Media90.id – Indonesia menjadi salah satu pasar otomotif yang menarik bagi produsen aksesori dan pencahayaan kendaraan dari berbagai negara. Besarnya jumlah pengguna mobil dan sepeda motor membuat pasar aftermarket Tanah Air terus berkembang, sekaligus menghadirkan persaingan yang semakin ketat.
Salah satu pemain baru yang mulai serius membidik pasar tersebut adalah CONPEX. Brand aksesori dan pencahayaan otomotif asal China ini resmi memperluas bisnisnya ke Indonesia dengan membawa strategi yang tidak hanya mengandalkan harga murah.
CONPEX memilih pendekatan jangka panjang dengan mengutamakan kualitas produk, riset pasar lokal, penguatan distributor, serta pembangunan kepercayaan konsumen.
Strategi tersebut diperkenalkan melalui acara CONPEX Indonesia Partner Dinner 2026 bertajuk “Brighter Future with CONPEX” yang berlangsung di DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran, Rabu malam (15/7/2026).
Acara ini turut dihadiri pendiri CONPEX, Doha Yuan, jajaran manajemen, distributor, hingga sejumlah mitra strategis dari berbagai daerah.
Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni peluncuran, tetapi menjadi momentum bagi CONPEX untuk memperkenalkan arah bisnisnya di Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar prioritas.
Perjalanan 14 Tahun CONPEX dan Filosofi “You Win, I Win”
Untuk memahami strategi CONPEX di Indonesia, perjalanan brand ini perlu dilihat sejak awal berdiri.
Doha Yuan mendirikan CONPEX di Dubai pada 2012. Berawal dari perusahaan rintisan, CONPEX kini telah menjalani perjalanan selama 14 tahun dan berkembang menjadi brand suku cadang serta aksesori otomotif yang menyasar pasar global.
Dalam sambutannya di hadapan para distributor Indonesia, Doha Yuan menekankan bahwa perkembangan perusahaan tidak terlepas dari kerja sama dengan para mitra.
“Kalau satu orang berjalan sendiri itu akan jalan dengan cepat, tapi kalau mau jalan jauh harus jalan bersama-sama,” ujar Doha.
Prinsip tersebut kemudian diterapkan melalui filosofi kemitraan “You Win, I Win”. Konsepnya, CONPEX ingin distributor mendapatkan keuntungan yang sehat sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut menjadi pembeda ketika industri aksesori otomotif kerap menghadapi persaingan harga yang sangat ketat.
Alih-alih mengejar penjualan melalui banting harga, CONPEX mengklaim ingin membangun pasar berdasarkan kualitas produk, layanan, dan hubungan jangka panjang dengan mitra.
Doha juga menegaskan prinsip tersebut dengan mengatakan, “Ketika partner kami berhasil, kami pun berhasil. Kalau partner kami cuan, kami baru cuan.”
Tiga Pilar Strategi Global CONPEX
Strategi CONPEX tidak hanya berfokus pada hubungan dengan distributor. Perusahaan juga membawa tiga pilar yang menjadi fondasi pengembangan bisnisnya di berbagai negara.
Pertama adalah riset dan produksi mandiri. CONPEX mengandalkan fasilitas riset dan produksi sendiri sehingga perusahaan dapat melakukan pengawasan terhadap kualitas produk sejak proses pengembangan hingga produksi.
Dengan pengendalian tersebut, perusahaan dapat menyesuaikan produk sekaligus menjaga efisiensi biaya produksi.
Kedua adalah pemasaran yang disesuaikan dengan pasar lokal. CONPEX tidak menerapkan pendekatan yang sama untuk seluruh negara. Produk dan strategi pemasaran disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan pengguna kendaraan di masing-masing wilayah.
Pendekatan ini juga akan diterapkan di Indonesia dengan melakukan riset langsung mengenai kebutuhan pengendara Tanah Air.
Ketiga adalah pemberdayaan distributor. Dukungan kepada mitra tidak berhenti pada penyediaan produk, tetapi mencakup materi promosi, strategi pemasaran, hingga pendampingan di lapangan.
Dengan cara tersebut, distributor diharapkan mampu memiliki daya saing lebih kuat tanpa harus mengandalkan perang harga.
Belajar dari Kesuksesan di Arab Saudi
Indonesia bukan pasar pertama yang menjadi sasaran ekspansi CONPEX. Perusahaan sebelumnya telah menghadapi tantangan serupa ketika memasuki pasar Arab Saudi.
Pada awal kehadirannya di negara tersebut, CONPEX mengaku belum dikenal oleh konsumen maupun distributor lokal. Kondisi itu membuat perusahaan harus melakukan pendekatan secara langsung.
Tim CONPEX kemudian melakukan riset mengenai kebiasaan serta kebutuhan pengguna kendaraan di Arab Saudi. Hasil riset tersebut digunakan untuk mengembangkan produk yang lebih sesuai dengan karakter pasar setempat.
Selain pengembangan produk, perusahaan juga menggandeng brand ambassador lokal dan memberikan dukungan pemasaran kepada distributor, mulai dari poster hingga berbagai materi promosi.
Strategi tersebut diklaim membuahkan hasil. Dalam waktu sekitar dua tahun, CONPEX berhasil memperluas distribusi produknya hingga menjangkau berbagai toko otomotif di Arab Saudi.
Pengalaman tersebut kini menjadi salah satu acuan CONPEX dalam menyusun strategi untuk Indonesia. Meski demikian, pendekatannya tetap akan disesuaikan dengan karakter konsumen dan kondisi pasar otomotif Tanah Air.
Gandeng Figur Nasional untuk Bangun Kepercayaan
Salah satu langkah lokalisasi yang dilakukan CONPEX di Indonesia adalah menggandeng figur nasional yang memiliki kedekatan dengan dunia otomotif sebagai Brand Ambassador CONPEX Indonesia.
Sosok tersebut dinilai memiliki hubungan kuat dengan komunitas otomotif dan dikenal sebagai figur yang memiliki perhatian terhadap kendaraan.
Karena itu, kerja sama tersebut diharapkan bukan sekadar endorsement, tetapi juga dapat membantu membangun kepercayaan terhadap produk CONPEX.
Bagi konsumen Indonesia, pertimbangan ketika membeli komponen aftermarket pada dasarnya cukup sederhana. Mereka ingin mengetahui apakah produk memiliki kualitas yang baik, aman digunakan, mudah diperoleh ketika membutuhkan penggantian, serta memiliki harga yang sesuai.
Rekam jejak CONPEX selama 14 tahun menjadi salah satu faktor yang dinilai dapat memperkuat kepercayaan terhadap brand tersebut.
Di sisi lain, CONPEX juga akan melakukan riset langsung terhadap kebutuhan pengendara Indonesia. Hasil riset tersebut nantinya digunakan untuk menentukan produk unggulan yang sesuai dengan kondisi jalan dan karakter kendaraan di Tanah Air.
Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi dua pihak. Konsumen mendapatkan produk yang lebih relevan, sementara distributor memiliki produk dengan daya saing dan potensi margin yang lebih sehat.
Strategi CONPEX di Indonesia
| Aspek | Strategi |
|---|---|
| Riset dan lokalisasi | Melakukan riset langsung terhadap kebutuhan pengendara Indonesia |
| Brand Ambassador | Menggandeng figur nasional yang memiliki kedekatan dengan dunia otomotif |
| Distributor | Memberikan dukungan pemasaran dan pendampingan secara berkelanjutan |
| Produk | Mengembangkan produk yang disesuaikan dengan karakter pasar lokal |
| Persaingan | Mengutamakan kualitas dan nilai produk, bukan perang harga |
| Investasi | Menyiapkan roadmap bisnis untuk 3, 5 hingga 10 tahun |
CONPEX Siapkan Roadmap hingga 10 Tahun
Hal lain yang menarik dari ekspansi CONPEX adalah komitmen jangka panjang yang disampaikan perusahaan.
Doha Yuan memaparkan roadmap pengembangan bisnis untuk periode tiga, lima, hingga 10 tahun. Perusahaan juga menyatakan komitmen terhadap investasi berkelanjutan dan pendampingan distributor lokal.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa CONPEX tidak ingin sekadar melakukan penetrasi pasar dalam waktu singkat. Indonesia justru diposisikan sebagai salah satu pasar penting untuk pengembangan bisnis CONPEX di Asia Tenggara.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk menjawab stigma terhadap sebagian brand aftermarket asal China yang dianggap hanya mengandalkan harga murah dan mengejar volume penjualan jangka pendek.
CONPEX mencoba menawarkan pendekatan berbeda dengan menggabungkan kualitas, riset lokal, dukungan distributor, serta pembangunan hubungan bisnis jangka panjang.
Apa Artinya bagi Konsumen Indonesia?
Kehadiran CONPEX berpotensi menambah pilihan bagi konsumen yang ingin melakukan modifikasi maupun meningkatkan sistem pencahayaan kendaraan.
Pasar aksesori otomotif Indonesia sendiri sudah dipenuhi berbagai merek aftermarket dengan karakter dan rentang harga yang beragam. Masuknya pemain baru dapat membuat persaingan semakin kompetitif sekaligus memberikan lebih banyak alternatif kepada konsumen.
Namun, keberhasilan strategi CONPEX tetap harus dibuktikan melalui performa produk dan penerimaan pasar Indonesia.
Pengalaman di Arab Saudi memang menjadi modal penting, tetapi karakter konsumen Indonesia memiliki kebutuhan dan preferensi tersendiri. Karena itu, kemampuan CONPEX dalam menerjemahkan strategi lokalisasi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilannya.
Jika mampu mempertahankan kualitas, membangun jaringan distribusi yang kuat, serta menjaga kepercayaan konsumen dan mitra, CONPEX berpeluang menjadi salah satu pemain baru yang diperhitungkan di pasar aksesori dan pencahayaan otomotif Tanah Air.
Pada akhirnya, strategi “You Win, I Win” yang dibawa CONPEX akan diuji langsung oleh pasar. Apakah pendekatan tanpa perang harga tersebut mampu bersaing di Indonesia? Menarik untuk melihat perkembangan brand ini dalam beberapa tahun mendatang.














