TEKNO

Cincin Pintar Ini Diklaim Bisa Cek Gula Darah Lewat Keringat

Novita Nurjanah
21
×

Cincin Pintar Ini Diklaim Bisa Cek Gula Darah Lewat Keringat

Sebarkan artikel ini
Cincin Pintar Mampu Pantau Gula Darah Lewat Keringat, Begini Caranya
Cincin Pintar Mampu Pantau Gula Darah Lewat Keringat, Begini Caranya

Media90.id – Peneliti dari University of California, San Diego mengembangkan prototipe cincin pintar yang dirancang untuk mengukur kadar gula darah tanpa menggunakan tusukan jarum.

Perangkat tersebut bekerja dengan menganalisis kandungan keringat pada permukaan kulit. Teknologi ini berpotensi menjadi alternatif bagi penderita diabetes yang selama ini mengandalkan tes darah maupun perangkat Continuous Glucose Monitor (CGM) untuk memantau kadar glukosa.

Ads
close ads

Cara Kerja Deteksi Gula Darah di Cincin Pintar

Teknologi yang dikembangkan peneliti memanfaatkan material bernama osmotic hydrogel. Material polimer tersebut mampu menarik keringat dari permukaan kulit sehingga pengguna tidak harus berkeringat terlebih dahulu agar sensor dapat bekerja.

Setelah keringat terkumpul, sensor elektrokimia di dalam cincin akan menganalisis kandungan di dalamnya secara berkala.

Hasil pengukuran kemudian dikirimkan secara nirkabel langsung ke aplikasi smartphone. Dengan sistem tersebut, pengguna dapat memantau data yang diperoleh dari sensor tanpa perlu melakukan pengambilan sampel darah secara manual.

Menariknya, sensor pada cincin pintar tersebut tidak hanya dirancang untuk mendeteksi glukosa. Perangkat juga dapat memantau keton, vitamin C, asam urat, laktat, hingga kadar alkohol.

Kemampuan memantau keton menjadi salah satu fitur penting, terutama bagi penderita diabetes tipe 1. Kadar keton yang terlalu tinggi dapat memicu diabetic ketoacidosis (DKA), kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis.

Dalam pengujian awal, hasil pembacaan kadar glukosa dan keton dari cincin tersebut diklaim sebanding dengan perangkat medis yang telah digunakan saat ini.

Tak Hanya untuk Penderita Diabetes

Meski pengembangannya berkaitan erat dengan kebutuhan pemantauan diabetes, teknologi tersebut berpotensi digunakan oleh kelompok pengguna yang lebih luas.

Atlet, misalnya, dapat memanfaatkan data dari sensor untuk memantau kondisi tubuh dan kebutuhan nutrisi selama melakukan aktivitas fisik.

Teknologi pemantauan kadar gula darah tanpa jarum juga telah lama menjadi salah satu target pengembangan perusahaan teknologi besar, termasuk Apple untuk perangkat Apple Watch. Namun, teknologi tersebut belum berhasil diwujudkan secara komersial karena kebutuhan terhadap tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Masih Berupa Prototipe

Meski menawarkan teknologi yang menarik, cincin pintar tersebut saat ini masih berada dalam tahap prototipe.

Para peneliti masih membutuhkan proses validasi dan pengujian lebih lanjut sebelum perangkat dapat dikembangkan menjadi produk yang siap digunakan secara luas.

Salah satu tantangan yang masih harus diselesaikan adalah daya tahan baterai. Dalam kondisi saat ini, baterai perangkat baru mampu bertahan sekitar 12 jam.

Selain itu, ukuran perangkat juga masih perlu diperkecil agar lebih nyaman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Jika berbagai tantangan tersebut berhasil diatasi, teknologi cincin pintar berbasis analisis keringat ini berpotensi membuka alternatif baru dalam pemantauan berbagai biomarker tubuh secara praktis dan minim invasif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *