OTOMOTIF

Mitsubishi XForce Hybrid Punya Mode EV, Bisa Dipakai hingga Kecepatan 121 Km/Jam

Solhan Khairi
7
×

Mitsubishi XForce Hybrid Punya Mode EV, Bisa Dipakai hingga Kecepatan 121 Km/Jam

Sebarkan artikel ini
Mitsubishi XForce Hybrid Dilengkapi Mode EV Kecepatannya Tembus 121 Km Jam

Media90.id – Mitsubishi XForce Hybrid menawarkan sejumlah keunggulan melalui sistem elektrifikasinya. Salah satunya adalah keberadaan mode EV yang memungkinkan mobil melaju hanya menggunakan tenaga motor listrik.

Berbeda dengan sebagian kendaraan hybrid yang lebih mengandalkan mode listrik pada kecepatan rendah, mode EV pada Mitsubishi XForce Hybrid tetap dapat digunakan hingga kecepatan yang cukup tinggi.

Ads
close ads

Kemampuan tersebut diungkapkan Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, berdasarkan pengalamannya menjajal XForce Hybrid dalam perjalanan Jakarta-Bali pulang pergi.

Menurut Rifat, ketika kondisi baterai masih penuh, Mitsubishi XForce Hybrid mampu melaju menggunakan tenaga listrik murni hingga kecepatan sekitar 121 km/jam.

Namun, untuk mencapai kemampuan tersebut, pengemudi harus menerapkan gaya berkendara yang halus. Pengoperasian pedal gas secara bertahap menjadi salah satu kunci agar sistem tetap mempertahankan mode EV.

“Saya mencoba maksimal baterai itu bisa nyala (aktif) sampai di 121 km/jam. Tapi dengan 121 km/jam dari baterai full sampai habis, itu kira-kira cuma dua kilometer-an,” ungkap Rifat di sela media test drive Mitsubishi New XForce di Bridgestone Proving Ground, Karawang, Jawa Barat.

Rifat menjelaskan, kemampuan XForce Hybrid mempertahankan mode EV pada kecepatan tinggi turut didukung penggunaan transmisi transaxle dua percepatan.

“Makanya XForce hybrid bisa menggunakan mode EV hingga kecepatan yang cukup tinggi karena transmisinya punya dua percepatan,” jelasnya.

Baterai Terus Diisi Saat Mobil Melambat

Sistem hybrid Mitsubishi XForce memiliki karakter berbeda dibandingkan mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV).

Pada kendaraan BEV, baterai akan terus berkurang ketika mobil digunakan dan perlu diisi kembali menggunakan sumber listrik eksternal. Sementara pada XForce Hybrid, baterai dapat memperoleh tambahan energi secara otomatis ketika kendaraan mengalami deselerasi.

Rifat menjelaskan, energi tersebut diperoleh melalui sistem regenerative braking yang memanfaatkan momen ketika pengemudi mengurangi tekanan pedal gas atau melakukan pengereman.

“Tapi ingat mobil ini bukan tentang baterai seperti handphone, baterai habis selesai (tidak dapat digunakan). Tapi setiap kali angkat kaki dari pedal gas, (baterai) diisi balik,” ujar Rifat.

Menurutnya, sistem hybrid generasi terbaru yang digunakan Mitsubishi memang dirancang untuk memprioritaskan pemanfaatan energi dari baterai.

Selama baterai masih memiliki daya, sistem akan berusaha menggunakan tenaga listrik semaksimal mungkin. Mesin bensin baru akan bekerja sesuai kebutuhan, baik untuk membantu menggerakkan kendaraan maupun mengisi kembali baterai.

“Yang perlu diketahui adalah prioritas powertrain mobil ini ada di baterai bukan di mesin. Makanya dia akan selalu berusaha untuk semaksimal mungkin memanfaatkan baterainya. Dan dia memanfaatkan deselerasi untuk pengisian baterai,” terangnya.

Mode B Bantu Isi Baterai Saat Jalan Menurun

Pengemudi juga dapat memaksimalkan proses regenerative braking dengan menggunakan posisi transmisi B atau Brake, terutama ketika melintasi jalan menurun.

Rifat mengatakan, penggunaan posisi B memungkinkan sistem melakukan pengisian baterai lebih intensif ketika kendaraan mengalami deselerasi.

“Kalau lagi jalan menurun silakan oper tuas transmisi ke B (brake). Dia akan mengisi dua kali lebih cepat ketika ada jalan menurun,” jelasnya.

Energi kinetik yang biasanya terbuang ketika kendaraan melambat kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik. Energi tersebut disimpan kembali di baterai dan dapat digunakan ketika mobil kembali beroperasi dalam mode EV.

Selain membantu mengisi baterai, posisi B juga memberikan efek perlambatan yang lebih kuat ketika pedal gas dilepas.

“B itu rasanya kalau pedal gas diangkat kayak ngerem karena tahanannya besar. Sebetulnya B itu memang untuk regenerative brake, akan tetapi lebih nyaman digunakan saat berkendara di jalan menurun,” kata Rifat.

Menurutnya, efek tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pengereman konvensional ketika mobil melewati turunan panjang.

“Kalau turunan dengan sendirinya ngerem itu yang menggantikan engine brake,” pungkas Rifat.

Dengan kombinasi mode EV, transmisi transaxle dua percepatan, serta sistem regenerative braking, Mitsubishi XForce Hybrid menawarkan karakter berkendara yang berbeda. Sistem tersebut memungkinkan penggunaan tenaga listrik secara lebih optimal sekaligus membantu menjaga ketersediaan energi baterai selama perjalanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *