NASIONAL

Matahari Merah Pekat Hebohkan Palangka Raya, BMKG Ungkap Penyebabnya

11
×

Matahari Merah Pekat Hebohkan Palangka Raya, BMKG Ungkap Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Matahari Tampak Tak Biasa di Palangka Raya, BMKG Jelaskan Penyebab Warna Merah
Matahari Tampak Tak Biasa di Palangka Raya, BMKG Jelaskan Penyebab Warna Merah

Media90.id – Fenomena matahari berwarna merah pekat menghebohkan warga Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026) sore.

Matahari terlihat seperti bola merah menyala di balik langit yang diselimuti kabut asap. Penampakan tak biasa tersebut terlihat dari sejumlah wilayah di Palangka Raya.

Ads
close ads

Matahari tampak menggantung rendah di antara pepohonan dengan warna merah yang cukup mencolok. Kondisi tersebut kemudian menarik perhatian masyarakat karena berbeda dari penampakan matahari pada umumnya.

Namun, fenomena tersebut bukan berarti matahari benar-benar mengalami perubahan warna.

Matahari Merah Berkaitan dengan Kabut Asap Karhutla

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa penampakan matahari merah pekat berkaitan dengan kondisi atmosfer Palangka Raya yang dipengaruhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Kondisi atmosfer yang dipenuhi kabut asap dapat memengaruhi tampilan matahari ketika diamati dari permukaan bumi.

Perubahan warna yang terlihat merupakan efek dari proses perjalanan cahaya matahari ketika melewati atmosfer yang mengandung banyak partikel.

Dengan demikian, matahari tidak benar-benar berubah menjadi merah. Warna kemerahan yang terlihat merupakan fenomena optik akibat interaksi cahaya matahari dengan partikel-partikel di atmosfer.

Bagaimana Kabut Asap Membuat Matahari Merah?

Cahaya matahari sebenarnya terdiri dari berbagai warna dengan panjang gelombang yang berbeda. Ketika cahaya tersebut melewati atmosfer, partikel yang terdapat di udara dapat memengaruhi proses penyebaran cahaya.

Dalam kondisi atmosfer yang dipenuhi partikel asap, perjalanan cahaya matahari menuju permukaan bumi mengalami perubahan.

Partikel-partikel asap dapat menyebabkan sebagian komponen warna dalam cahaya lebih banyak tersebar. Akibatnya, cahaya yang mencapai permukaan bumi dapat terlihat memiliki warna kemerahan.

Semakin banyak partikel yang berada di atmosfer, efek terhadap tampilan cahaya matahari juga dapat semakin terlihat.

Mengapa Matahari Merah Lebih Jelas Menjelang Sore?

Penampakan matahari berwarna merah juga dapat terlihat semakin kuat ketika posisi matahari mulai rendah menjelang sore.

Saat matahari berada dekat dengan cakrawala, cahaya matahari harus melewati lapisan atmosfer yang lebih panjang sebelum mencapai mata pengamat di permukaan bumi.

Dalam kondisi atmosfer yang banyak mengandung partikel asap, perjalanan cahaya melalui lapisan atmosfer yang lebih panjang tersebut dapat memperkuat efek penyebaran cahaya.

Kondisi inilah yang turut menjelaskan mengapa warga Palangka Raya dapat melihat matahari dengan warna merah pekat pada sore hari.

Bukan Perubahan Fisik pada Matahari

Fenomena matahari merah yang terlihat di Palangka Raya bukan menunjukkan adanya perubahan fisik pada matahari.

Penampakan tersebut merupakan fenomena optik atmosfer yang terjadi ketika cahaya matahari berinteraksi dengan partikel-partikel di udara.

Dalam kondisi saat ini, keberadaan kabut asap akibat karhutla turut memengaruhi bagaimana cahaya matahari terlihat dari permukaan bumi.

Artinya, warna merah pekat yang terlihat merupakan efek atmosfer, bukan matahari yang berubah warna.

Kabut asap akibat karhutla tidak hanya dapat mengurangi jarak pandang, tetapi juga mengubah tampilan cahaya matahari apabila konsentrasi partikel di atmosfer cukup tinggi.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak karhutla diimbau tetap memperhatikan informasi resmi mengenai kualitas udara serta perkembangan kebakaran hutan dan lahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *