Media90 – Toko buku asal Amerika Serikat, Barnes & Noble, kembali menghadirkan tablet Android lewat lini Nook. Perangkat terbarunya bernama Nook Reading Tablet 8.7, ditujukan bagi pengguna yang menginginkan tablet terjangkau untuk membaca sekaligus konsumsi konten digital lain.
Menariknya, tablet ini merupakan versi rebrand dari Lenovo Tab One, sehingga desain dan spesifikasi inti hampir sama, dengan beberapa penyesuaian di bagian belakang dan optimisasi software untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman.
Spesifikasi Nook Reading Tablet 8.7
Layar dan Tampilan
- Panel IPS 8,7 inci dengan resolusi HD
- Lapisan oleophobic dan perlindungan cahaya biru
- Mode grayscale untuk membaca menyerupai E Ink
- Mode chromatic untuk konten berwarna seperti komik atau majalah
Dapur Pacu
- SoC MediaTek Helio G85
- RAM 4GB
- Penyimpanan 64GB dengan slot microSD hingga 1TB
Fitur Lain
- Bluetooth 5.1
- Jack audio 3,5 mm
- Speaker stereo dengan Dolby Atmos
- Mode membaca imersif dengan suara latar
Kamera
- Kamera belakang 8 MP
- Kamera depan 2 MP untuk video call
Baterai dan Pengisian Daya
- Kapasitas 5.100 mAh, bertahan hingga 16,5 jam penggunaan
- Mendukung pengisian cepat 15W, adaptor 20W dan kabel USB-C sudah termasuk dalam paket
Software dan Antarmuka
Tablet ini menjalankan Android 15 dengan antarmuka khusus Nook Reading Experience. Aplikasi Nook sudah terpasang, sehingga pengguna bisa langsung mengakses buku, majalah, koran, hingga manga dari ekosistem Barnes & Noble.
Desain dan Aksesori
Bagian belakang tablet menggunakan plastik daur ulang, selaras dengan upaya ramah lingkungan. Untuk aksesori:
- Pelindung layar: $9,99 (~Rp155 ribu)
- Case pelindung: $19,99 (~Rp310 ribu), mendukung mode portrait dan landscape
Tablet hadir dalam dua pilihan warna: Seafoam Green dan Luna Grey.
Harga dan Ketersediaan
Nook Reading Tablet 8.7 dibanderol $149,99, setara sekitar Rp2,5 jutaan. Pre-order sudah dibuka dan pengiriman dijadwalkan mulai 17 Maret 2026.
Dengan tablet ini, Barnes & Noble mencoba menyesuaikan diri dengan era digital, menghadirkan pengalaman membaca yang nyaman sekaligus fleksibel untuk konsumsi konten lain. Strategi ini bisa menjadi inspirasi bagi toko buku lain untuk tetap relevan di tengah gempuran konten digital.














