Media90 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menegaskan perannya dalam mendukung pembangunan nasional melalui sektor kelautan dan perikanan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kamis (15/1/2026).
Pembangunan KNMP di Desa Kunjir merupakan bagian dari program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia. Saat ini, program tersebut memasuki tahap kedua pembangunan di 35 titik pesisir Indonesia, sebelum diperluas hingga mencakup 1.000 lokasi di seluruh wilayah pesisir nasional pada 2029.
Sebelumnya, Kabupaten Lampung Selatan telah menjadi bagian dari pembangunan tahap pertama KNMP di dua lokasi, yaitu Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, dan Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, yang termasuk dalam 65 lokasi awal pembangunan di Indonesia.
PPK Pembangunan KNMP KKP RI, Yusuf Santoso, menyampaikan bahwa pada Januari 2026 ini pihaknya menargetkan penyelesaian persiapan material pembangunan, sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai pada awal Februari 2026.
“Untuk pembangunan KNMP tahap kedua ini, setelah pekerjaan selesai, aset akan diserahterimakan kepada dinas terkait selaku pemilik lahan,” ujar Yusuf Santoso. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih, dengan pengawasan dari Dinas Perikanan, pemerintah daerah, serta kepala desa setempat.
Menurut Yusuf, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kelancaran pengelolaan koperasi serta dukungan semua pihak selama proses pembangunan berlangsung. Ia berharap tidak ada kendala yang menghambat pekerjaan dan merugikan kepentingan masyarakat.
Sementara itu, mewakili Bupati Lampung Selatan, Sekda Supriyanto menilai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Kunjir sebagai langkah strategis dan visioner dalam mendorong transformasi kawasan pesisir. Supriyanto menyebutkan bahwa KNMP di Desa Kunjir merupakan lokasi ketiga di Kabupaten Lampung Selatan dari 100 lokasi KNMP yang direncanakan secara nasional.
“Ini adalah kehormatan sekaligus amanah besar yang harus kita jaga bersama,” kata Supriyanto. Ia berharap pembangunan KNMP dapat menjadi tonggak perubahan kehidupan nelayan, mulai dari penyediaan hunian yang layak, peningkatan produktivitas aktivitas perikanan, hingga penguatan ekonomi keluarga nelayan secara berkelanjutan.
Menurut Supriyanto, kawasan pesisir bukanlah wilayah pinggiran, melainkan beranda depan ekonomi maritim Indonesia. Nelayan memiliki peran strategis sebagai penjaga ketahanan pangan laut dan kedaulatan sumber daya kelautan nasional.
“Oleh karena itu, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi keadilan sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Supriyanto juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI beserta jajaran atas komitmen mendorong pembangunan masyarakat nelayan, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan dan Desa Kunjir. Selain itu, ia menegaskan kepada PT Nara selaku pelaksana kegiatan agar melaksanakan pembangunan secara profesional, tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jaga kualitas pekerjaan, utamakan keselamatan kerja, serta libatkan masyarakat lokal agar pembangunan ini memberikan manfaat sejak hari pertama,” pesannya.
Ke depan, Supriyanto mendorong pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih dilakukan melalui koperasi nelayan dengan tata kelola transparan dan akuntabel, sehingga kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat produksi, distribusi, dan pemasaran hasil perikanan yang memberi nilai tambah bagi nelayan.
“Saya yakin, dengan terbangunnya Kampung Nelayan Merah Putih, akan tumbuh pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pesisir. Lapangan kerja terbuka, usaha perikanan meningkat, dan kesejahteraan nelayan di Desa Kunjir serta Kecamatan Rajabasa akan bergerak naik secara nyata,” kata Supriyanto.














