TEKNO

Motorola Patenkan Smartphone Lipat yang Bisa Berubah Jadi Smartwatch

Novita Nurjanah
0
×

Motorola Patenkan Smartphone Lipat yang Bisa Berubah Jadi Smartwatch

Sebarkan artikel ini
Bukan Sekadar Hape Lipat, Motorola Patenkan Perangkat yang Bisa Jadi Smartwatch
Bukan Sekadar Hape Lipat, Motorola Patenkan Perangkat yang Bisa Jadi Smartwatch

Media90.id – Motorola mematenkan konsep smartphone foldable yang menawarkan fungsi tidak biasa. Perangkat tersebut dirancang bukan hanya untuk dilipat menjadi lebih ringkas, tetapi juga bisa ditekuk mengelilingi pergelangan tangan dan digunakan layaknya smartwatch.

Dalam mode smartwatch, layar fleksibel pada perangkat akan ditekuk mengikuti bentuk pergelangan tangan dengan bagian layar menghadap ke luar. Kedua ujung perangkat kemudian disatukan menggunakan magnet.

Ads
close ads

Mekanisme magnet tersebut tidak hanya berfungsi untuk menjaga perangkat tetap terpasang di pergelangan tangan, tetapi juga memungkinkan pengguna menyesuaikan ukuran gelang sesuai dengan ukuran pergelangan masing-masing.

Ketika ingin menggunakannya sebagai smartphone, pengguna cukup melepaskan perangkat dari tangan dan meluruskan kembali bodinya.

Motorola juga merancang mekanisme yang memungkinkan dua bagian layar dipisahkan dan kemudian disusun berdampingan. Dengan cara tersebut, perangkat dapat memiliki aspect ratio yang lebih mendekati smartphone konvensional saat digunakan dalam mode ponsel.

Gabungkan Smartphone dan Smartwatch

Konsep yang dipatenkan Motorola ini berupaya menjawab keterbatasan dari dua perangkat sekaligus, yakni smartphone foldable dan smartwatch.

Smartphone lipat memang menawarkan bodi yang lebih ringkas ketika dilipat. Namun, perangkat tersebut tetap harus dibawa menggunakan saku atau tas.

Di sisi lain, smartwatch lebih praktis karena dapat dikenakan langsung di pergelangan tangan. Hanya saja, ukuran layarnya yang terbatas serta dukungan aplikasi yang tidak selengkap smartphone membuatnya belum bisa sepenuhnya menggantikan fungsi ponsel.

Dengan konsep hybrid ini, Motorola tampaknya ingin menghadirkan satu perangkat yang dapat menjalankan kedua fungsi tersebut.

Meski terdengar menarik, konsep tersebut juga memiliki sejumlah tantangan. Perangkat kemungkinan akan terasa cukup tebal dan berat ketika dikenakan sebagai smartwatch.

Selain itu, penggunaan layar yang terdiri dari beberapa panel juga berpotensi membuat pengalaman penggunaan tidak senyaman smartphone konvensional, terutama ketika perangkat digunakan dalam waktu lama.

Belum Tentu Diproduksi

Perlu dicatat, keberadaan paten tidak otomatis berarti Motorola akan segera menghadirkan perangkat tersebut ke pasar.

Untuk saat ini, belum ada informasi mengenai jadwal peluncuran maupun kepastian bahwa konsep smartphone-smartwatch hybrid tersebut akan masuk ke tahap produksi massal.

Namun, paten ini menunjukkan salah satu pendekatan yang sedang dieksplorasi Motorola untuk mengembangkan perangkat dengan bentuk dan fungsi yang lebih fleksibel.

Jika konsep tersebut benar-benar diwujudkan menjadi produk komersial, menarik untuk melihat apakah konsumen akan lebih memilih satu perangkat yang bisa berfungsi sebagai smartphone sekaligus smartwatch dibandingkan membawa dua perangkat secara terpisah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *