Media90.id – Langkah konkret untuk memutus rantai kemiskinan struktural mulai diwujudkan di Desa Muara Jaya, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah meresmikan Sekolah Rakyat Terintegrasi sekaligus membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru, Kamis (13/8/2026).
Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi menjadi tonggak strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah mengatakan, pembangunan gedung tersebut tidak sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan secara fisik. Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan simbol komitmen pemerintah dalam menyediakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Sekolah Rakyat ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan,” kata Ella Siti Nuryamah.
Ia meyakini keberadaan Sekolah Rakyat akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan untuk mengejar ketertinggalan sekaligus mempersiapkan masa depan.
Menurut Ella, pendidikan memiliki peran penting sebagai sarana meningkatkan taraf hidup keluarga. Dengan memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari kelompok rentan, pemerintah berupaya memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi hambatan bagi mereka untuk berkembang.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat mencegah kemiskinan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Tak Hanya Fokus Akademik
Pemkab Lampung Timur, kata Ella, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi. Ia berharap proses pendidikan di sekolah tersebut tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.
Ella ingin Sekolah Rakyat menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus pengembangan keterampilan praktis bagi peserta didik.
“Sekolah harus menjadi tempat untuk membentuk kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, keterampilan, kepedulian sosial, sekaligus karakter peserta didik,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan yang diberikan harus mampu membekali siswa dengan kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter dan keterampilan untuk menghadapi tantangan di tengah masyarakat.
Konsep tersebut sejalan dengan pendekatan pendidikan holistik yang tidak hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap dan keterampilan peserta didik.
Ella berharap Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung Timur dapat menjadi wadah yang mampu melahirkan generasi yang cerdas, mandiri, tangguh, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Keberadaan sekolah ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam memperluas kesempatan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung Timur.
Dengan pendidikan yang lebih inklusif dan dukungan pembentukan karakter serta keterampilan, Sekolah Rakyat diharapkan mampu membuka peluang baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus membantu memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.














