Media90 – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Savate Indonesia (FSI) Lampung tengah mempersiapkan diri jelang dua agenda besar, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri II dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung pada tahun 2026 mendatang.
Savate, yang merupakan cabang olahraga bela diri asal Prancis, menggabungkan teknik pukulan tinju dengan tendangan layaknya kick boxing. Olahraga ini memiliki sejarah panjang yang berawal dari seni bela diri jalanan di pesisir Prancis, hingga akhirnya berkembang menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di berbagai negara.
Sekretaris Umum Pengprov FSI Lampung, Supriyadi, menjelaskan bahwa Savate masih tergolong sebagai cabang olahraga baru di Provinsi Lampung. Saat ini, kepengurusan Savate baru terbentuk di sembilan kabupaten/kota.
“Meski baru berkembang, kami optimistis bisa mendulang prestasi. Dalam waktu dekat kami juga akan menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) sebagai bagian dari persiapan menuju PON,” ujar Supriyadi, Senin (19/1/2026).
Sebagai langkah awal pembinaan, Savate Lampung akan menggelar program pengenalan dan penataran wasit pada April 2026. Program tersebut dirancang untuk memastikan ketersediaan perangkat pertandingan yang kompeten sebelum kompetisi resmi digelar.
“Skemanya nanti dimulai dari pengenalan wasit, lalu penataran, setelah itu baru Kejurda. Dari situ kita bisa menyaring atlet untuk PON Beladiri II, sambil menunggu keputusan dari pengurus pusat,” tambah Supriyadi.
Supriyadi berharap kehadiran Savate di Lampung dapat menjadi wadah pembinaan talenta muda yang berbakat, sekaligus berkontribusi mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.














