Media90 – Segmen skuter premium global kembali memanas dengan hadirnya Honda Forza 750 beberapa tahun terakhir. Model ini bukan sekadar pembesaran dari Forza 250, melainkan representasi baru skutik bertenaga besar dengan karakter sport touring.
Sebagai flagship dalam keluarga Forza, motor ini menyasar pengendara yang menginginkan kenyamanan skutik, namun dengan performa mendekati motor sport menengah. Kehadirannya juga menunjukkan keseriusan Honda memperkuat lini big scooter di pasar global. Dengan mesin besar, teknologi modern, dan desain agresif, Forza 750 menawarkan kombinasi performa dan kemewahan dalam satu paket.
Desain Dinamis
Secara visual, Honda Forza 750 tampil jauh lebih agresif dibanding Forza 250. Bagian depan dilengkapi lampu LED tajam dengan DRL modern, sementara siluet bodinya ramping namun tetap menyimpan aura kekar khas maxi scooter.
Windscreen elektrik memberikan fleksibilitas pengendara saat touring jarak jauh. Komponen penahan angin ini diklaim 25% lebih lebar, dengan pengaturan ketinggian/sudut hingga 120 mm. Posisi rendah memberikan pandangan sporty, sementara posisi tinggi menahan angin lebih baik dan mengurangi kebisingan.
Jok bertingkat dan posisi duduk ergonomis menegaskan fokus motor ini pada kenyamanan perjalanan panjang.
Mesin dan Performa
Honda Forza 750 dibekali mesin 745 cc parallel twin yang juga digunakan pada lini adventure dan naked Honda. Tenaga yang dihasilkan berkisar 57–59 hp, dengan torsi melimpah di putaran menengah.
Transmisi Dual Clutch Transmission (DCT) menjadi nilai jual utama, memungkinkan perpindahan gigi otomatis atau manual via paddle shift di setang. Karakter mesin responsif, akselerasi spontan, namun tetap halus saat cruising kecepatan tinggi. Performa skutik ini berada di level berbeda dibanding skuter konvensional.
Rangka dan Handling
Forza 750 menggunakan rangka tubular steel frame yang lebih kaku dibanding skutik biasa. Suspensi depan upside down dan monoshock belakang memberikan kestabilan optimal saat menikung.
Ukuran roda 17 inci di depan dan 15 inci di belakang meningkatkan traksi sekaligus rasa percaya diri saat bermanuver. Sistem pengereman sudah menggunakan rem cakram ABS dual channel. Bobot lebih berat dibanding skutik 250 cc, namun distribusi berat yang baik membuatnya tetap stabil.
Fitur Modern dan Teknologi
Panel instrumen TFT full digital 5 inci menjadi pusat kontrol, lengkap dengan konektivitas smartphone melalui Honda Smartphone Voice Control. Mode berkendara dapat disesuaikan, termasuk Standar, Sport, Rain, dan dua mode USER yang bisa dikustomisasi.
Teknologi lainnya mencakup:
- Kontrol traksi (HSTC)
- Ride-by-wire
- Sistem pencahayaan full LED
- Suspensi elektrik dan windscreen elektrik
Dengan fitur ini, Forza 750 bukan sekadar skutik besar, melainkan kendaraan premium dengan sentuhan teknologi modern.
Kenyamanan Touring
Bagasi di bawah jok mampu menampung helm full-face dan barang bawaan kecil. Posisi kaki lega dan ergonomis membuat perjalanan jauh tidak melelahkan. Tangki 13,8 liter memungkinkan jarak tempuh hingga 370 km sekali jalan, dengan konsumsi BBM rata-rata 13,2 km/liter menurut catatan WMTC.
Teknologi injeksi dan DCT menjaga konsumsi bahan bakar tetap rasional, lumayan irit untuk ukuran skutik berkapasitas besar.
Potensi Masuk ke Indonesia
Secara global, Forza 750 bersaing dengan skuter premium kelas 500–750 cc. Jika masuk Indonesia, motor ini akan menyasar konsumen mapan yang menginginkan kenyamanan tanpa kehilangan performa. Segmen maxi scooter di Tanah Air terus tumbuh, terutama untuk touring dan lifestyle.
Harga menjadi faktor utama. Diprediksi, jika resmi hadir, banderolnya berada di atas Rp300 juta.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
- Mesin bertenaga dan responsif
- Transmisi DCT canggih
- Fitur modern lengkap
- Nyaman untuk touring jarak jauh
Kekurangan:
- Harga premium
- Bobot cukup berat
- Segmentasi pasar terbatas
Forza 750 menawarkan pengalaman berkendara unik: performa besar namun tetap praktis.
Skutik atau Motor Sport?
Dengan rangka kokoh, suspensi USD, dan mesin 745 cc, Honda Forza 750 melampaui skutik biasa. Namun tetap mempertahankan kepraktisan transmisi otomatis dan bagasi, jadi pengendara bisa menikmati performa besar tanpa harus repot oper gigi manual.
Kesimpulan
Honda Forza 750 membuktikan bahwa skutik bongsor tidak selalu boros. Mesin 745 cc parallel twin dengan DCT menghadirkan performa besar namun tetap efisien. Tangki 13,8 liter dan jarak tempuh hingga 370 km membuatnya ideal untuk touring jauh.
Desain agresif, windscreen elektrik, suspensi upside down, rangka kokoh, serta fitur elektronik seperti ride-by-wire dan kontrol traksi menempatkan motor ini sebagai perpaduan kenyamanan skutik dan karakter motor sport menengah.
Jika resmi masuk Indonesia, model ini berpotensi menyasar konsumen mapan yang menginginkan gaya hidup touring tanpa repot oper gigi manual. Harga premium sebanding dengan teknologi dan performa yang ditawarkan.
FAQ
1. Berapa kapasitas mesin Honda Forza 750?
745 cc parallel twin.
2. Berapa tenaga yang dihasilkan?
Sekitar 57–59 hp dengan torsi kuat di putaran menengah.
3. Apa keunggulan utama Forza 750?
Transmisi DCT, fitur modern lengkap, dan kenyamanan touring.
4. Apakah irit untuk ukuran 750 cc?
Relatif irit, jarak tempuh sekitar 370 km dengan tangki 13,8 liter.
5. Apakah cocok untuk touring jarak jauh?
Sangat cocok, posisi duduk ergonomis, windscreen elektrik, tangki besar.
6. Apakah sudah dijual resmi di Indonesia?
Belum tersedia secara resmi.
7. Berapa perkiraan harganya jika masuk Indonesia?
Diprediksi di atas Rp300 juta.
8. Apakah ini masih disebut skutik?
Ya, karena transmisi otomatis tetap dipertahankan, meski performanya mendekati motor sport menengah.














