NASIONAL

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Terpantau hingga 2 Km

12
×

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Terpantau hingga 2 Km

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Vulkanik Merapi Meningkat, Guguran Lava Teramati hingga 2 Kilometer
Aktivitas Vulkanik Merapi Meningkat, Guguran Lava Teramati hingga 2 Kilometer

Media90.id – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai. Berdasarkan laporan pengamatan terbaru, petugas mencatat satu kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter atau 2 kilometer.

Secara visual, Gunung Merapi terpantau cukup jelas. Asap kawah utama terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis dan ketinggian sekitar 200 meter dari puncak.

Ads
close ads

Kondisi cuaca di kawasan puncak dilaporkan berawan hingga mendung. Angin terpantau tenang dan bergerak ke arah barat.

Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer

Guguran lava menjadi salah satu aktivitas yang mendapat perhatian dalam periode pengamatan kali ini. Petugas mencatat material guguran meluncur ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak maksimum mencapai 2 kilometer.

“Teramati 1 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2000 meter.”

Aktivitas tersebut menunjukkan suplai magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi ini berpotensi memicu aktivitas vulkanik lanjutan, termasuk guguran lava dan awan panas guguran.

Dari hasil pengamatan visual, asap kawah utama masih terlihat tipis dengan warna putih dan ketinggian sekitar 200 meter dari puncak.

Suhu udara di kawasan puncak tercatat antara 15,2 hingga 17 derajat Celsius. Kelembapan berada pada kisaran 95–97 persen, sedangkan tekanan udara mencapai 875,5–919 mmHg.

Puluhan Gempa Vulkanik Terekam

Aktivitas internal Gunung Merapi juga masih terlihat dari hasil pemantauan kegempaan. Petugas mencatat puluhan aktivitas seismik selama periode pengamatan.

Sebanyak 17 kali gempa guguran tercatat dengan amplitudo 2 hingga 24 mm dan durasi antara 39,01 hingga 194,34 detik.

Selain itu, tercatat 27 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 29 mm dan durasi 7,5 hingga 32,64 detik.

Gempa hybrid umumnya berkaitan dengan aktivitas pergerakan fluida maupun magma di dalam tubuh gunung api.

Sementara itu, satu kali gempa tektonik jauh juga tercatat dengan amplitudo 32 mm dan durasi mencapai 151,31 detik.

Sejumlah Sungai Masuk Zona Potensi Bahaya

Berdasarkan rekomendasi resmi, potensi bahaya Gunung Merapi saat ini terutama berupa guguran lava dan awan panas guguran (APG).

Pada sektor selatan-barat daya, potensi bahaya meliputi Sungai Boyong dengan jarak maksimum 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh 7 kilometer.

Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro dengan jarak maksimum 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

PVMBG juga mengingatkan adanya potensi lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif. Material tersebut dapat mencapai radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Suplai Magma Masih Berlangsung

Hasil pemantauan menunjukkan suplai magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di kawasan yang masuk daerah potensi bahaya.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.”

Aktivitas tersebut membuat perkembangan Gunung Merapi terus dipantau secara intensif oleh petugas.

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan rawan bencana diminta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang telah dikeluarkan.

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.”

Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lahar dan awan panas guguran, terutama ketika terjadi hujan di sekitar kawasan Gunung Merapi.

“Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran [APG] terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.”

Warga Diminta Antisipasi Abu Vulkanik

Selain guguran lava dan awan panas, masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya abu vulkanik apabila aktivitas erupsi Gunung Merapi meningkat.

“Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.”

Abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Dalam jumlah besar, abu vulkanik juga dapat mengganggu jarak pandang dan aktivitas transportasi.

Otoritas pemantau gunung api memastikan aktivitas Gunung Merapi terus dipantau selama 24 jam. Perubahan signifikan pada aktivitas vulkanik akan menjadi bahan evaluasi terhadap status Gunung Merapi.

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.”

Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Merapi diimbau tetap tenang, tidak memasuki daerah potensi bahaya, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan instansi terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *