TEKNO

Ray-Ban Wayfarer II Disulap Jadi Kacamata Rp100 Jutaan, Pakai Emas dan Perak

Novita Nurjanah
0
×

Ray-Ban Wayfarer II Disulap Jadi Kacamata Rp100 Jutaan, Pakai Emas dan Perak

Sebarkan artikel ini
Ray-Ban Wayfarer II Naik Kelas, Dibanderol Rp100 Jutaan dengan Emas dan Kulit Buaya
Ray-Ban Wayfarer II Naik Kelas, Dibanderol Rp100 Jutaan dengan Emas dan Kulit Buaya

Media90.id – Ray-Ban Wayfarer II kini memiliki versi supermewah dengan harga yang bahkan bisa menyamai sebuah mobil. Caviar, perusahaan yang dikenal gemar memodifikasi gadget menggunakan material premium, menghadirkan koleksi bernama Odyssey dengan balutan emas 24 karat, perak sterling, hingga kulit buaya.

Koleksi tersebut hadir dalam dua model, yakni Odyssey dan Odyssey Silver. Keduanya tetap menggunakan frame hitam Ray-Ban Wayfarer II, tetapi bagian luarnya mendapat sentuhan ornamen logam yang dibuat, diukir, dan dipoles secara manual.

Ads
close ads

Model Odyssey mendapatkan pelat dekoratif berlapis emas 24 karat. Sementara Odyssey Silver menggunakan sisipan perak sterling 22 karat yang dipadukan dengan ukiran bermotif Yunani serta detail enamel hitam berbentuk bintang pada bagian tangkainya.

Hanya Dibuat 24 Unit

Caviar tidak memproduksi koleksi ini dalam jumlah besar. Masing-masing model hanya dibuat sebanyak 24 unit.

Jumlah tersebut mengikuti angka 24, yang merujuk pada jumlah buku dalam karya Odyssey karya Homer. Dengan produksi terbatas, Caviar menjadikan kacamata pintar ini bukan hanya sebagai perangkat teknologi, tetapi juga barang koleksi eksklusif.

Kemewahan tersebut bahkan tidak berhenti pada bagian frame. Charging case bawaan juga mendapatkan sentuhan khusus dengan balutan kulit buaya hitam dan emblem Caviar pada bagian pengaitnya.

Hardware Tetap Sama

Meski tampil jauh lebih mewah, tidak ada peningkatan teknologi khusus pada Ray-Ban Wayfarer II edisi Caviar ini.

Hardware yang digunakan tetap sama seperti Ray-Ban Wayfarer II standar. Fitur yang tersedia mencakup kamera untuk mengambil foto dan video, speaker open-ear, touch control, AI voice assistant, baterai, sensor kamera, hingga prosesor.

Artinya, pengguna tidak mendapatkan fitur teknologi tambahan meskipun harus membayar berkali-kali lipat dibandingkan versi standar.

Caviar juga belum menjelaskan seberapa besar tambahan bobot akibat penggunaan material logam pada frame. Padahal, bobot menjadi salah satu faktor penting, terutama karena perangkat ini dirancang untuk digunakan seperti kacamata dan berpotensi dipakai dalam waktu lama.

Harga Tembus Rp120 Jutaan

Untuk harganya, model Odyssey dengan lapisan emas 24 karat dibanderol USD 6.130 atau sekitar Rp103 juta.

Sementara itu, Odyssey Silver justru memiliki harga lebih tinggi, yakni USD 6.840 atau sekitar Rp120 jutaan.

Kedua model tersebut sudah dapat dipesan melalui situs Caviar. Dengan harga hingga Rp120 jutaan, koleksi ini jelas lebih ditujukan kepada konsumen yang mengutamakan eksklusivitas dan kemewahan ketimbang sekadar mencari fitur teknologi terbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *