Media90 – Kabar duka datang dari skena musik punk Indonesia. Romi Jahat meninggal dunia pada Selasa (10/2), meninggalkan duka mendalam bagi komunitas musik independen tanah air.
Musisi bernama lengkap Adie Indra Dwiyanto ini dikenal sebagai salah satu sosok sentral dalam perkembangan skena punk Jakarta sejak akhir 1990-an. Lahir dan besar di ibu kota, Romi menjadi bagian dari gelombang awal pergerakan punk yang tumbuh kuat pada era tersebut.
Perjalanan Musik Bersama Marjinal
Karier bermusiknya dimulai pada 1997 saat ia bergabung sebagai vokalis band punk legendaris Marjinal, bersama Mike, Bob OI!, dan Steve. Sejak saat itu, namanya dikenal luas sebagai figur vokal yang berpengaruh dalam pergerakan musik bawah tanah.
Aktif Bersama Romi & The Jahats (RTJ)
Setelah dikenal melalui Marjinal, Romi melanjutkan kiprahnya bersama Romi & The Jahats (RTJ). Di band ini, ia semakin lekat dengan panggilan akrab Babeh Romi. RTJ dikenal konsisten membangun identitas musik punk yang kuat dan memiliki basis penggemar setia. Kehadiran Romi sebagai vokalis utama menjadi “ruh” dalam setiap penampilan dan karya mereka.
Kabar wafatnya Romi diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi band. RTJ mengunggah potret hitam putih sang vokalis sebagai bentuk penghormatan terakhir.
“Rest in power Babeh @romi.jahats,” tulis RTJ Official pada Selasa (10/2).
“Romi Jahat babeh kami, sahabat kami, saudara kami telah berpulang. Terima kasih atas semua cinta dan dukungan yang kalian berikan selama ini. Al-Fatihah.”
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar duka dari penggemar dan sesama musisi.
Kondisi Kesehatan Sebelumnya
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya Romi Jahat. Namun sebelumnya, ia dikabarkan menjalani perawatan intensif selama dua pekan terakhir akibat kondisi kesehatan yang menurun. Informasi ini sempat beredar di kalangan komunitas dan menjadi perhatian sahabat serta penggemar.
Kepergian Romi Jahat meninggalkan ruang kosong yang besar dalam dunia musik punk Jakarta, namun karya dan semangatnya akan terus dikenang oleh para penggemar dan komunitas musik independen.














