Media90 – Kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke luar negeri membuahkan hasil strategis bagi perekonomian nasional. Pemerintah berhasil mengamankan komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling, atau setara dengan sekitar Rp90 triliun.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa hasil kunjungan kerja Presiden Prabowo mencakup tiga poin utama yang sangat penting bagi masa depan Indonesia.
“Intinya ada tiga, jadi yang pertama ada komitmen investasi sebesar 4 miliar pound sterling, itu sekitar Rp90 triliun,” ujar Teddy kepada awak media.
1. Komitmen Investasi
Investasi ini menjadi bukti kepercayaan mitra internasional terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo serta arah kebijakan ekonomi Indonesia yang stabil, terbuka, dan prospektif. Pemerintah menargetkan investasi ini dapat mempercepat pembangunan nasional, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.
2. Sektor Maritim: Pembangunan Kapal Nelayan
Selain investasi finansial, kunjungan kerja juga menegaskan komitmen di sektor maritim melalui pembangunan 1.582 kapal nelayan. Seluruh proses produksi kapal dilakukan di Indonesia, dengan potensi menyerap sekitar 600.000 tenaga kerja, baik sebagai awak kapal, tenaga produksi, maupun efek berganda di sektor pendukung.
“Kapalnya nanti akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang karena proses produksi dan perakitannya dilakukan di Indonesia,” jelas Teddy.
3. Dampak Positif Bagi Masyarakat
Sekretaris Kabinet menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan realisasi investasi berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Seluruh tindak lanjut akan dikawal secara serius oleh kementerian dan lembaga terkait.
“Intinya ini Bapak Presiden kalau ke luar negeri, itu beliau ingin ada yang didapatkan, ada produknya, ada hasilnya, ada dampak positifnya untuk Indonesia,” ujarnya.
Kunjungan kerja Presiden Prabowo ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang diperhitungkan di kancah internasional, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kerja sama global yang konkret dan berkelanjutan.














