BERITA

Dosen UIN Raden Intan Lampung Raih Juara II Best Paper di Brunei Darussalam Islamic Finance Symposium 2025

41
×

Dosen UIN Raden Intan Lampung Raih Juara II Best Paper di Brunei Darussalam Islamic Finance Symposium 2025

Sebarkan artikel ini
Dosen UIN Raden Intan Lampung Sabet Penghargaan Best Paper di Islamic Finance Symposium Brunei 2025
Dosen UIN Raden Intan Lampung Sabet Penghargaan Best Paper di Islamic Finance Symposium Brunei 2025

Media90 – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Dosen Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Syafwendi Syafril, berhasil meraih Juara II (Runner Up) dalam kompetisi karya ilmiah tingkat profesional pada 2nd Brunei Darussalam Islamic Finance Symposium 2025.

Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh Bank Sentral Brunei Darussalam (BDCB) pada 2–3 Desember 2025, sebagai bagian dari rangkaian Brunei Darussalam Islamic Finance Call-For-Papers (CFP) 2024 yang mengusung tema “Navigating Digital Frontiers in Islamic Finance.” Program ini bertujuan mendorong riset, memperkuat diskursus ilmiah, serta menghasilkan publikasi strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Brunei.

Fokus Riset Fintech Syariah Berbasis Agile

Tahun ini, CFP menghadirkan enam subtema utama:

  • Economic Growth

  • Financial Inclusion

  • Innovations in FinTech

  • Islamic Social Finance

  • Sustainable Finance (ESG)

  • Shariah Governance

Syafwendi berkompetisi pada subtema Innovations in FinTech, yang diikuti oleh 12 peserta internasional. Dari total naskah yang masuk, panitia memilih tiga paper terbaik untuk dipresentasikan di forum utama simposium.

Dalam presentasinya, Syafwendi membawakan paper berjudul:
“Issues in Sharia Review Process for New Product Development in Islamic Fintech: How Modern Agile Principle Can Improve It?”

Penelitian yang ditulis bersama Muhammad Ikshandana Siregar dari INCEIF University, Malaysia, membahas konsep baru dalam proses review syariah pada pengembangan produk fintech syariah. Ia menjelaskan bahwa pendekatan agile dapat membuat proses penilaian kepatuhan syariah lebih cepat, responsif, dan adaptif terhadap dinamika pasar.

Menurut Syafwendi, metode agile tidak hanya mempercepat sharia compliance checking, tetapi juga dapat diterapkan dalam pengembangan Shariah Sandbox. Dengan demikian, pelaku industri dapat merancang produk yang inovatif, aman secara regulasi, dan tetap sesuai prinsip syariah sebelum diluncurkan ke masyarakat.

Diumumkan Langsung oleh Pejabat Tinggi Brunei

Penghargaan untuk kategori Best Paper diserahkan pada 2 Desember 2025 oleh Pengiran Datin Seri Paduka Hajah Zety Sufina binti Pengiran Dato Paduka Haji Sani, Deputy Minister of Finance and Economy (Fiscal), yang juga menjabat sebagai Deputy Chairman of BDCB Board of Directors.

Pada sesi final, seluruh finalis diminta menyampaikan presentasi di hadapan panel juri serta audiens internasional. Proses diskusi berlangsung intens melalui panel talk dan sesi tanya jawab yang menghadirkan banyak perspektif baru.

Peserta dari Berbagai Negara

Simposium ini dihadiri peserta dan pakar dari berbagai negara, termasuk Nigeria, Pakistan, Malaysia, Brunei, Thailand, Singapura, dan Indonesia. Hadir pula perwakilan pemerintah Brunei, bank sentral, akademisi, mahasiswa, serta praktisi keuangan syariah.

Prestasi yang diraih Syafwendi Syafril ini menjadi bukti kontribusi akademisi Indonesia dalam memperkuat inovasi dan pengembangan keuangan syariah global, terutama di era digital yang menuntut solusi semakin adaptif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Universitas Malahayati Kolaborasi dengan AIPTKMI, IAKMI, Pemerintah, dan Rumah Sakit di Lampung untuk Meningkatkan Mutu Prodi Kesmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *