OTOMOTIF

Skutik Masih Jadi Raja, Penjualan Motor 2025 Sentuh 6,41 Juta Unit

4
×

Skutik Masih Jadi Raja, Penjualan Motor 2025 Sentuh 6,41 Juta Unit

Sebarkan artikel ini
Skuter Matik Kuasai Pasar, Penjualan Motor 2025 Capai 6,4 Juta Unit
Skuter Matik Kuasai Pasar, Penjualan Motor 2025 Capai 6,4 Juta Unit

Media90 – Penjualan sepeda motor sepanjang 2025 masih didominasi oleh segmen skuter matik (skutik). Meski segmen lain juga berkontribusi, porsinya tetap jauh lebih kecil dibandingkan skutik yang terus menjadi primadona masyarakat.

Dalam laporan terbarunya, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengungkap bahwa penjualan sepeda motor nasional pada 2025 tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total penjualan tahun tersebut ditutup di angka 6.412.769 unit.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menyampaikan bahwa stabilnya pasar roda dua tidak terlepas dari kemampuan industri memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat sehari-hari.

“Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun untuk leisure dan gaya hidup masyarakat kita. Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini (2026),” ujar Sigit.

Skutik Mendominasi Lebih dari 90 Persen

Berdasarkan data AISI, permintaan sepanjang 2025 masih dipimpin oleh skutik dengan kontribusi 91,7 persen dari total pasar. Di bawahnya terdapat sepeda motor:

  • Underbone: 4,46 persen

  • Sport: 3,51 persen

  • Motor listrik: di bawah 1 persen

Angka tersebut menunjukkan preferensi konsumen Indonesia terhadap motor bertransmisi otomatis yang dianggap praktis, hemat bahan bakar, dan sesuai kebutuhan perkotaan.

Peran Besar Perusahaan Pembiayaan

Pertumbuhan penjualan sepeda motor pada 2025 juga didorong oleh dukungan sektor pembiayaan. Dengan skema pendanaan yang kuat, proses pembelian motor menjadi lebih mudah diakses masyarakat.

Kontribusi pembelian secara kredit mencapai sekitar 65 persen, menjadikan perusahaan pembiayaan sebagai penopang penting permintaan pasar sepanjang 2025.

“Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” lanjut Sigit.

Selain pembiayaan, ajang Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 turut memberi efek positif. Selama lima hari pameran, lebih dari 1.500 unit sepeda motor terjual.

Proyeksi Pasar Motor 2026

Memasuki 2026, AISI menilai pasar motor nasional masih memiliki potensi pertumbuhan. Namun terdapat sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai.

Salah satunya adalah pemberlakuan opsen pajak tambahan oleh sejumlah pemerintah daerah di awal tahun, yang dikhawatirkan dapat menekan permintaan.

“Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif dengan tidak menaikkan pajak kendaraan sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” kata Sigit.

Selain faktor kebijakan, AISI juga mencermati potensi dampak kondisi geopolitik global, harga komoditas, cuaca, hingga daya beli masyarakat.

Namun, dukungan kuat dari sektor pembiayaan diyakini tetap akan menjaga realisasi penjualan tahun ini.

“Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil di angka 6,4 juta–6,7 juta unit,” pungkasnya.

Baca Juga:  Hyundai Gemilang dengan Ragam Promo Menggoda di GIIAS 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *