Media90 – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat. Pada Sabtu, 17 Januari 2026, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi pada pukul 05.38 WIB. Erupsi menghasilkan kolom abu setinggi ± 800 meter di atas puncak atau sekitar ± 4.476 meter di atas permukaan laut. Hingga laporan ini disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung.
Arah dan Karakter Kolom Abu Letusan
Hasil pengamatan menunjukkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Sebaran abu terpantau mengarah ke timur laut, sehingga wilayah di jalur tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu.
Status Aktivitas Masih Berlangsung
Petugas vulkanologi mencatat bahwa aktivitas erupsi Gunung Semeru belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi bahaya lanjutan masih bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama berupa:
-
awan panas
-
guguran lava
-
aliran lahar, khususnya saat curah hujan tinggi
Rekomendasi Keselamatan untuk Masyarakat Sekitar
Masyarakat serta wisatawan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan berikut demi mencegah risiko fatal:
1. Larangan Aktivitas di Sektor Tenggara
Penduduk dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 km dari puncak sebagai pusat erupsi.
Di luar radius tersebut, aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai juga dilarang karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 km dari puncak.
2. Radius Berbahaya di Sekitar Kawah
Seluruh aktivitas dalam radius 5 km dari kawah harus dihentikan sementara.
Area ini sangat rawan terhadap lontaran batu pijar serta material vulkanik lainnya.
3. Waspada di Aliran Sungai dan Lembah
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama:
-
Besuk Kobokan
-
Besuk Bang
-
Besuk Kembar
-
Besuk Sat
Selain itu, anak-anak sungai dari Besuk Kobokan juga berpotensi dialiri lahar, terutama saat terjadi hujan di sekitar kawasan puncak.
Imbauan Resmi untuk Warga
Meski cuaca di pemukiman terlihat normal, hujan di kawasan puncak dapat memicu banjir lahar secara tiba-tiba. Karena itu, masyarakat di bantaran sungai diimbau untuk:
-
tetap tenang namun waspada
-
memantau informasi resmi
-
tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi
-
mengikuti arahan pihak berwenang terkait aktivitas Gunung Semeru
Situasi saat ini masih dalam pemantauan intensif, dan pembaruan informasi akan disampaikan sesuai perkembangan aktivitas vulkanik.














