Media90 – Industri otomotif Indonesia mencatat langkah strategis untuk memperkuat kualitas produk lokal agar lebih kompetitif di pasar global. TÜV Rheinland Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), atau Vehicle Testing and Certification Center (VTCC).
Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di fasilitas Proving Ground BPLJSKB, Cibitung, Bekasi, pada 15 Januari 2026. Kemitraan ini bertujuan menyelaraskan standar pengujian nasional dengan kebutuhan global, mengingat posisi Indonesia yang semakin vital dalam rantai pasok otomotif di kawasan Asia Tenggara.
Keamanan Kendaraan dan Teknologi Modern
Presiden Direktur TÜV Rheinland Indonesia, Nyoman Susila, menekankan pentingnya pengujian kendaraan seiring perkembangan teknologi yang semakin kompleks.
“Perkembangan teknologi sangat cepat, dan itu mesti dipastikan ke konsumen bahwa produk sebuah kendaraan massal harus aman dan sebagainya, maka dibutuhkan balai uji dengan teknologi yang dipercaya,” jelasnya, Rabu (21/1/2026).
Fasilitas pengujian di Cibitung sudah memiliki infrastruktur komprehensif untuk uji kendaraan bertaraf internasional, termasuk:
- Laboratorium Crash Test
- Braking System Test
- Seatbelt Anchorage Test
- Electrical Safety Test, krusial bagi pengembangan kendaraan listrik
Tak hanya pengujian dalam ruangan, BPLJSKB juga memiliki proving ground luar ruangan yang mumpuni, meliputi:
- High Speed Oval Track
- Noise Emission Loop Track
- Low Friction Braking Track & Test Hills
Sinergi Global dan Standar Internasional
Kehadiran TÜV Rheinland memberikan dukungan berupa referensi internasional dan keahlian teknis, sehingga hasil uji kendaraan diakui secara global.
Tri Bowo Leksono, Pelaksana Harian Kepala BPLJSKB, menyatakan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar koordinasi teknis, melainkan penguatan ekosistem nasional yang bisa dijadikan standar internasional:
“Harapannya kerjasama ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh stakeholder dan pelaku industri serta komponen kendaraan bermotor di Indonesia,” ujarnya.
Dengan adanya kolaborasi ini, pabrikan otomotif lokal kini memiliki akses ke fasilitas pengujian bersertifikasi global di dalam negeri. Langkah ini diharapkan mampu:
- Meningkatkan efisiensi proses perizinan
- Membantu produsen lokal bersaing di pasar ekspor
- Menarik lebih banyak investasi di bidang riset dan pengembangan otomotif nasional
Kolaborasi Balai Uji Cibitung dan TÜV Rheinland menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di kancah global, sekaligus menjamin keamanan dan kualitas kendaraan untuk konsumen dalam negeri dan internasional.














