TEKNO

Kacamata AI Rokid Bisa Rekam Diam-diam? Ini Penjelasan Perusahaan soal Privasi

Novita Nurjanah
4
×

Kacamata AI Rokid Bisa Rekam Diam-diam? Ini Penjelasan Perusahaan soal Privasi

Sebarkan artikel ini
Rokid Respons Kekhawatiran Kacamata AI Bisa Digunakan untuk Merekam Diam-diam
Rokid Respons Kekhawatiran Kacamata AI Bisa Digunakan untuk Merekam Diam-diam

Media90.id – Kasus influencer yang diduga diam-diam merekam seorang SPG menggunakan smart glasses di sebuah event pameran belakangan ramai menjadi perhatian. Peristiwa tersebut turut memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan dan privasi dari perangkat kacamata pintar yang dilengkapi kamera.

Kekhawatiran tersebut cukup beralasan. Dari sisi tampilan, smart glasses umumnya terlihat seperti kacamata biasa sehingga orang di sekitar pengguna mungkin tidak selalu mengetahui ketika kamera sedang digunakan untuk mengambil foto maupun merekam video.

Ads
close ads

Persoalan privasi ini kemudian turut ditanggapi Rokid saat ditemui dalam ajang DTI-CX 2026. Ricky Cahyadi Halim selaku Head Departement Marketing Communication PT Denka Pratama menegaskan bahwa penyalahgunaan smart glasses untuk melanggar privasi memang sangat mungkin terjadi.

Ia mengatakan pihaknya mengecam penggunaan perangkat untuk merekam orang lain tanpa izin. Menurutnya, smart glasses Rokid justru dirancang dengan sejumlah mekanisme agar aktivitas perekaman maupun pengambilan foto dapat diketahui oleh orang di sekitar.

Ada Lampu Indikator Saat Kamera Aktif

Salah satu mekanisme yang digunakan adalah lampu indikator kamera. Ketika kamera pada smart glasses aktif untuk mengambil foto atau merekam video, lampu indikator tersebut akan menyala secara otomatis.

Dengan adanya indikator tersebut, orang di sekitar pengguna diharapkan dapat mengetahui bahwa kamera sedang digunakan. Mekanisme ini serupa dengan yang diterapkan pada sejumlah smart glasses lain yang memiliki kemampuan kamera.

Ricky menjelaskan bahwa indikator tersebut juga tidak dirancang untuk dapat dimatikan dengan mudah. Smart glasses Rokid menggunakan Yoda OS, sistem operasi yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan.

Penggunaan sistem operasi tersebut membuat perangkat diklaim lebih sulit dimodifikasi untuk menghilangkan indikator kamera ataupun mengubah fungsi bawaan perangkat.

Modifikasi Ilegal Bisa Bikin Garansi Hangus

Meski telah dibekali sistem indikator, Rokid tetap menyadari bahwa potensi penyalahgunaan perangkat tidak dapat dihilangkan sepenuhnya.

Apabila pengguna nekat melakukan modifikasi terhadap sistem maupun indikator kamera, perusahaan telah menyiapkan konsekuensi. Garansi resmi perangkat dapat langsung dinyatakan hangus apabila ditemukan adanya modifikasi ilegal.

Langkah tersebut menjadi salah satu bentuk pembatasan agar pengguna tidak dengan sengaja mengubah sistem perangkat demi menghilangkan tanda ketika kamera sedang digunakan.

Namun, Rokid mengakui produsen tidak mungkin menjamin seluruh bentuk penyalahgunaan dapat dicegah. Pada akhirnya, penggunaan smart glasses tetap bergantung pada perilaku dan tanggung jawab masing-masing pengguna.

Rokid Tekankan Fungsi Produktivitas

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu privasi, Rokid berharap smart glasses tidak dipandang sebagai perangkat untuk merekam orang lain secara diam-diam.

Perusahaan justru ingin teknologi tersebut dimanfaatkan sebagai perangkat pendukung produktivitas yang memungkinkan pengguna melakukan berbagai aktivitas secara hands-free.

Dengan adanya kamera, AI Assistant, serta fitur lainnya, smart glasses memang menawarkan cara baru dalam berinteraksi dengan teknologi. Namun, penggunaan perangkat tersebut tetap perlu memperhatikan privasi dan persetujuan orang lain.

Karena itu, selain mengandalkan fitur keamanan dari sisi perangkat, kesadaran pengguna juga menjadi faktor penting agar teknologi smart glasses dapat digunakan secara bertanggung jawab tanpa mengganggu privasi orang di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *