Media90 – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan terjadinya erupsi pada pukul 05.36 WIB. Hingga laporan ini disusun, letusan masih berlangsung, menandakan aktivitas gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut belum mereda.
Kolom letusan teramati mencapai sekitar ±1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik yang keluar terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah timur laut.
Arah Sebaran Abu dan Kondisi Terkini
Secara visual, kolom abu tampak cukup jelas dari kawasan lereng gunung. Hembusan abu ke timur laut berpotensi berdampak pada wilayah yang berada di jalur sebaran, terutama jika erupsi berlangsung lebih lama.
Pihak berwenang terus melakukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan aktivitas, termasuk potensi awan panas guguran, aliran lava, hingga lahar.
Zona Terlarang dan Batas Aman
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diminta tidak mengabaikan rekomendasi keselamatan karena potensi bahaya masih tinggi. Berikut batasan aktivitas yang perlu diperhatikan:
- Sektor tenggara – Besuk Kobokan
Dilarang melakukan aktivitas apapun hingga radius 13 km dari puncak. Di luar jarak tersebut, masyarakat tetap tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai, karena berisiko terkena awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 km dari puncak. - Radius kawah Gunung Semeru
Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak karena rawan lontaran batu pijar.
Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan di wilayah aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, khususnya:
- Besuk Kobokan
- Besuk Bang
- Besuk Kembar
- Besuk Sat
Anak-anak sungai dari Besuk Kobokan juga berpotensi menjadi jalur lahar, terutama saat hujan turun di area puncak.
Imbauan untuk Warga
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk:
- Tidak mendekati zona terlarang meski aktivitas terlihat menurun
- Menghindari aktivitas di sungai dan lembah berhulu Semeru
- Menggunakan masker jika terjadi hujan abu
- Mengikuti informasi resmi dan pembaruan aktivitas gunung api
Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama selama aktivitas erupsi masih berlangsung. Warga diminta tetap waspada dan mematuhi peringatan yang diberikan oleh pihak berwenang.














