan strategi yang membebani kas perusahaan. Dengan Nvidia sebagai pemegang saham besar, pasar menilai ada kepercayaan tinggi terhadap potensi kebangkitan Intel.

Detail Transaksi Rp83 Triliun

Dalam pengajuan resmi, Nvidia membeli 214,7 juta saham Intel melalui mekanisme “penempatan pribadi” dengan harga per saham berkisar $23,05 hingga $23,28 (Rp386–Rp390 ribu). Artinya, dana ini langsung masuk ke kas Intel, bukan dibeli dari investor lain di pasar terbuka.

Baca Juga:  Meningkatkan Daya Tahan Baterai Headset Bluetooth: Tips dan Trik yang Perlu Kamu Ketahui

Kini, Nvidia memegang sekitar 4% saham Intel. Namun, investor ini tidak mendapatkan hak istimewa seperti kursi di dewan direksi atau akses data rahasia; hak mereka setara dengan pemegang saham lainnya.

Lebih dari Sekadar Modal: Kolaborasi Teknologi

Kesepakatan ini tidak hanya soal dana. CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebutnya sebagai “kemitraan bersejarah” yang memfokuskan kolaborasi teknis, terutama untuk membangun kembali computing stack era AI. Dua bidang utama menjadi sorotan:

  1. Pusat Data: Intel akan mengembangkan CPU x86 khusus yang teroptimasi untuk bekerja lancar dengan GPU Nvidia.

  2. PC Konsumen: Komputer masa depan akan mengombinasikan prosesor Intel dengan chiplet Nvidia dari seri RTX.

Salah satu inovasi teknis utama adalah pemanfaatan NVLink, yang menawarkan kecepatan transfer data hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan koneksi PCIe standar, meningkatkan performa AI secara signifikan.

Manfaat Strategis Bagi Nvidia dan Intel

Kabar ini memicu lonjakan harga saham Intel lebih dari 20%. Bagi Nvidia, kemitraan memberikan akses langsung ke ekosistem x86 yang dominan di pasar Windows dan Linux, mempermudah integrasi AI dalam software enterprise.

Sementara itu, bagi Intel, suntikan modal ini memberikan stabilitas dan kepercayaan kembali kepada pelanggan serta pemerintah AS. “Kemitraan ini memberikan Intel dukungan finansial sekaligus keyakinan untuk melanjutkan inovasi,” kata Mario Morales dari IDC.

Tahun Intel Penuh Investasi

Nvidia bukan satu-satunya yang membantu Intel bangkit di 2025. Tahun ini juga mencatat beberapa langkah besar:

  • Pemerintah AS: Membeli saham 10% senilai hampir $9 miliar (Rp150 triliun) pada Agustus.

  • SoftBank: Menyuntikkan $2 miliar (Rp33 triliun) pada November.

  • Nvidia: Investasi $5 miliar (Rp83 triliun) menjelang akhir tahun.

Meskipun mendapat dukungan besar, Intel masih menghadapi tantangan manufaktur yang menuntut solusi jangka panjang.

Masa Depan Perangkat AI

Kesepakatan ini menandai perubahan paradigma di industri chip: persaingan bergeser menjadi kolaborasi strategis. Jensen Huang menekankan, “AI mendorong pembangunan kembali computing stack secara menyeluruh.”

Dengan kerja sama ini, Nvidia tetap relevan di pasar x86 meski mengembangkan CPU berbasis ARM, sementara Intel mendapat akselerasi dalam integrasi AI. Konsumen dan perusahaan pun berpotensi menikmati perangkat yang lebih kuat, efisien, dan inovatif berkat kolaborasi dua perusahaan chip ikonik dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *