Media90.id – Video yang memperlihatkan perseteruan antara pedagang kantin sekolah dan penjual pentol keliling mendadak viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di area SDN Sumur Cinde 1, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Dalam video yang beredar, seorang wanita yang diduga merupakan pedagang kantin sekolah terlihat menegur penjual pentol. Pedagang tersebut disebut melarang penjual pentol berjualan atau mangkal di sekitar area sekolah, terutama ketika kegiatan ekstrakurikuler berlangsung.
Adu mulut yang terjadi kemudian menarik perhatian warga sekitar. Momen tersebut direkam dan disebarluaskan melalui media sosial hingga memunculkan beragam tanggapan dari netizen.
Netizen Pertanyakan Alasan Pedagang Pentol Dilarang
Setelah video tersebar, sejumlah netizen mempertanyakan alasan pedagang pentol dilarang berjualan di sekitar SDN Sumur Cinde 1.
Sebagian warganet menyayangkan tindakan tersebut karena menganggap larangan berjualan dapat berdampak terhadap penghasilan pedagang kecil yang mencari nafkah dengan menjajakan makanan secara keliling.
Narasi mengenai dugaan persaingan antara pedagang kantin sekolah dan pedagang dari luar pun berkembang di media sosial.
Namun, informasi tersebut kemudian mendapatkan klarifikasi dari pihak penjaga sekolah.
Bukan Persaingan Dagang, Ini Alasan Pedagang Dilarang Mangkal
Menurut klarifikasi pihak penjaga sekolah, larangan terhadap pedagang dari luar untuk berjualan di depan gerbang SDN Sumur Cinde 1 bukan semata-mata berkaitan dengan persaingan usaha.
Faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah keselamatan siswa.
Sekolah diketahui berada tepat di tepi jalan raya utama dengan lalu lintas kendaraan yang cukup ramai. Kondisi tersebut membuat keberadaan pedagang makanan di sekitar gerbang dikhawatirkan memicu kerumunan siswa.
Anak-anak yang membeli makanan di pinggir jalan dinilai berisiko mengalami kecelakaan, terutama ketika kendaraan melintas di sekitar lokasi sekolah.
Sekolah Tegaskan Larangan Demi Keselamatan Siswa
Pihak penjaga sekolah menjelaskan bahwa aturan tersebut diterapkan untuk mencegah siswa berkumpul di area yang dianggap rawan.
“Area depan sekolah cukup rawan karena berada di pinggir jalan raya yang ramai. Pelarangan ini murni demi menjaga keselamatan anak-anak agar tidak berkerumun di pinggir jalan saat jam kegiatan sekolah.”
Keterangan tersebut sekaligus meluruskan anggapan bahwa perseteruan antara pedagang kantin dan penjual pentol semata-mata dipicu perebutan pembeli.
Pertimbangan keselamatan menjadi alasan utama dalam pengaturan aktivitas pedagang di sekitar lingkungan sekolah.
Sekolah Minta Permasalahan Dilihat Secara Utuh
Video perseteruan tersebut hingga kini masih menjadi perhatian netizen. Namun, pihak sekolah mengimbau masyarakat agar tidak langsung mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar.
Aspek keselamatan siswa menjadi pertimbangan penting dalam mengatur aktivitas di sekitar lingkungan sekolah. Terlebih, lokasi SDN Sumur Cinde 1 berada di dekat jalan raya dengan arus kendaraan yang cukup padat.
Di sisi lain, keberadaan pedagang kecil juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, penyelesaian persoalan diharapkan tetap mempertimbangkan kepentingan pedagang sekaligus memastikan keselamatan siswa menjadi prioritas.
Peristiwa di SDN Sumur Cinde 1 Tuban menjadi pengingat bahwa video yang viral di media sosial belum tentu menggambarkan keseluruhan konteks sebuah kejadian.
Klarifikasi pihak sekolah menunjukkan adanya pertimbangan keselamatan di balik larangan pedagang dari luar berjualan di sekitar gerbang sekolah.
Masyarakat pun diharapkan tidak terburu-buru memberikan penilaian sebelum mengetahui kronologi dan alasan lengkap dari masing-masing pihak.














