NASIONAL

Pencarian Pesawat IAT Difokuskan ke Gunung Bulusaraung, Cuaca Buruk Hambat Operasi

3
×

Pencarian Pesawat IAT Difokuskan ke Gunung Bulusaraung, Cuaca Buruk Hambat Operasi

Sebarkan artikel ini
Cuaca Buruk Hambat Pencarian, Tim SAR Fokuskan Operasi ke Bulusaraung, 590 Personel Turun
Cuaca Buruk Hambat Pencarian, Tim SAR Fokuskan Operasi ke Bulusaraung, 590 Personel Turun

Media90 – Operasi pencarian pesawat Indonesia Air Transport (IAT) masih terus berlangsung di wilayah Sulawesi Selatan. Namun hingga kini, proses di lapangan belum dapat dilakukan secara maksimal akibat kondisi alam yang tidak bersahabat.

Fokus pencarian saat ini diarahkan ke kawasan Gunung Bulusaraung, area perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, yang dikenal memiliki medan ekstrem dan sulit dijangkau. Wilayah pegunungan ini menjadi titik perhatian utama setelah data penerbangan menunjukkan koordinat terakhir pesawat berada di sekitar area tersebut. Penentuan fokus pencarian mengacu pada koordinat akhir yang diterima otoritas bandara sebelum pesawat dinyatakan hilang kontak.

Dari titik koordinat tersebut, tim SAR gabungan mulai bergerak menuju kaki Gunung Bulusaraung untuk mempersiapkan penyisiran lanjutan. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan bahwa pergerakan tim dilakukan secara bertahap sambil menyesuaikan kondisi lapangan yang terus berubah.

500 Personel SAR Gabungan Dikerahkan

Skala operasi pencarian diperluas dengan mengerahkan sekitar 500 personel SAR gabungan dari berbagai unsur. Jumlah yang besar ini menunjukkan tingginya tingkat keseriusan operasi, mengingat lokasi pencarian berada di wilayah yang minim akses dan memiliki risiko tinggi.

Baca Juga:  Nusadaya Academy Bandar Lampung Menghadirkan Pembicara Terkemuka dari Malaysia untuk Memperkaya Gelar Kuliah Pariwisata Internasional

Saat ini tim SAR masih bertahan di zona aman sambil menunggu momentum terbaik untuk masuk lebih dalam ke kawasan pegunungan. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah akses menuju titik dugaan jatuhnya pesawat. Tidak adanya jalur kendaraan memaksa tim melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, yang memerlukan waktu dan energi ekstra. Kondisi ini membuat proses penyisiran tidak bisa dilakukan secara cepat meski seluruh personel telah siap di lapangan.

Selain medan berat, cuaca pegunungan Bulusaraung juga menjadi faktor penghambat dalam pengambilan keputusan operasional. Hujan lebat, kabut tebal, dan angin kencang berpotensi membahayakan keselamatan tim jika pencarian dipaksakan. Oleh karena itu, operasi lanjutan masih menunggu perkembangan cuaca yang lebih memungkinkan.

Baca Juga:  Inisiatif YBM PLN: Rumah Singgah Gratis di Kedaton Bandar Lampung untuk Mengurangi Beban Biaya Pasien

Menanti Hasil, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Doa dan dukungan terus mengalir untuk keselamatan tim SAR serta seluruh penumpang dan kru pesawat. Hingga saat ini, proses pencarian masih berlangsung dan belum ada informasi resmi mengenai temuan utama. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu pernyataan resmi guna menghindari informasi keliru di tengah situasi darurat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *