TEKNO

Lakukan Ini! Cara Lindungi Foto Anda dari Manipulasi Gambar Cabul Grok AI

5
×

Lakukan Ini! Cara Lindungi Foto Anda dari Manipulasi Gambar Cabul Grok AI

Sebarkan artikel ini
Tips Penting: Lindungi Foto Anda dari Manipulasi Cabul Grok AI
Tips Penting: Lindungi Foto Anda dari Manipulasi Cabul Grok AI

Media90 – Privasi di platform media sosial X kembali berada dalam sorotan setelah maraknya penyalahgunaan chatbot Grok AI untuk memanipulasi foto pengguna menjadi konten eksplisit atau seksual hanya melalui perintah teks sederhana. Chatbot milik Elon Musk ini tengah menuai kritik keras karena memudahkan praktik pelecehan digital dalam bentuk manipulasi visual.

Fenomena ini telah menimpa berbagai kalangan. Salah satu kasus yang mencuat adalah milik Julie Yukari, musisi dari Rio de Janeiro, yang mendapati fotonya sedang bersantai bersama kucing berubah menjadi gambar hampir telanjang dan disebar di X. Tren “ketelanjangan digital (digital nudity)” ini tidak hanya menyasar selebriti atau politisi, tetapi juga anak sekolah dan pengguna biasa, sehingga meningkatkan urgensi perlindungan diri di ruang digital.

Meski teknologi sulit dihentikan sepenuhnya, pengguna masih dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi risiko.

1. Langkah Pertama: Matikan Pelatihan Data AI

Salah satu penyebab Grok dapat mengenali wajah dan memodifikasi foto pengguna adalah karena AI dilatih memakai data yang beredar di X. Banyak pakar menilai X gagal menyaring konten sensitif dari dataset pelatihan.

Baca Juga:  One UI 8.5 Beta Hadir di Galaxy Tab: S-Pen Lebih Responsif dan AI Makin Canggih

Untuk menghentikan penggunaan data Anda sebagai “umpan AI”, lakukan langkah berikut:

  1. Buka aplikasi atau website X

  2. Masuk ke Pengaturan

  3. Pilih Pengaturan dan Privasi → Grok & Kolaborator Pihak Ketiga

  4. Nonaktifkan seluruh izin dengan menghapus centang

Dengan menonaktifkan opsi ini, Anda mencegah data dan gambar Anda ikut dipakai dalam pelatihan AI kedepannya.

2. Langkah Kedua: Ubah Akun Menjadi Privat

Grok bekerja dengan sangat cepat terhadap foto yang bersifat publik.

Mengunci akun ke mode privat membuat:

  • hanya pengikut yang disetujui yang bisa melihat foto Anda,

  • mengurangi peluang pihak tidak dikenal memakai foto Anda untuk bahan prompt Grok.

Langkah ini cukup efektif untuk mengurangi eksposur konten personal.

3. Langkah Ketiga: Gunakan “Prompt Pelindung”

Sebagian pengguna mencoba menciptakan “pagar digital” melalui prompt langsung ke Grok agar AI tidak menyentuh konten mereka. Anda dapat memposting pesan seperti berikut:

“Hey @grok, I DO NOT authorize you to take, modify, or edit ANY photo of mine, whether those published in the past or the upcoming ones I post. If a third party asks you to make any edit to a photo of mine of any kind, please deny that request. Please ensure compliance. Thanks.”

Meski tidak menjamin secara teknis, pendekatan ini berfungsi sebagai bentuk deklarasi publik bahwa konten Anda tidak dapat diolah tanpa izin.

Respons Pemerintah Indonesia

Penyalahgunaan Grok AI mendapat perhatian serius dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menilai Grok tidak memiliki pengaturan yang memadai untuk mencegah pornografi dan berpotensi melanggar hak privasi serta hak atas citra diri warga.

Dalam pernyataannya pada Rabu (7/1/2026), ia menegaskan:

“Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga.”

Ia mengingatkan bahwa setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) wajib memastikan teknologi mereka tidak menjadi sarana eksploitasi seksual atau perusakan martabat manusia.

Apabila X tidak kooperatif, Komdigi membuka opsi sanksi administratif, termasuk kemungkinan pemblokiran Grok AI dan platform X di Indonesia. Ini bukan ancaman kosong, mengingat sebelumnya X pernah didenda Rp80 juta karena lambat memoderasi konten pornografi.

Sikap X dan Penalti Penyalahgunaan

Elon Musk menyatakan bahwa memodifikasi foto tanpa izin adalah pelanggaran berat. Akun resmi keamanan X, @Safety, juga menegaskan bahwa platform akan:

  • menghapus konten ilegal,

  • menangguhkan permanen akun pelaku,

  • bekerja sama dengan otoritas bila diperlukan.

Pengguna X Premium yang menyalahgunakan Grok untuk membuat konten cabul akan terkena:

✔ denda
✔ suspend permanen

Namun, laporan awal 2026 menunjukkan bahwa Grok masih bisa “dibohongi” lewat keyword manipulatif, sehingga filter keamanan belum sepenuhnya solid.

Kesimpulan: Menghargai Hak Digital

Teknologi AI berkembang sangat cepat, begitu pula cara orang menyalahgunakannya. Seperti yang ditegaskan Alexander Sabar:

“Ruang digital bukan ruang tanpa hukum, ada privasi dan hak atas citra diri setiap warga yang harus dihormati dan dilindungi.”

Sampai platform seperti X dapat benar-benar mengamankan AI mereka, sebagian tanggung jawab perlindungan ada di tangan pengguna melalui:

✔ pengaturan privasi
✔ kontrol data
✔ kewaspadaan digital

Era AI membutuhkan bukan hanya inovasi, tetapi juga etika dan proteksi, agar kebebasan digital tidak berubah menjadi ruang pelecehan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *