NASIONAL

Menkes Ingatkan Siswa Sekolah Rakyat Jaga Kesehatan, Mulai dari Sikat Gigi

Novta Tria
7
×

Menkes Ingatkan Siswa Sekolah Rakyat Jaga Kesehatan, Mulai dari Sikat Gigi

Sebarkan artikel ini
Menkes Ingatkan Siswa Sekolah Rakyat Jaga Kesehatan Tekankan Pentingnya Sikat Gigi

Media90.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan siswa Sekolah Rakyat untuk membiasakan hidup sehat sejak dini. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menyikat gigi dengan benar, menjaga pola makan, dan rutin berolahraga penting untuk menjaga kesehatan.

Pesan tersebut disampaikan Budi saat meninjau Sekolah Rakyat Rintisan 4 Kabupaten Bogor bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Ads
close ads

Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Unit Deteksi K-9 BNN, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/8/2026).

Budi secara khusus mengingatkan siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi. Dia meminta anak-anak membiasakan diri menyikat gigi secara rutin dan menggunakan cara yang tepat.

“Yang penting hidup sehat, makannya cukup. Penyakit paling banyak ditemukan adalah penyakit gigi,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).

“Jadi mesti rajin sikat gigi yang benar,” sambungnya.

Menkes Ingatkan Pola Makan

Selain kesehatan gigi, Budi meminta para siswa memperhatikan pola makan. Menurutnya, asupan makanan harus cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, tetapi tidak boleh berlebihan.

Dia mengingatkan pola makan yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko obesitas hingga tekanan darah tinggi.

“Nomor dua kurang makan, di sini kan tidak mungkin kurang makan. Tapi juga (mungkin) ada ya obesitas (menyebabkan) tekanan darah tinggi,” ujar Budi.

“Jadi nggak boleh ya,” lanjutnya.

Budi juga mendorong siswa untuk aktif bergerak dan tidak menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan. Aktivitas olahraga, menurutnya, perlu menjadi bagian dari keseharian siswa untuk menjaga kebugaran tubuh.

Hampir Separuh Siswa Bermasalah Gigi

Pesan Menkes tersebut sejalan dengan hasil pemeriksaan awal terhadap siswa Sekolah Rakyat. Gus Ipul mengungkapkan hampir separuh siswa mengalami masalah gigi ketika pertama kali masuk Sekolah Rakyat.

“Jadi 49% siswa Sekolah Rakyat bermasalah gigi ketika pertama kali (masuk). Kemudian anemia, kotoran telinga,” kata Gus Ipul.

Menurut Gus Ipul, kondisi kesehatan para siswa mulai menunjukkan perubahan setelah mendapatkan perhatian dan pendampingan. Dia melihat siswa yang sebelumnya terlihat sering mengantuk kini tampak lebih segar.

“Awal mereka masuk ngantukan semua. Sekarang Alhamdulillah seger-seger ya,” ujarnya.

Sekolah Rakyat untuk Anak Putus Sekolah

Sekolah Rakyat Rintisan 4 Kabupaten Bogor merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah, khususnya anak yang beraktivitas di jalan dan kawasan pasar di Jakarta dan sekitarnya.

Gus Ipul mengatakan pemerintah menemukan sekitar 400 anak yang tidak bersekolah dan beraktivitas di jalan maupun pasar. Namun, tidak seluruh anak dapat langsung mengikuti kegiatan pembelajaran.

Sekitar 100 anak masih perlu menjalani proses pemulihan di sentra milik Kementerian Sosial sebelum mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat.

“Nanti kalau sudah cukup, artinya sudah mengikuti matrikulasi, mereka bisa mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat. Kami berterima kasih karena BNN menyediakan sebagian dari tempat di sini untuk penyelenggaraan Sekolah (Rakyat) rintisan, menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo,” kata Gus Ipul.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul, Budi, dan Suyudi turut meninjau sejumlah fasilitas Sekolah Rakyat, mulai dari asrama, musala, hingga ruang kelas.

Ketiganya juga menyaksikan simulasi pembelajaran matematika yang menggunakan papan tulis digital dengan pengantar Bahasa Inggris.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah tidak hanya berupaya memberikan akses pendidikan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar siswa, termasuk kesehatan dan pembentukan kebiasaan hidup sehat, mendapat perhatian sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *