TEKNO

Ilmuwan China Ciptakan Baterai Mobil Listrik dari Plastik, Setara Lithium-Ion

7
×

Ilmuwan China Ciptakan Baterai Mobil Listrik dari Plastik, Setara Lithium-Ion

Sebarkan artikel ini
Terobosan! Ilmuwan China Ciptakan Baterai Mobil Listrik dari Plastik Setara Lithium-Ion
Terobosan! Ilmuwan China Ciptakan Baterai Mobil Listrik dari Plastik Setara Lithium-Ion

Media90 – Perkembangan teknologi kendaraan listrik terus melahirkan inovasi tak terduga. Alih-alih mengandalkan solid-state atau logam berat seperti kobalt dan nikel, ilmuwan kini menghadirkan baterai mobil listrik berbasis plastik. Terobosan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 18 Februari 2026 dan langsung menarik perhatian global, karena baterai plastik ini dinilai lebih ringan, fleksibel, dan ramah lingkungan.

Baterai Organik Tanpa Logam Berat

Tim peneliti asal China, dipimpin Xun Yinhua dari Tianjin University bersama Huang Fei dari South China University of Technology, mengembangkan baterai menggunakan polimer organik PBFDO sebagai katoda. Material ini menyerupai plastik, sehingga struktur baterai menjadi lebih ringan dan fleksibel.

Langkah ini signifikan karena kobalt dan nikel selama ini mahal, sulit diperoleh, dan berdampak lingkungan besar akibat penambangannya. Penggunaan material organik membuat baterai masa depan lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Kerjasama Sukses! Presiden Jokowi Dukung Misi Investasi PLN dengan 9 Perusahaan di ICBF China 2023

Performa Setara Lithium-Ion

Salah satu tantangan baterai organik biasanya adalah performa yang lebih rendah. Namun, baterai prototipe tipe pouch ini mampu mencapai kepadatan energi 250 Wh/kg, setara dengan baterai lithium-ion canggih yang digunakan banyak mobil listrik saat ini.

Artinya, baterai berbasis plastik bukan sekadar alternatif kelas dua, tetapi potensial menjadi pesaing serius baterai konvensional.

Tahan Suhu Ekstrem dan Lebih Aman

Baterai plastik ini mampu bekerja dalam rentang suhu -70 hingga 80 derajat Celsius, mengatasi kelemahan baterai konvensional yang menurun performa di suhu dingin atau berisiko overheat.

Selain itu, uji ekstrem seperti penusukan jarum tidak menimbulkan asap atau perubahan bentuk, menjadikannya lebih aman dari risiko kebakaran, isu utama dalam industri kendaraan listrik.

Baca Juga:  China Perketat Aturan untuk Influencer: Topik Sensitif Hanya Boleh Dibahas oleh yang Bersertifikat Resmi

Fleksibel dan Membuka Peluang Desain Baru

Material polimer membuat baterai ini lentur, dapat dilipat, diregangkan, atau diberi tekanan tanpa rusak. Fleksibilitas ini memungkinkan baterai disesuaikan dengan struktur kendaraan, bahkan menyatu dengan rangka mobil.

Pendekatan ini membuka peluang desain kendaraan yang lebih ringan, hemat ruang, dan inovatif, berbeda dengan baterai konvensional yang harus berbentuk kaku dan diletakkan di bagian bawah mobil.

Potensi Lebih Murah dan Ramah Lingkungan

Polimer organik dapat dibuat dari bahan lebih umum dan mudah diperoleh, sehingga jika diproduksi massal, biaya baterai bisa ditekan dan ketergantungan terhadap logam berat berkurang.

Meski saat ini masih dalam tahap prototipe, hasil pengujian menunjukkan bahwa baterai berbasis plastik memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut dan menjadi standar baru industri kendaraan listrik.

Baca Juga:  Torehan Terbaru: Vivo Y28 Tiba di Indonesia, Kombinasi Elegan Metalik dan Kekuatan Baterai Besar!

Inovasi ini membuktikan bahwa masa depan energi tidak selalu bergantung pada material konvensional. Dengan pendekatan kreatif dan berkelanjutan, plastik yang selama ini dianggap masalah lingkungan justru bisa menjadi bagian dari solusi energi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *