Media90.id – Samsung tampaknya tengah menyiapkan perangkat wearable baru yang memiliki posisi cukup menarik di antara lini Galaxy Fit dan Galaxy Watch. Perangkat tersebut disebut Galaxy Aero dan diperkirakan akan ditempatkan di antara Galaxy Fit4 dan Galaxy Watch FE.
Hal yang cukup menarik adalah sistem operasi yang digunakan. Berbeda dari lini Galaxy Watch yang mengandalkan Wear OS, Galaxy Aero justru disebut bakal menggunakan sistem operasi RTOS yang lebih mengutamakan efisiensi daya.
Galaxy Aero Tidak Pakai Wear OS
Keberadaan Galaxy Aero pertama kali ditemukan dalam kode aplikasi Galaxy Wearable. Dilansir dari SamMobile, Samsung menyebut perangkat tersebut dengan kode galaxy_rtos_watch.
Penamaan tersebut mengindikasikan bahwa perangkat akan menggunakan RTOS atau real-time operating system. Sistem operasi jenis ini umumnya digunakan pada perangkat wearable yang mengutamakan efisiensi baterai.
Meski begitu, belum diketahui secara pasti seperti apa desain Galaxy Aero. Samsung masih belum mengungkap apakah perangkat ini akan menggunakan layar berbentuk bulat, persegi panjang, maupun persegi.
Namun, penggunaan kata “watch” dalam kode aplikasi Galaxy Wearable menjadi indikasi bahwa perangkat ini kemungkinan memiliki layar dan bentuk yang lebih menyerupai smartwatch dibandingkan smart band.
Posisinya di Antara Galaxy Fit dan Galaxy Watch
Dari sisi harga, Galaxy Aero diperkirakan akan ditempatkan di atas Galaxy Fit4. Meski demikian, banderolnya kemungkinan masih berada di bawah Galaxy Watch FE.
Jika benar demikian, Samsung seolah sedang menyiapkan kategori wearable baru bagi pengguna yang menginginkan perangkat dengan fitur lebih lengkap daripada smart band, tetapi belum membutuhkan seluruh kemampuan yang ditawarkan Galaxy Watch.
Penggunaan RTOS juga dapat menjadi strategi Samsung untuk memberikan daya tahan baterai yang lebih panjang. Konsekuensinya, Galaxy Aero kemungkinan tidak akan menawarkan seluruh kemampuan aplikasi dan ekosistem seperti perangkat Galaxy Watch berbasis Wear OS.
Sensor Galaxy Aero Bisa Lebih Lengkap
Dengan posisi harga yang diperkirakan lebih tinggi daripada Galaxy Fit4, Galaxy Aero berpeluang membawa sensor yang lebih lengkap.
Beberapa sensor yang masuk akal untuk perangkat di kelas tersebut antara lain accelerometer, gyroscope, serta sensor detak jantung. Kehadiran sensor-sensor tersebut dapat membuat Galaxy Aero lebih mampu memantau aktivitas dan kebugaran pengguna dibandingkan smart band biasa.
Namun, untuk saat ini informasi tersebut masih sebatas perkiraan karena Samsung belum mengungkap spesifikasi resmi perangkat.
Galaxy Aero Kemungkinan Cuma Nama Codename
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah nama Galaxy Aero itu sendiri. Nama tersebut belum tentu menjadi nama resmi ketika perangkat diperkenalkan ke publik.
Samsung kemungkinan masih menggunakan “Galaxy Aero” sebagai codename internal selama tahap pengembangan. Bukan tidak mungkin perangkat tersebut nantinya meluncur dengan nama komersial yang berbeda.
Belum ada informasi mengenai jadwal peluncuran Galaxy Aero. Jika benar akan ditempatkan di antara Galaxy Fit4 dan Galaxy Watch FE, perangkat ini berpotensi menjadi pilihan baru bagi pengguna yang menginginkan pengalaman smartwatch dengan daya tahan baterai lebih efisien tanpa harus membeli Galaxy Watch berbasis Wear OS.














